Naruto : Kelahiran Kembali Menjadi Keturunan Otsutsuki

Naruto : Kelahiran Kembali Menjadi Keturunan Otsutsuki
Bab 27


__ADS_3

...Tanpa judul...


 


Gaya Api : Nafas Naga Api


melakukan segel tangan, Yokina menyemburkan api yang sangat panas dan juga dalam area yang luas. bahkan sungai yang di jadikan tempat latihan mulai menguap dan mulai sedikit surut.


menghela nafas yang masih tersisa sedikit percikan api, Ryu dari samping mengangguk dan ada kebanggaan tersendiri di matanya.


"tidak buruk... hanya saja, kamu hampir membakar hutan di samping" ucap Ryu lalu menunjuk beberapa pohon yang terbakar.


"sebagai orang yang bertanggung jawab, sekarang padamkan itu" ucap Ryu.


"iyaa... tapi kapan kita istirahat? aku sudah sangat lelah, kita mulai berlatih sejak tadi pagi. aku bahkan belum sarapan "


protes Yokina, dan kemudian mulai mengambil air untuk memadamkan api yang di buatnya.


"tinggal sedikit lagi, hanya sebentar...." balas Ryu.


"huh! kamu selalu mengatakan sebentar, sebentar. bahkan itu sejak siang tadi.. ini sudah hampir sore kau tau, aku bahkan belum mandi"


kata Yokina pelan sehingga tidak di dengar oleh Ryu, dirinya tidak menggunakan gaya air karena itu di larang oleh Ryu. dia hanya bisa menurut dan tidak banyak protes.


"aahhh, ini api apa bukan sih... dari tadi tidak padam juga " gumam Yokina ketika api yang sudah di siram nya dengan air tidak juga padam.


"oh ya, aku lupa. api itu tidak akan bisa padam dengan air biasa, setidaknya membutuhkan satu teknik gaya air tingkat B baru bisa. maafkan aku, aku lupa "


dari ke jauhan, Ryu berkata ketika melihat api yang masih menyala. bahkan nyala apinya menyebar karena banyaknya daun kering.


"haishh, aku terlalu banyak begadang makanya menjadi cepat lupa, seperti nya penyakit ku dulu mengikuti sampai ke sini" ucap Ryu yang memegangi kepalanya.


"mono pasti tau semacam ramuan agar aku bisa menyembuhkan penyakit ini, tapi masalahnya dia tidak ada di sini- "


dari jarak yang tidak jauh dari Yokina, terdapat seseorang dengan tampilan sangar dan berniat akan menebas Yokina. Ryu dengan cepat bergerak ke arah Yokina sambil membuat susano melapisi Yokina.


"Kina, di belakang mu!" teriak Ryu sambil meluncurkan sebuah kunai.


berbalik Yokina menemukan seorang laki-laki yang berniat menebasnya dengan pedang besar, andai saja Ryu terlambat maka kepala Yokina sudah terbebas dan meninggalkan tubuhnya.


di sisi pria itu, melihat serangannya gagal dan melihat Ryu yang membentuk Rasengan di tangannya berniat akan mundur, menyadari niatan dari seseorang yang akan menyerangnya Yokina dengan cepat memegangi kakinya.


*Sleb


kunai yang di lemparkan oleh Ryu menancap di kepala orang itu dan membuatnya tewas seketika, tubuhnya jatuh ke tanah dan Yokina menjauh untuk menghindari jika ada serangan dadakan.

__ADS_1


"sangat mudah? aku juga hanya bisa merasakan sedikit Cakra di tubuhnya, jangan bilang kalau dia adalah pria biasa!" kata Ryu yang mengamati mayat di depannya.


"itu pasti hanya pemburu hadiah, kan? tapi jika di pikir lagi, itu pasti tidak mungkin bagi orang selemah itu bisa lolos dari pelacakan mu, benarkah Ryu?" tebak Yokina.


"mungkin, tapi lihat itu, lebih teliti. ada semacam tulisan di beberapa tubuhnya, seperti di tangan, kaki, dan juga kepalanya. itu pasti semacam segel, dia bukan orang biasa. sebaiknya kita urus dulu mayat ini dan berikan pada mono"


kata Ryu dan kemudian mengeluarkan sebuah gulungan, dengan beberapa segel tangan Ryu berhasil menyimpan mayat itu ke dalam gulungan dan kemudian menyimpannya.


" kita pergi. kina, bersihkan dirimu dan aku akan membereskan perlengkapan, Kita harus cepat karena pasti ada orang lain yang ke sini"


selesai berkata Ryu membuat klon dan menyuruh mereka untuk beres beres, dan dia pergi memadamkan api.


 


"hanya tinggal sesaat lagi untuk kita bisa ke desa terdekat, lima belas menit mungkin" melihat peta di tangannya, Yokina mengatakan perkiraan nya tentang waktu yang di butuhkan.


"hah, cukup lama ya jika harus berjalan kaki. jika saja mono ada, itu pasti sangat singkat" kata Ryu sambil menyimpan kembali peta dari Yokina.


"benar Ryu, soal mono. dia di mana? sudah hampir satu hari dia tidak ada" tanya Yokina.


"dia masih berada di desa uzushio, ada hal yang harus di lakukannya di sana karena dia ingin memberikan sebuah benda padamu, tidak tau benda apa" jawab Ryu lalu melanjutkan jalannya.


"begitu, kamu mungkin pernah memberitahu ku kalau kita akan kembali dalam beberapa bulan, aku menebak jika itu enam bulan, kan?" tebak Yokina.


klan uchiha banyak berkontribusi besar dalam berbagai hal, dalam perang mereka banyak membantu dalam jumlah dan juga kekuatan. apa lagi saat dulu, pengorbanan mereka sangat banyak jika di bandingkan yang lain, tapi karena ulah beberapa hama hal itu menjadi terlupakan.


"dan kina, tanggal berapa ulang tahunmu?" tanya Ryu.


"Tanggal empat belas Agustus, aku sedikit lupa karena tidak merayakan nya" jawab Yokina.


"Ryu aku mau bertanya, berapa umurmu yang sebenarnya. apakah tiga belas atau enam belas? kamu bercerita kalau kamu terjebak di lembah naga selama empat tahun ?" tanya Yokina.


"Enam belas, aku berada di saja saat berumur delapan tahun, dan jika di hitung maka umur ku adalah enam belas. jadi... sekarang panggil aku Onii Chan!" ucap Ryu lalu merangkul Yokina.


perbedaan umur mereka sebenarnya tidak terlalu jauh dari dua tahun, dengan Yokina berusia empat belas.


"hmph, jangan harap! bahkan jika kamu memaksa" kata Yokina yang berusaha melepaskan tangan Ryu.


 


"Apakah ada satu kamar kosong? nona?" tanya Ryu pada pemilik penginapan yang seorang wanita muda.


"Ekhem, apakah ada satu kamar kosong yang tersisa?" menyadari jika dia satu kamar dengan Ryu tidak akan bisa tidur, Yokina memesan satu kamar lagi untuknya.


Ryu yang sudah tau hal itu memberikan kode kedipan mata ke pemilik penginapan, dengan harapan dia akan bekerja sama dengannya.

__ADS_1


"maafkan aku... hanya satu kamar yang tersedia, satu lagi sudah di pesan... sekali lagi, maafkan aku" kata pemilik penginapan yang sebenarnya, kamar itu memang sudah di pesan karena tergantung terpisah dengan yang lain.


tersenyum kecil, Ryu memberikan uang lebih dan mengambil kunci kamar dan berjalan ke atas karena kamar mereka yang berada di lantai dua.


membuka kunci, sebuah kamar dengan ukuran sedang dan lengkap dengan kamar mandi, toilet, dapur dan juga meja kursi yang di gunakan sebagai tamu.


"tidak perlu khawatir, aku tidak akan melakukan hal aneh... " kata Ryu lalu masuk dan merebahkan dirinya ke kasur.


"ahhhh.... kasur empuk memang yang terbaik!" desah Ryu panjang.


mengambil handuk, Yokina akan langsung mandi dan mengambil pakaiannya di dalam tas. karena air yang terlalu dingin dia harus menunggu air panas yang di masakannya dan mandi.


"satu kali tidak apa apa kan? hanya satu kali, tidak lebih" gumam Ryu ketika melihat percikan air di kamar mandi.


"Idiot! kamu mau mengintip, jangan lupakan janji mu dulu" di pundaknya, sosok kecil mirip dirinya berkata padanya.


"tidak... kawan, tidak mungkin aku melakukan itu" balas Ryu sambil mengalihkan pandangannya.


"Pembohong, aku bisa merasakannya! jangan lupa kalau kita terhubung, aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan dan inginkan" kata sosial kecil di pundaknya.


"baiklah, aku tidak akan... " balas Ryu dan terbangun dari halusinasi nya.


"fiuh... lebih baik aku jalan jalan saja" ucap Ryu lalu menuliskan surat kalau dia akan pergi sebentar.


di saat dia sedang menulis, dari kamar mandi dia mendengar kalau Yokina memanggilnya, Ryu pun bergegas berjalan ke sana.


"idiot, itu hanya halusinasi mu saja. dia tidak memanggil mu, dia hanya bernyanyi!" kata sosok kecil di pundaknya.


"tapi aku jelas jelas mendengar nya, dia memanggil namaku! aku yakin" balas Ryu pada sosok pundaknya.


"cih, dulu kita hidup dengan menuruti nafsu, kita hidup di dunia baru dan tentunya kita harus hidup dengan gaya hidup baru. bukan malah tambah rusak seperti dulu! kau ingin di masukan ke sel Zero?" kata sosok di pundak Ryu yang mengingatkan nya pada kenangan masa lalu.


Ryu pun terdiam, dia mulai memikirkan kenangan pahit nya di sel Zero. di tempat itu dia sangat tersiksa secara fisik dan mental sehingga setelah keluar dia memutuskan untuk mulai menonton anime, film, Manga, dan juga novel.


"huh... kamu benar, aku akan pergi.... kalau begitu, terimakasih RyuuJin Bijak. aku akan mengandalkan mu ke depannya" kata Ryu yang telah sadar.


"bagus! kalau begitu pergilah keluar, Carikan setidaknya barang yang di sukai Yokina" kata RyuuJin bijak dan kemudian menghilang.


terbangun dari lamunannya, Ryu kembali berjalan ke arah pintu ke luar dan pergi ke luar dengan saran dari RyuuJin bijak untuk membeli barang yang di sukai Yokina.


tapi langkahnya terhenti, dia tidak tau barang yang di sukai Yokina! ke panikan terlihat jelas di wajahnya, berpikir sejenak Ryu kemudian memutuskan untuk membelikan Yokina manisan.


...****************...


huft....

__ADS_1


__ADS_2