
...Ryu Yang menjadi Kucing...
---
"Hei mono, apa kau punya ide yang menarik hari ini?" di tempat tidurnya, Ryu berkata dengan wajah lesu pada mono yang masih berdiri di tempat biasanya.
"tidak ada, kenapa tidak jalan jalan saja?" saran mono karena melihat cuaca dari jendela yang cerah namun mendung.
"hm.. benar juga,.. ke rumah Kushina sepertinya ide yang bagus. Minato biasanya pergi di saat seperti ini" berkata pada dirinya sendiri, Ryu kemudian bangkit dan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
…
"Mono, kamu tau di mana Kushina berada" tanya Ryu.
".... dia di toko ramen dekat sini, dan Ryu aku akan pergi sebentar, jangan membuat masalah jika aku tidak ada" ucap mono lalu turun dari leher Ryu dan pergi meninggalkan nya dengan cara terbang.
menggelengkan pelan kepalanya, Ryu mulai berjalan menuju toko ramen dekat sini dengan beberapa orang yang membicarakannya dari belakang.
terlihat juga ada seorang gadis yang berjalan ke arah Ryu sambil membawa kotak kado, terbungkus rapi dengan sebuah pita di ikatannya.
"Ah, iya. terimakasih" ucap Ryu pada wanita yang memberikan kado untuknya, Ryu pun menaruhnya di kantong karena ukurannya yang pas.
karena prestasi nya di Medan perang kemarin, banyak orang yang mulai menghormati nya termasuk para anak kecil yang mengidolakan nya.
beberapa kali dia mendapat kan hadiah dari orang orang, banyak juga yang mengucapkan selamat padanya.
walau sudah mendapat julukan pahlawan di Medan perang, tetap saja ada seorang yang menaruh rasa benci padanya.
salah satu petinggi desa Konoha, Danzo, adalah salah satunya. dia menyuruh para anggota root untuk menyebarkan isu yang menjelekkan namanya.
…
"Ryu... di sini!" dari balik tirai kushina berteriak memanggil Ryu.
Ryu menoleh dan melihat Kushina yang memanggil nya dari balik tirai, Ichiraku Ramen, tertulis di toko itu Ryu pun langsung masuk ke sana.
"kebetulan sekali Ryu, apa kamu lapar? pesan saja apa yang kamu inginkan, aku yang membayar nya!" ucap Kushina, kegembiraan terpampang di wajahnya.
Ryu kemudian duduk di samping Kushina yang di samping nya terdapat beberapa mangkuk ramen, tanpa pikir panjang pun Ryu langsung memesan hidangan spesial di sana.
" Ryu bagaimana rasanya menjadi terkenal?" tanya Kushina setelah meminum kuah dari ramennya.
__ADS_1
"Hanya satu kata. "Mengerikan!"" ucap Ryu, ekspresi risih terlihat jelas saat dirinya berkata.
"hehehe, lalu bagaimana dengan hubungan mu dengan Kina? apakah baik baik saja, kudengar dari beberapa orang kalau kamu sempat menghilang bersamaan dengan seorang gadis yang bernama Mei Terumi" ucap Kushina sambil menaikkan alisnya.
"*glek... dari mana kamu mendengar nya?" Ryu menelan ludah sebelum bertanya balik.
"kau... tidak tau? baiklah akan ku beritahu, banyak rumor yang mengatakan kalau kamu adalah seorang-".
"maaf mengganggu pembicaraan kalian, tapi ini , ramen mu Ryu" kata teuchi yang menyela perkataan Kushina.
"ah, baiklah. terimakasih paman" kata Ryu lalu mengambil sumpit dan mulai makan.
"ngomong ngomong, di mana Minato akhir akhir ini? aku tidak melihatnya seperti biasa" kata Ryu yang merubah topik pembicaraan.
"entahlah, tapi dia sering pergi ke kantor hokage belakangan ini" balas kushina.
…
"ah... lumayan, mendapat makan gratis" kata Ryu sambil mengelus perut nya yang sedikit membuncit.
berjalan pulang dengan menggunakan teknik dewa petir terbang, Ryu mendarat dengan mulus di kasurnya yang sudah terdapat mono yang makan keripik.
sesekali dia memakan keripiknya, memandang langit dengan harapan akan cerah karena ada hal lain yang akan di lakukannya.
"hei Ryu, apa kamu ingin mencoba sihir ku? kami biasanya menggunakan ini untuk menyelinap" kata mono lalu mengayunkan tangannya, seketika muncul tulisan dan rune kuno di lantai.
bangkit dari rebahan nya, Ryu membuka lebar mulutnya dia pun mulai mengingat ingat di mana dia pernah melihat rune kuno ini.
melihat ekspresi Ryu yang seperti nya akan menolak mono berkata. " tidak apa-apa, itu tidak memiliki efek samping yang berarti". kata mono menyakinkan Ryu.
"aku tidak yakin Mono, seperti nya pernah aku melihat ini sebelumnya... tapi karena kamu yang mengatakan maka aku setuju" ucap Ryu lalu berdiri dan berjalan ke bawah untuk mengambil minum.
'Pikirkan lagi Ryu, di mana kamu melihat nya...!!' teriak Ryu dalam pikirannya.
setalah kembali dari bawah Ryu kemudian di suruh untuk berdiri di lingkaran yang berada di tengah rune, menurut dan berdiri dengan tenang Ryu mulai merasakan ada yang aneh di tubuhnya.
"Manipulasi : Perubahan Yin" ucap mono, cahaya terang pun menyelimuti tubuh Ryu hingga keluar dari kamarnya.
Ryu perlahan mulai menumbuhkan sebuah ekor di bagian belakangnya, tanduk nya mulai berubah menjadi seekor kucing dan tubuhnya mulai mengecil perlahan-lahan.
sampai pada akhirnya Ryu sepenuh berubah menjadi seekor kucing oranye kecil, dia pun mengalihkan pandangannya ke arah mono yang membuka kecil mulutnya.
__ADS_1
"uh... R-Ryuu, s-sepertinya aku salah mantra" ucap mono dengan Terbata karena melihat Ryu yang menatapnya tanpa ekspresi.
pergi keluar kamar tanpa mengucapkan sepatah katapun, Ryu pergi ke luar rumah meninggalkan mono yang masih tetap di kamar. memikirkan bagaimana dirinya bisa salah mengucapkan mantra karena dia mendapat peringkat penyihir agung sebelumnya.
hingga pada akhirnya dia menemukan kesalahan yang terletak pada mantra, seharusnya itu tertulis Menghilang. tapi berubah menjadi Kucing.
"beruntung mereka sudah pergi, jika tidak pasti aku akan di tertawaan" ucap mono lalu menghilangkan rune dan tulisan dan pergi menyusul Ryu.
Ryu tiba di tempat latihan Itachi dan Shisui berada, dia menyaksikan keterampilan Itachi yang bisa melakukan shurikenjutsu dengan baik dan benar.
Shisui yang mengajar Itachi memiliki tatapan bangga tersembunyi di matanya, dia dan Itachi sudah serang berlatih sejak lama dan hubungan mereka sangat dekat saat ini.
"apa kamu marah padaku, Ryu?" muncul di samping Ryu, mono bertanya yang pasti di jawab tidak jika di lihat dari ekspresi Ryu.
"tidak juga, tapi apa kamu bisa merubah sedikit tampilan ku agar sedikit lebih imut. kamu tahu kan mono" kata Ryu pada mono, Ryu melihat mono dengan cahaya harapan yang besar untuk mono jika berkata iya.
"tentu bisa, tapi mau kamu apakan dengan itu?" jawab mono.
"tidak banyak kok, hehehe. dan apakah ada batas waktu atau kelemahan yang membuatku berubah kembali ke wujud manusia ku?" tanya lagi Ryu.
"sebenarnya tidak, Tapi jika ingin ku rubah kembali silahkan bilang. dan jika kamu ingin berubah menjadi yang lain aku akan merubah nya, katakan jika kamu ingin" kata mono lalu menggendong Ryu untuk kembali ke kamarnya.
karena ukuran tubuhnya yang mengecil maka berat badannya juga ikut mengecil, bahkan tingkah nya ke depan akan sama pada Kuching seperti kebanyakan.
tidur terlentang, menggosokkan badan ke manusia, mengeong dan mencakar benda, mono sangat penasaran bagaimana suara Ryu jika mengeong.
"Tunggu sebentar mono, karena aku berubah menjadi Kucing. apakah aku juga akan berperilaku seperti kucing juga?" tanya Ryu, kepanikan terlihat jelas di wajahnya yang berkumis.
"dan apakah itu bisa di hilangkan jika benar?" tanya lagi Ryu pada mono yang menaruh nya di kasur.
"haha, tenang saja, asal kan kamu bisa mengendalikan dirimu maka itu tidak akan menjadi masalah" jawab mono dengan tertawa kecil.
"fiuhhh.... aku bisa tenang sekarang, berjalan jalan ke desa seperti nya ide yang menarik saat ini" ucap Ryu yang melihat cuaca di jendela yang kembali cerah.
...****************...
dan seperti biasa, jika kalian memiliki saran silahkan tulis di komentar.
pikiran lagi kacau guys, jadi maaf ya kalau alur atau perkataan nya ngawur...
dan btw, time Line nya pas si kyuubi sama malam pembantaian jeda berapa tahun, lupa saya. jika ada yang tau silahkan komen
__ADS_1