
...Gyuki Sang Binatang Berekor Delapan...
---
"Kamu akan pergi, lagi?" kesedihan sangat jelas terlihat dari tatapan Yokina.
"ya, hokage yang memintanya. aku tentu tak bisa menolak hal itu"
"tapi aku juga akan membawa mu untuk pergi ke garis depan" lanjut Ryu yang membuat ekspresi Yokina berubah.
"benarkah? apakah benar begitu?" ucap Yokina terkejut.
"kamu mau pergi?" tanya Ryu yang membuat Yokina terdiam.
"ingin, tapi... bagaimana jika aku hanya menjadi beban di sana?".
"beban? tenang saja, aku sudah memikirkan rencana agar tidak ada beban di sana" kata Ryu santai dengan sedikit senyum misterius.
"kalau begitu, apa ayah ada di Aula?". tanya Ryu mengubah topik.
"ya, dia ada di sana sejak beberapa hari terakhir. ada apa?".
"tidak apa apa. aku pergi menemui ayah dulu kalau begitu".
mengucapkan selamat tinggal pada Yokina, Ryu melesat cepat ke arah aula. tiba di sana yang memiliki aura suram dan senyap.
"Ryu kamu di sini" kata Fugaku yang duduk menyesap teh di meja setelah Ryu berhasil menemukan ruangannya.
"kenapa kamu memanggilku? sampai satu rambut ku berubah Hitam?".
menemukan kursi di pojok ruangan, Ryu mengambilnya dan duduk di hadapan Fugaku lalu mengambil teh.
"katakan Ryu, bagaimana kamu mendapatkan mata terkutuk itu?" tak memperdulikan sikap Ryu, Fugaku langsung ke inti kenapa dia memanggil Ryu jauh-jauh untuk pulang.
"mata apa?" tanya Ryu yang pura pura tidak tahu.
"kamu tak tau ya, aku tak mau menjelaskannya. jadi baca saja buku ini, tapi, dulu saat klan uchiha dan senju bermusuhan. adik dari dewa Shinobi yang kita kenal yaitu Izuna Uchiha, terbunuh oleh adik dari Hashirama. karena melihat adiknya yang mati, dia mengalami rangsangan emosi yang kuat lalu kebencian terkumpul di matanya dan membentuk mata ini. Mangekyo Sharingan" ucap Fugaku setelah meminum habis tehnya.
"dan tidak di ketahui pasti berapa anggota yang memiliki mata itu, tapi aku yakin jika yang membangkitkan mata mangekyo sangat banyak jika di hitung keseluruhan."lanjut Fugaku.
"sebuah rahasia tak akan menjadi rahasia lagi jika di beritahu" kata Ryu singkat.
"hah...entah bagaimana caramu mendapatkannya, tapi berhati-hati lah jika sering di gunakan maka kamu akan menjadi buta" Ryu tak menganggap penting nasihat dari Fugaku karena matanya saat ini sudah menjadi eternal, sangat tak mungkin jika dirinya bisa menjadi buta.
__ADS_1
tetap duduk di sana dan membantu Fugaku untuk menghabiskan teh, mereka berbicara santai tentang Itachi yang sangat dekat dengan Shisui.
masih juga tak curiga, Fugaku membiarkan hal itu tanpa memikirkan lebih jauh tentang Masa depan. karena menurutnya Shisui sangat setia pada klan dan yakin tak akan pergi ke pihak hokage.
Fugaku juga bangga pada Itachi yang tak kalah jeniusnya dengan Shisui, walaupun tak sebaik Ryu. bahkan Fugaku menganggap Itachi bisa lebih dari Ryu walau dia tak yakin.
tanpa terasa, setelah membicarakan hal yang begitu panjang dan lama, suara Mikoto terdengar dari luar yang menyuruh mereka untuk menyudahi dan pergi pulang untuk beristirahat.
Ryu pergi setelah itu tetapi Fugaku tetap tinggal di sana menyelesaikan pekerjaannya, tidak menuju rumah Ryu pergi berkeliling sebentar di desa untuk mencari udara segar dan secara kebetulan bertemu dengan Kushina yang akan pulang setelah keluar untuk membeli kertas segel.
entah karena apa, Kushina mengajak Ryu ke rumah nya di malam hari yang dingin ini. karena pikiran Ryu yang sudah kotor sejak kecil, dia setuju tanpa pikir panjang.
ternyata oh ternyata alasan Kushina mengundang Ryu kerumahnya karena untuk meminta tolong memindahkan beberapa barang berat.
pulang ke rumah dengan lesu, Ryu melanjutkan dengan tiduran di atap menatap langit yang mendung tampang bulan dan bintang yang menghiasi.
"mono, apa benar yang kamu katakan kemarin malam?" tanya Ryu setelah mono duduk di sebelahnya, aroma khas mono langsung masuk ke hidung nya dan membuat nya menelan ludah.
"kemarin malam? tentang apa?".
"itu tentang yang katamu klan naga tidak memiliki emosi" kata Ryu.
"oh itu, tidak salah jika aku menyebutnya seperti itu karena banyak dari klan naga yang mengunci emosi mereka karena alasan yang berbeda. jika kamu bertanya apa alasanku, itu karena hanya akan menggangu ku saat bertempur. pernah saat itu aku mengampuni seorang pria tapi hasilnya aku hampir mati tertusuk oleh pedangnya". kata mono yang menceritakan alasan mengapa menyegel emosi nya.
"siapa dia?"
"soal pahlawan, apa saja kekuatannya?" tanya Ryu yang malah membuat ekspresi mono semakin jelas dengan kebencian.
"ck, tak begitu hebat. mereka hanya di pinjami kekuatan oleh para dewa, jadi itu tak terlalu menarik. tapi ada lima pahlawan yang memiliki kekuatan asli mereka. kesatria Gerald contohnya, dia berhasil menjadi pengawal raja dengan kekuatannya sendiri dan membuatnya di takuti karena kekuatannya yang sangat besar jika sudah mengantuk" kata mono.
"betulkan begitu?" tanya RyuuJin yang masih tak percaya.
"Terserah jika kamu tak percaya, aku sudah mengatakan yang sejujurnya" kata mono yang tak memperdulikan Ryu.
sekali lagi suara Mikoto terdengar dari jendela kamar untuk menyuruh Ryu masuk ke dalam dan beristirahat.
ke esokan paginya di tempat latihan, kelompok Minato sudah berada di sana, lalu RyuuJin dan Yokina yang menyusul beberapa saat kemudian.
perkenalan singkat, mereka berangkat dengan Ryu yang selalu dekat dengan Rin, cukup untuk membuat Obito kesal. di sisi Yokina dia tak terlalu memperdulikan itu.
sesampainya di camp. karena kekurangan ninja medis Rin terpaksa harus tinggal di sana bersama dengan Yokina, karena saran dari Yokina kalau Ryu juga pandai dalam hal medis dia juga meminta Ryu agar pergi ke tenda pengobatan.
di sisi lain juga, mereka juga kekurangan pasukan karena semuanya terluka berat dan membutuhkan perawatan yang intensif. mereka bingung untuk sementara waktu, hingga sudah di putuskan kalau Ryu akan ikut ambil bagian di penyerang.
__ADS_1
berkat informasi dari seorang penyusup di desa Kumo, Minato dan Ryu sekali lagi di berikan tugas untuk mengaburkan persediaan mereka dengan bantuan beberapa ninja sensor di camp.
meninggalkan sebuah klon untuk menjaga Yokina, Ryu berangkat bersama kawan untuk menghancurkan persediaan Kumo.
tanpa di sangka jika di dalam perjalanan mereka akan bertemu dari sosok yang ingin Ryu lawan, B sang jinchuriki ekor Delapan.
A dan B serta orang orang lainnya yang memiliki tujuan yang sama untuk menghancurkan persediaan, kebetulan malah bertemu dengan sosok yang di akui paling cepat oleh A calong RaiKage masa depan.
"B hati hati lah dengan orang bertanduk itu, dia sangat berbahaya!" kata ekor delapan pada B dalam pikirannya.
"Ryu, untuk orang itu, berhati-hati lah. dia memiliki hewan yang kuat di dalam tubuhnya" kata mono sambil mengarahkan pandangannya ke B.
"Ryu jangan!".
menciptakan Rasengan dengan elemen api di tangannya, Ryu melesat ke B sambil mengaktifkan mangekyo nya. sempat Minato menghentikan nya tapi karena Ryu lebih cepat itu sia sia.
Hampir saja serangan Ryu mengenai B, Sebuah tangan menariknya mundur dan menabrak batu besar di sana. beruntung nya Ryu sudah menghilangkan Rasengan nya sehingga tidak meledak.
"Kenapa kamu menarik ku?!" tanya Ryu sambil merapikan pakaiannya kembali dengan skill mangekyo nya.
"Diamlah, ini urusan orang dewasa" kata mono yang sudah berubah menjadi wujud naga aslinya.
Tampilan mono besar dan panjang dengan warna putih dan warna merah darah di beberapa bagian tubuhnya, mengeluarkan RAungan ganas sebagai tanda mulainya perempuan.
tak kalah dari mono, ekor delapan keluar dari tubuh B dan langsung mendarat kan serangan pada mono.
semua orang langsung menjauh karena dampak serangan dari keduanya pasti akan sangat besar, Ryu juga memperkirakan akan terjadi kehancuran total jika mono menggunakan seluruh kekuatannya.
'Sial, mono apa dia berniat menghancurkan hutan ini?' pikir Ryu yang melihat bola yang hampir mirip dengan biju sama terbentuk di belakang nya.
"Mono, Berhentilah!" suara RyuuJin terdengar di kepala mono untuk menyuruhnya berhenti.
"kau diam saja, jika aku kalah aku akan menjadi pelayan mu selama setahun!" kata mono tanpa pikir panjang karena dirinya saat ini di penuhi semangat untuk menghajar gurita di depannya ini.
"Guru Minato! suruh semua orang untuk menjauh sejuah mungkin, tempat ini akan menjadi hancur!!" teriak Ryu pada Minato yang hinggap di pohon.
"Bagaimana denganmu!!?" tanya balik Minato.
"Mencoba menghentikan Mono!!" teriak Ryu lalu pergi ke arah mono.
...****************...
Apakah harus memberikan ending yang bagus untuk Kakashi dengan menyelamatkan Rin? atau Obito?
__ADS_1
maaf kemarin tak bisa up. seharusnya bab 15 di up pukul 22:30 tapi karena Thor orangnya pelupa jadi. Thor lupa mempublikasi dan malah langsung keluar apk karena dah kebelet ke WC.
baru itu sekitar jam satu lebih Thor keinget, Duh!!! 😭🤦