Naruto : Kelahiran Kembali Menjadi Keturunan Otsutsuki

Naruto : Kelahiran Kembali Menjadi Keturunan Otsutsuki
Bab 18


__ADS_3

...Kematian ****Obito**** Dan Memenangkan Pertempuran...


 ---


"Kakashi, apa yang terjadi?" tanya Minato pada sosok Kakashi yang sudah menutup mata kirinya, luka goresan terlihat jelas di matanya.


tapi yang membuatnya bingung, di mana Obito. Minato tahu betul kalau Obito itu sangat setia kawan tak mungkin jika dia akan meninggalkan timnya.


setidaknya itulah yang di pikirkan oleh Minato saat melihat ekspresi wajah Kakashi yang terlihat kacau, tak lama kemudian Ryu juga datang dengan sebuah pedang besar di punggungnya.


"Cepat! keluarkan Obito, dia ada di dalam!" teriak Kakashi pada Ryu yang baru saja sampai sambil menunjuk gua yang terlah runtuh.


mengikuti jari telunjuk Kakashi, Minato dan Ryu melihat gua yang telah runtuh oleh bebatuan membuat ekspresi Minato langsung berubah. memasang wajah menyesal, Ryu berkata pada Kakashi yang telah menangis.


"Kakashi, maafkan aku... Obito, dia..."


belum sempat menyelesaikan kalimatnya nya, Kakashi segera berkata.


"Tidak, Obito tidak mati!.. dia masih di dalam sana menunggu kita untuk menyelamatkan nya!" teriak Kakashi yang belum menerima kalau Obito sudah tewas.


melihat bebatuan besar yang ada di gua membuat Minato menghela nafas, dia sendiri juga tak yakin kalau Obito bisa selamat dari batu besar itu.


'obito tidak mati Kakashi, dia sudah di selamatkan oleh Madara'


hanya Ryu lah yang mengetahui kebenaran kalau Obito masih hidup dan sedang di rawat oleh Madara di suatu gua yang masih misterius.



karena permintaan Minato yang menyuruhnya untuk memindahkan beherapa batu yang jatuh, Ryu menerimanya dan membuat klon.


beberapa saat kemudian setelah menyingkirkan batu yang berjatuhan, mereka masuk ke dalam dan mulai mencari di mana mayat Obito.


Kakashi yang tau persis di mana Obito terkubur langsung bergerak ke sana, memimpin yang lain agar mengikuti Nya.


"Bagaimana ini!? kenapa Obito tidak ada?" teriak Kakashi kebingungan karena tubuh Obito tidak ada di sana, hanya meninggalkan bekas darah.


"Kakashi, pasti Obito sudah di selamatkan!" seru Rin penuh harapan.


"Ya benar! pasti ada seseorang yang menyelamatkan Obito!" mengangguk setuju, Kakashi juga memiliki harapan besar.


tetapi Minato, dia menyipitkan matanya. jika ada seseorang yang menyelamatkannya kenapa dia harus menumpuk batunya kembali.


dia terus berpikir tentang itu setelahnya,hingga ada beberapa ninja yang datang karena melihat suar bantuan.


yang datang adalah lima orang ninja Konoha, masing masing dari mereka memiliki kekuatan hampir setara dari Jonin. bahkan ada anggota klan uchiha di sana.


"Guru Minato, anda di tugaskan oleh Hokage untuk segera kembali karena pasukan kita kalah jumlah, dan begitu juga dengan mu, Ryu" Kata orang klan uchiha pada Minato dan Ryu.


tampilan orang itu adalah seorang pria akhir tiga puluhan dengan rambut hitam panjang dan bekas luka di dahinya.


"Dan juga, junior Yokina meintaku memberikan ini padamu, saat berpapasan denganku tadi" lanjutnya lagi sambil mengeluarkan sebuah surat.


menerima surat itu Ryu hampir saja membukanya, tetapi kembali menyimpannya di kantungnya.


"terimakasih." ucap Ryu.


walaupun hatinya masih dalam kondisi sedih dan berduka, tetapi perang masih berlanjut dan semakin panas.


apalagi dirinya yang di tugaskan sebagai komandan, memerintah tanggung jawab yang besar atas pasukannya yang sedang berperang.


memberikan Rin dan Kakashi sebuah kunai untuk berjaga-jaga jika ada serangan, Minato segera kembali bersama Ryu ke garis depan.


meninggalkan Rin dan Kakashi yang juga sedih karena kehilangan temannya.

__ADS_1


"Baiklah, kita harus segera kembali" kata orang Uchiha.


Setelah semua orang meninggalkan tempat ini, muncul sosok hitam tak jauh dari lokasi gua tempat Obito terkubur di dahan pohon. dia tak lain adalah zetsu hitam, penjahat tersembunyi di anime.


"Rencana mata bulan Madara sudah berjalan, maka rencana ku juga. dan RyuuJin, ibu pasti akan bangga jika dia tahu" gumam zetsu hitam


"seharunya aku tidak menghalangi orang orang itu untuk datang, kan? itu akan menjadi pertunjukan yang bagus" katanya saat melihat beberapa sosok ninja Iwa yang dia ikat di pohon.


setelah mengatakan itu, dia menghilang kembali ke dalam Dahan pohon yang membuat tempat itu menjadi sunyi.


 


kembali ke Minato dan Ryu.


"kenapa kamu membakar nya?" tanya Minato saat melihat Ryu membakar surat yang di berikan padanya dari orang Uchiha atas nama Yokina.


"akan ku beri tahu. Yokina tidak akan pernah mengirimkan surat, jika Iya, surat itu pasti memiliki simbol khusus kalau itu darinya" jelas Ryu.


"jadi, maksudmu mereka itu..." Minato berhenti tiba tiba dan bersiap akan melakukan teleportasi.


Jebakan. itulah yang di pikirkan nya, mengingat kembali lima orang yang datang karena suar bantuan, apa lagi orang empat orang lainnya yang memiliki wajah aneh membuat nya semakin yakin.


mereka diam dan memiliki tatapan mata yang aneh, datar seakan tidak ada emosi sedikitpun, apa lagi wajah mereka yang tak bergerak.


"tunggu!, kamu salah" kata Ryu mengentikan tindakan Minato.


"hah? salah?".


"yang orang Uchiha itu memang benar adalah ninja Konoha. tapi yang lainnya tidak, mereka terkena genjutsu!" kata Ryu sambil mengaktifkan sharingan nya.


"benar...dia dari klan uchiha...hah, aku terlalu khawatir" kata Minato menyentuh keningnya.


"lalu untuk surat tadi?".


"kalau untuk itu entahlah, jika harus mencurigai di orang Uchiha itu, tentu tak mungkin, dia sendiri adalah orang yang membantu ku saat di klan" kata Ryu.


"pedangmu itu... hidup?" tanya Minato sambil berjalan.


"tentu saja, karena dia adalah mono" balas Ryu.


"Apa? mono!?" tanya Minato terkejut.


Ryu kemudian menjelaskan bagaimana mono bisa berubah menjadi pedang yang menggunakan kemampuan Manipulasi nya, dia bisa memanipulasi apa pun itu selama dia mau.tangan, kaki, ekor bahkan tubuhnya.


walaupun kemampuannya sangat kuat, itu juga memiliki kelemahan. jika dia berubah menjadi seekor kucing, maka perilakunya akan sangat mirip seperti kucing, jika dia berbuah menjadi benda seperti pedang, dia akan memiliki rasa haus darah yang besar, bisa di katakan tanpa batas karena akan terus lapar akan darah.


di saat berbuah menjadi pedang, bisa saja dirinya bergerak tanpa bantuan orang lain, dia bisa saja menggerakkan dirinya dengan leluasa.


"Lalu kenapa dia berubah menjadi sebuah pedang?"


"entah lah, katanya. aku hanya harus membunuh sebanyak mungkin orang agar bisa mendapatkan darah mereka dan menggunakannya sebagai obat penyembuhan" kata Ryu sambil mengangkat bahunya.


Tanpa terasa mereka berdua sudah sampai di jembatan Kanabi yang berada di Kusagakure, tempat terjadinya perang.


muncul di tengah-tengah antara para ninja yang sedang bertarung, Ryu mengambil pedangnya dan bergerak membunuh ninja Iwa yang di tenuinya.


Menggunakan kemampuan yang sudah di ajarkan mono beberapa saat lalu, Ryu menarik ninja ke arahnya sehingga lebih mudah dirinya untuk menyerang.


minato melemparkan kunai yang sudah di pasangi segel ke tempat sekitar, agar lebih mudah bergerak dan menyerang serta menghindar jika di perlukan.


"Bantuan sudah datang!" teriak ninja Konoha sambil mengarahkan tangannya ke Minato dan Ryu yang menyerang dari kedua sisi.


"itu si kilat kuning Konoha! semuanya mundur!" teriak ninja Iwa yang melihat sosok Minato muncul dan menghilang terus menerus, tetapi membunuh orang setiap dia muncul.

__ADS_1


"Dan itu si Bunglon Uchiha, jangan menatap matanya atau hidupmu akan berakhir..walaupun kita tetap akan mati."katanya dengan putus asa.


seketika ke adaan berbalik karena kehadiran Ryu dan minato, apa lagi Ryu yang sekarang sudah basah karena darah musuhnya yang terciprat ke dirinya.



berdiri di antara tumpukan mayat, Ryu berdiri diam tak bergerak menyaksikan pedang di tangannya yang perlahan berubah menjadi sosok mono yang dirindukannya.


"Mono!" kata Ryu dan langsung memeluk mono.


"Ryu...lepaskan, banyak orang yang melihat kita" kata mono yang malu.


"jadi, jika tidak ada orang baru tidak apa apa" kata Ryu sambil tersenyum kecil.


"Eee...Ekhem, Ryu tahanlah sampai di rumah" kata Minato yang menyaksikan dari belakang.


melepaskan mono karena sudah puas memeluk, mono langsung berubah dan menghilang masuk ke dalam portal yang menuju ke posisi Yokina berada.


 


Karena dalam posisi yang sudah terpojok dan kekurangan sumber daya, tsucikage terpaksa melakukan gencatan senjata dengan konoha.


tentunya tsucikage tidak menerimanya dengan mudah.


setelah perundingan yang lama dan panas, desa Iwa menyetujui perjanjian damai dengan Konoha yang berarti Konoha berhasil memenangkan peperangan.


setelah beberapa hari semenjak gencatan senjata Iwa dengan Konoha, desa kiri mulai ikut campur dalam perang yang di mulai dengan penyerangan mereka terhadap sebagian ninja Konoha.


dan klan uchiha di kirim ke Medan perang kiri karena itu, tidak dengan Minato, Ryu sendirian kali ini. beberapa orang klan uchiha yang di kenal Ryu hadir di Medan perang, Fugaku sendiri juga ikut hadir ke dalam Medan perang.


tidak hanya di klan, ninja Uchiha lain yang sedang dalam misi atau di Medan perang lain di kumpulkan di sini, tentunya hal itu membuat para tetua klan uriga karena dalam kabut, mata sharingan tak bisa melihat.


perdebatan di antara petinggi klan uchiha dan pihak hokage terjadi, yang berakhir klan uchiha kalah dalam debat itu.


 


"hah.." menghela nafas, Ryu menatap dingin ninja kiri yang ketakutan.


"tidak adakah lawan yang lebih kuat selain uni? aku bosan menghadapi genin." kata Ryu dan kemudian merubah senjatanya ke kunai.


ngomong ngomong, Ryu sudah menguasai hampir seratus persen dari Raja Semua Senjata yang di mintanya di awal bab, dia bisa merubah senjatanya menjadi apapun itu. bahkan, dia bisa meniru Samehada, pedang dari tujuh pendekar pedang yang terkenal.


*Splash


mengibaskan pedang nya yang berlumuran darah, Ryu membiarkan ninja kiri itu lari ketakutan, Ryu pun berjalan ke balik pohon yang sudah ada Terumi Mei yang tak sadarkan diri.


"kenapa kamu membiarkannya pergi?" tanya mono yang melingkar di leher Ryu.


"dia akan berguna di masa depan, mungkin. tapi yang ini akan sangat berguna sekarang ataupun masa depan" kata Ryu lalu menaruh pedangnya dan membuat api unggun untuk membakar ikan yang sudah di tangkap nya tadi Sore.


"dia? dari yang kulihat dari ingatan ninja tadi, dia keturunan terakhir dari Klan nya yang sudah di bantai habis" kata mono sambil memasang wajah prihatin.


"dari pada kamu terus di sana lebih baik menangkap ikan di sungai agar aku dan Mei bisa makan" protes Ryu.


"ya,ya,ya akan ku tangkap apa itu selagi itu berenang" kata mono sambil berjalan pergi.


 


karena bau ikan yang di panggang Ryu, Terumi terbangun dari pingsannya dengan linglung dan melihat sekitar.


"Yo!" kata Ryu yang tiba-tiba muncul di belakang Terumi.


"Kyaaa....!!!" teriaknya kaget.

__ADS_1


...****************...


bab panjang guys...😉


__ADS_2