
...Kembali Sebagai Pahlawan...
...---...
"Mereka untuk ku, Ryu?" tanya mono dengan harapan harapan Ryu akan mengatakan iya.
Ryu yang berada di dalam tubuh susano menatap dingin para klan Kaguya karena terus menyerangnya, karena pertahanan susano yang sangat kuat mereka tak bisa menembusnya, apalagi menggores nya.
"ya, tapi sisakan beberapa atau setengahnya. agar mereka tak punah" tanpa berlama-lama mono langsung memperbesar tubuhnya hingga menjadi dua kali lipat dari orang dewasa.
"hah, apa hanya seperti ini, aku terlalu berharap untuk bertarung dengan serius. mungkin hanya level Kage, tidak mungkin level super Kage? entahlah, hanya mono yang tahu" menjawab pertanyaannya sendiri, dia melihat banyaknya tubuh tak bernyawa di sekitarnya.
"yahh, lebih baik aku pulang dan mengambil hadiah ku. hehehe" menonaktifkan mangekyo nya, Ryu bergegas pulang ke tenda tempatnya tinggal.
di perjalanan nya, dia menemui banyak orang yang menganggap nya sebagai pahlawan, karena kehadirannya langsung merubah situasi pertempuran yang tadinya mereka seimbang menjadi menang.
tak hanya itu, ada beberapa ninja klan uchiha yang menatapnya kagum sekaligus iri karena mereka tau dari mana asal makhluk raksasa Ryu.
mereka hanya tau jika mangekyo saringan memberikan kekuatan yang besar jika di bangkitkan, tanpa tau efek samping yang di rasakan.
kebutaan dan hilangnya orang tersayang lah yang membuat mata ini aktif, entah berapa jumlah total sebenarnya orang klan uchiha membangkitkan mata terkutuk ini.
sesampainya di tendanya sudah ada Yokina yang sedang membersihkan diri, tanpa rasa malu sedikit pun Ryu langsung memeluknya dari belakang.
---
"*menghela nafas*.... seharusnya aku tidak melakukan itu tadi" duduk di kursi Ryu memiliki bekas luka telapak tangan di pipinya, Ryu bergumam tampak menyesali perbuatannya tadi.
"dan...kenapa dia bisa melukai ku? seharusnya itu tak mungkin karena sudah ku persiapkan pelindung di sana" dalam pikirannya Ryu berkata pada mono yang sekarang sudah di lehernya.
"tidak tau... mungkin itu karma" jawab mono dengan sedikit kesenangannya.
"yah... kamu memiliki saran yang bagus mono? kita memiliki banyak uang disini" kata Ryu sambil mengeluarkan segunung uang di tenda.
"jika begitu aku tidak bisa menahannya" tersenyum kecil, mono menyeret Ryu keluar dari camp dengan lewat udara.
Yokina yang masuk ke tenda Ryu sambil membawanya bubur, di buat marah karena Ryu sekali lagi meninggalkan nya.
__ADS_1
kali ini mono membawa Ryu kembali ke Konoha, suasana dalam desa tampak ramai dan tenang tak seperti di desa lain yang siap siapa kalau ada penyusup.
Ryu dan mono masuk menggunakan Henge no Jutsu sehingga mereka tak terdeteksi oleh orang orang, tak banyak ninja yang ada di desa karena semuanya di tugas kan di Medan perang.
menyisakan beberapa chuunin dan genin yang baru lulus akademi, Ryu sempat berpapasan dengan kushina yang sedang berbelanja dengan Mikoto.
beruntung mereka tak ketahuan karena mono sudah menyembunyikan aura mereka berdua, dan hanya menyisakan kurama yang tau.
"jika di ingat lagi, bisakah aku membuat biju ku sendiri? akan sangat bagus, kan?" gumam Ryu setelah merasakan kalau kurama sedang memperhatikan nya.
"bagaimana menurutmu, mono?" tanya Ryu pada mono yang terdiam tak bergerak, pupil matanya yang tadinya berwarna ungu berubah.
"eh... oh Ryu, tadi kamu menanyakan apa? aku tidak mendengarnya" mono yang kembali karena kesadaran pergi ke tempat lain, bertanya pada Ryu yang menatapnya tajam.
"bisakah kamu menahannya? jika dia sampai lepas, makan kushina akan dalam bahaya!" dalam pikirannya Ryu memarahi mono.
"hah, kamu terlalu khawatir, santai saja dia tak akan lepas segelnya terlalu kuat untuk dirinya" balas mono santai.
"yah, cepatlah sebelum kita kehabisan kamar VIP" ucap mono dan berjalan pergi.
di sisi kushina, dia hanya merasakan sakit pada perut nya dia hanya membiarkannya karena hanya sebentar dan tak terlalu mengganggu nya.
Sementara itu di kantor Hokage, Hiruzen dan para kawanannya mendapatkan surat dari negara pasir yang mengajak gencatan senjata.
Satu bulan kemudian, muncul sebuah berita yang menjadi topik hangat di seluruh desa Shinobi karena berita itu adalah berakhirnya perang dunia Shinobi ketiga.
di saat banyak orang yang bahagia karena berakhirnya perang, banyak lagi orang yang bersedih karena di tinggal oleh sang kekasih.
banyak wanita yang sudah bersuami menjanda, anak anak menjadi piatu, yang membuat mereka kesusahan karena tidak ada yang menafkahi.
selama perang itulah muncul banyak sosok hebat, Sasori si pasir merah, Kilat kuning Konoha, RyuuJin si Raja hipnotis, dan masih banyak lagi.
sementara itu mereka juga di kejutkan oleh berita tentang Kematian sang Raikage ketiga yang di kenal sebagai tombak terkuat dan perisai Terkuat, yang tewas karena bertarung melawan ninja Iwa .
pertarungan tiga hari tiga malam yang menghabiskan pasukan ninja Iwa sebanyak sepuluh ribu, Raikage tumbang karena kelelahan.
Ryu tentu menonton pertarungan epic itu bersama dengan mono dan lengkap dengan persediaan mereka berupa keripik.
__ADS_1
Di gerbang desa Konoha, orang orang berkumpul di sana untuk menyambut para orang orang yang selamat dari perang, juga menyambut para pahlawan mereka.
mereka menyambutnya dengan gembira melupakan pengorbanan mereka yang sudah gugur, anak anak, orang dewasa, lansia, mereka hadir di sana dengan wajah gembira apa lagi anak anak yang melihat idola mereka.
di saat mereka tersenyum Kakashi di barisan belakang terlihat murung, dia kehilangan kedua temannya yang sangat dia sayangi, kejadian saat dirinya menikam Rin menggunakan chidori terus berputar di kepalanya.
dia menganggap sambutan itu tak pantas untuknya yang sebagai pembunuh teman, dia akhirnya sadar jika pertemanan itu lebih penting dari misi tapi semuanya sudah terlambat.
Di rumah, Ryu dipeluk erat oleh Mikoto yang terus menerus memikirkan keselamatannya di Medan perang, setiap hari hatinya tak tenang memikirkan bagaimana Ryu di sana.
"Halo, Bu. apa kamu tidur dengan baik?" kata Ryu setelah Mikoto melepaskan pelukannya dan bertanya yang di jawab sebagian hangat darinya.
"baik... lalu di mana ayahmu?" tanya balik Mikoto yang tidak melihat keberadaan Fugaku.
"entahlah, dia mungkin sedang rapat di kantor hokage. apa ibu tidak tau kalau hokage ketiga akan pensiun?" Jawab Ryu lalu masuk setelah Mikoto melepaskan nya dan kemudian menutup pintu.
"lalu, mana kina?" sambil menyerahkan piring Mikoto bertanya.
"kembali ke rumahnya tentunya, ibu tidak tau kalau dia masih ada anggota keluarganya?" jawab Ryu.
"siapa, seingat ku dia tinggal sendiri" masih kebingungan Mikoto berkata lagi setelah mengingat.
"ah iya, benar, ada seorang laki-laki gendut yang terus masuk kerumahnya" kata Mikoto, di ingatan nya dia mengingat kalau ada seorang laki-laki bertubuh gendut.
"jika dia gendut, maka aku ini apa?!" kata Ryu tak terima, yang di ingatnya Yokina memiliki seorang paman yang memiliki tubuh kurus tinggi.
"tidak, kamu salah paham dia memang gendut!" dengan tangan di pinggang, Mikoto berkata.
'jika di ingat lagi, bukankah ini mirip dengan yang di alami pacar teman dari temanku dulu? arhhh... dia sudah di jadikan budak sejak kecil!'
"y-yah... lupakan itu, jadi kita memiliki lauk apa kali ini?" ucap Ryu mengalihkan topik.
"tentu Nasi goreng telur kesukaan mu!" jawab Mikoto lalu membuka sebuah tudung di meja.
...****************...
hah, menulis lebih susah dari yang kukira.
__ADS_1
dan btw, makanan kesukaan kalian apa guys? kalo saya nasi goreng.