
...Hari-hari Yang Damai...
"Ryu, bagaimana dengan Sanderanya". Tanya Minato yang tiba tiba muncul.
"Yahh, mereka sudah kabur lewat lubang yang ada disana, dan ada beberapa yang tinggal mencoba untuk mengulur waktu". jawab Ryu sambil menunjuk sebuah lubang dan mengatakan kembali apa yang di katakan Terumi tadi kepada Ryu.
"Dan siapa gadis ini?".
"Dia Terumi Mei, salah satu ninja dari desa kiri."
"Bagus kalau begitu, ayo pergi!" dengan suara *poft. Minato menghilang dan berubah menjadi kepulan asap.
Terumi Mei yang melihat Ryu hendak pergi menghentikan dan memintai tolong.
"t-tunggu.. bisakah kamu membantuku".
"hah?..menolongmu, kamu baik baik saja dan hanya terkena goresan kecil seperti itu dan kamu meminta bantuan ku?". ucap Ryu kesal karena dia menganggap Terumi keterlaluan karena hanya terkena goresan seperti itu sampai meminta tolong.
"...Eeee..itu..karena Cakra ku habis dan aku tidak bisa bergerak karena racun yang di miliki oleh orang itu tadi." ucapnya sambil mengarahkan pandangan mata ke sebuah jarum yang tergeletak beberapa centimeter dari Terumi berada.
'Huh..untungnya mono tidak ada..'
RyuuJin pun hanya bisa pasrah dan kehabisan kata kata karenanya, kemudian dia menggendong Mei di punggungnya menyusul Minato dan kawan kawan berada.
---
"Akhirnya aku bisa beristirahat.." mendesah pelan, RyuuJin akhirnya bisa merasakan kembali kelembutan dari kasus nya.
singkat cerita, setelah mengamankan para sandera dan memulangkan kembali Mei, RyuuJin berkata akan kembali duluan meninggalkan para teman temannya.
"Perang akan segera di mulai... bebasnya kyuubi dan juga malah pembantaian klan uchiha... hari-hari malasku akan segera berakhir.." gumam RyuuJin saat mengingat beberapa kejadian emosional yang terjadi akan di masa depan.
"perang? kenapa kau tidak memanipulasi pikiran orang menggunakan kekuatan mata mangekyo milik si Shisui yang kau ceritakan saat itu? kamu bisa menghentikan perang dengan mudah." ucap mono.
__ADS_1
(Cttn author : ga tau pasti Time Line di Canon saat Shisui bangkit in mangekyo nya, koreksi jika salah)
"jika memang semudah itu, maka sudah kuambil matanya sejak dulu dan kenapa kamu berjalan di atap lagi!?" ucap Ryu dengan nada sedikit jengkel karena kelakuan mono yang suka berjalan di atap.
"hmm? aku hanya meniru kebiasaan Nona Lylia. maafkan aku." saat menyebut nama Lylia nada suara mono sedikit berubah, dan tentunya Ryu tahu hal itu.
"Lylia? siapa lagi dia?".
"..." Diam. mono tidak menjawab pertanyaan dari Ryu.
"Baiklah kalau begitu aku tidak akan bertanya lagi, ayo mandi kalau begitu."
...
"Hati hati di jalan Ryu..!" ucap Mikoto kepada Ryu yang akan keluar rumah.
"Kemana kita akan pergi?" tanya mono yang sudah memeluk Ryu di leher nya.
"ke ramen ichiraku tentunya, siapa tau aku bisa bertemu dengan Kushina xixi..." ucap Ryu sambil cekikikan.
"ohh.. kakak Kushina".
"kamu mau kemana Ryu malam malam begini? tidak seperti biasanya." tanya Kushina keheranan karena yang dia tahu kalau Ryu suka di rumah saat malam.
"ke ichiraku ramen tentunya, kalian juga?". tanya balik Ryu.
"Pas sekali, kenapa kamu tidak bareng saja dengan kami, kami juga akan pergi kesana." kata Minato.
"hmm... maafkan aku, aku harus ke toko terlebih dahulu untuk membeli beberapa pakaian."
"hehehe...kau beruntung karena bertemu denganku Ryu, aku adalah orang yang hebat dalam beberlanja." ucap Kushina yang langsung menarik Ryu pergi, Minato tidak menghentikan Kushina karena dia juga tau apa yang akan terjadi pada Ryu nantinya.
'Semoga kau cepat keluar dari toko Ryu..' pikir Minato dalam dalam dan kemudian pergi melanjutkan perjalanan mereka ke ramen ichiraku.
sesampainya di toko.
__ADS_1
"Jadi Ryu, kau ingin membeli pakaian apa?".
"Hmm...biar kupikir dulu,....apa kamu tahu pakaian yang cocok untuk wanita saat di gunakan untuk sehari-hari?".
"ohh..aku tahu beberapa yang cocok.. tunggu dulu, Ryu..kamu..membeli ini untuk.. pacar mu?." tanya Kushina dengan kaget.
'uhh... pasti susah untuk menjelaskannya.'
-(Time Skip 2 bulan Kemudian)-
selama sebulan terakhir, yang di lakukan Ryu tidak lebih dari bermalas malasan di rumah. yang di lakukannya hanya bangun-makan-bermain dengan mono - makan lagi - tidur lagi - bangun lagi - bermain dengan mono dan seterusnya selama dua bulan.
latihan nya juga berhenti karena itu bahkan latihan membuat segelnya dengan Kushina harus berhenti.
tetapi saat di rumah, dia tidak benar benar malas, dia juga membantu Mikoto seperti memasak, mencuci piring, menyapu dan mengajari beberapa hal yang akan merubah pikiran Itachi di masa depan karena itulah hubungan mereka menjadi lebih baik.
Fugaku juga lebih sering pulang akhir akhir ini, dia juga memperlihatkan Itachi yang masih sangat muda beberapa teknik gaya api yang membuatnya terkesan.
hingga akhirnya pada sore harinya bel rumah berbunyi lagi menandakan ada orang yang membunyikannya.
*Ding-
"Ryuu buka pintunya, ibu sedang memasak!" teriak Mikoto dari dapur.
RyuuJin yang masih tertidur terpaksa harus bangun dan berjalan ke lantai satu untuk membuka pintu.
'uhh...kenapa kau tidak menyuruh ayah saja...' gerutu Ryu dalam hati.
sesampainya di depan, Ryu membuka pintu dan nampak sosok yang di kenalnya berdiri dan tersenyum manis.
"...kau..!?"
...****************...
bab pendek guys dikarenakan pikiran author yang sedang rumit memikirkan tugas sekolah.
__ADS_1
dan seperti biasanya, jika ada saran tulis di komentar..◉‿◉