Nasib Cinta Alina

Nasib Cinta Alina
mas Andri sakit


__ADS_3

jam setengah 8 Alina dan Andri sudah siap, Andri mengantar Alina kekantor nya. Alina bekerja seperti biasa dan jam 12 Andri menjemput Alina dan bersama kerumah sakit. Andri diperiksa dokter lalu dokter meminta Andri melakukan banyak tes lama sekali sampai hampir 4 jam Alina menuggu, Alina akhirnya minta izin dan tidak kembali ke kantornya, Alina dsn Andri duduk di kantin sambil makan karena belum makan siang


" kenapa cuma sakit perut tes nya banyak dan lama mas? Alina takut.. Mas nggak ngerasa sakit kan?


" nggak, kamu khawatir?


" ya iya lah,


" kamu nggak balik ke kantor lagi?


" nggak Alina udah izin tadi dari sini langsung pulang..


tak lama handphone Alina berbunyi, ternyata pak Kevin Alina ragu mau jawab telpon nya


" maaf ya mas pak Kevin telfon takut ada perlu, Alina jawabnya


" iya disini aja


" halo iya mas


" kamu izin pulang kenapa?


" Alina kerumah sakit temanin mas Andri cek, dan ternyata lama Alina nggak tega ninggalin sendiri


" mas kesana ya


" nggak usah mas, bentar lagi siap dan Alina langsung pulang ya..


" iya, kalau ada apa-apa hubungi mas ya sayang


" iya mas Kevin


Alina lalu menutup telponnya dan merasa bersalah pada Andri


" maaf ya mas..." kata Alina pada Andri


tak lama Andri dan Alina di panggil ke ruang doker spesialis bedah dan penyakit dalam

__ADS_1


" kenapa malah kesini mas?


Alina dan Andri masuk keruangan dokter


" selamat sore dokter" kata Andri


" iya selamat sore pak Andri, ini...


" istri saya dok Alina


" iya pak Andri dan ibuk, saya tidak akan menutupi dari bapak, ini bapak lihat...


dokter menunjukkan hasil USG, city scan cek darah dan lainnya...


" ini diagnosa awal pak, sebelum nya bapak pernah merasa sakit seperti ini?


" pernah dok tapi nggak sesakit kemaren


" ini pak.... ada gumpalan di usus dan perut bapak


" bapak kena tumor usus, bapak harus segera di operasi dan letaknya sangat dekat dengan saluran kencing dan hampir dempet kesaluran dekat anus dan sudah agak besar... bapak harus segera operasi lalu melakukan kemoterapi dan kami akan lihat apa jaringannya sudah menjalar atau belum...


Andri dan Alina hanya terdiam pucat... Alina memegang tangan Andri...


" katakan aja dok, tumor atau kanker?


" kami harus mengambil sampel jaringan dulu pak baru bisa memastikan itu sudah menjalar apa belum...


" lakukan dok, operasi suami saya, tolong dok, selamatkan suami saya dokter" kata Alina memohon


" mas..." Alina memeluk mas Andri


" mas kuat ya kita hadapin sama sama, mas operasi aja ya, Alina nggak mau kehilangan mas Andri, tolong dokter, selamatkan suami saya.." Alina menangis histeris. Andri memeluk Alina dengan erat...


" mas nggak takut sakit Alina, mas hanya mikirin gimana kamu kalau mas nggak ada...


" nggak Alina nggak mau, jangan tinggalin Alina mas, kita hadapin sama sama... tolong suami saya dokter...

__ADS_1


" sabar buk... kalau bapak setuju saya akan jadwalkan operasi nya...


" kami setuju dokter" jawab Alina


Alina dan Andri dengan lemas keluar dari ruang dokter Andri menangis duduk di kursi didepan ruang dokter itu Alina memeluk Andri...


" kamu bilang mas suami kamu Alina...mas senang sekali, tapi kenapa harus dalam keadaan seperti ini...


" maafin Alina mas...Alina minta maaf, mas harus berobat dan sembuh demi Alina mas, kita akan menikah di KUA kalau mas Andri sembuh....


Alina dengan Andri lalu pulang. Alina dan Andri udah didalam mobil namun belum jalan..


" gimana mas kita harus kasih tau papa dan ibuk


" mas nggak bisa Alina


" tapi mas mau operasi kita nggak mungkin menutupi ini dari papa dan ibuk, terutama papa, papa berhak tau....


" ya udah kita kerumah papa


jam 6 sore Alina dan Andri sampai di rumah papa Aris,


" kalian kenapa? kok lemas gitu


" papa duduk dulu ya...gini pa, Andri mau operasi Minggu depan, operasi biasa ada tumor diusus Andri pa


papa Aris terkejut dan terdiam lalu menangis, Alina pun ikut menangis lagi...


" papa jangan gini ya, kita harus kuat dan temanin mas Andri," kata Alina


papa Aris banyak diam dan memeluk Andri,


" kamu pasti kuat Andri ada papa dan Alina yang akan jaga kamu..." kata papa Aris


Andri dan Alina pun pulang kerumah mereka Alina buatin Andri makan malam, Alina sebisa mungkin menahan tangisnya. lalu semua keluarga mendengar kabar itu dan satu persatu menelpon Alina dan Andri.


Alina dan Andri makan bersama dengan tenang lalu Alina dan Andri tidur di kamar Alina

__ADS_1


__ADS_2