
dikantor Alina masih cemas menunggu kabar dari perusahaan tempat Tama bekerja, Alina sangat mengharapkan kerjasama ini, jika berhasil akan banyak membantu perusahaan Andri. namun Alina juga tidak bisa memenuhi syarat yang Tama berikan, Alina tidak mau menghianati Andri.
jam 5 Alina pulang kerja dan melihat ada kotak di depan pintu rumahnya, Alina mengambil dan membawanya masuk dan menyimpan nya
" kamu cukup gigih Mira,
esoknya Alina pergi kerja jam 9 dan Alina di telpon untuk datang ke sebuah hotel untuk mengambil berkas kerjasama dengan perusahaan xxx. Alina agak ragu tapi tetap pergi,
dari kejauhan Alina melihat Tama, Alina masih di dalam mobil, Alina diantar pak Muji supir kantor.
" pak Muji, bapak jangan pulang ya tunggu aja Alina disini
Alina turun dan disambut dengan Tama,
" Alina ayo masuk dulu bos saya udah nunggu kamu di dalam...
" dimana?
" dikamar, ayo kan ada Tama,
Alina mengikuti Tama masuk ke kamar hotel Alina memegang hp nya bersiap menelpon pak Muji jika terjadi sesuatu. Alina masuk dan duduk di sofa kamar itu
" dimana Tama bos kamu?
" sebentar lagi, tunggu aja
" Alina mulai takut,
Tama mengunci pintu kamar nya lalu menarik Alina, handphone Alina jatuh dan Alina berusaha keras mengambil handphone nya...
Tama menarik Alina ke tempat tidur, Alina mencoba menghidupkan lagi hp nya yang mati karena jatuh. Alina bangun dan menampar Tama
" kurang ajar kamu Tama, sana aku mau pergi, aku akan laporin kamu ke polisi dan bos kamu!
" silahkan setidaknya tidak ada yang aku sesali, setelah bisa menikmati tubuh kamu Alina,
" jangan gini Tama, jangan rusak hidup kamu, buka, Alina kasih kesempatan, Alina nggak akan melapor polisi,
" kamu yang buat aku gini, kamu yang harus tanggung akibatnya
__ADS_1
Tama memeluk Alina dan menarik lengan baju Alina hingga koyak. Alina kembali menampar Tama den memukul nya berkali kali, Tama memegang kedua tangan Alina ke atas lalu Tama menindih tubuh Alina. Alina bahkan tidak menangis tatapan nya tajam ke Tama,
" lepasin!!!
Alina udah berbaring dilantai kedua tangannya keatas di pegang Tama dengan kuat dan Tama dia atas tubuh Alina lalu seseorang mengetok pintu kamar dengan kuat dan mendobraknya,
Kevin lalu menarik Tama dari atas Alina dan memukulnya. Alina bangun dan memegang tangan Kevin
" udah pak Kevin, lepasin dia
pergi Tama sebelum Alina panggil polisi..
Tama keluar dari kamar itu, Kevin memakaikan jaket pada Alina karena bajunya udah koyak ditarik Tama. Alina merapikan rambutnya, Alina tidak menangis hanya badannya gemetaran..
" nangis aja Alina jangan ditahan kamu bisa sakit lagi," Kevin lalu memeluk Alina dan Alina menangis sekuatnya lama sekali..
setelah Alina tenang Kevin melepas pelukan nya dan duduk berlutut dihadapan Alina memegang tangan nya
" udah enakan, lain kali jangan sembarang masuk ke kamar dengan orang lain, untung ada mas tadi, mas liat kamu masuk kesini terus mas dengar kamu teriak..
" makasih pak... Alina memang bodoh...
" nggak, kamu nggak bodoh, lain kali hati hati jangan mudah percaya dengan orang lain...
" Istirahat dulu, nanti mas yang antar pulang. Andri mana?
" mas Andri lagi ke luar kota
" suruh aja supir kamu pulang nanti mas yang antar kamu pulang, nggak enak kalau supir kamu melihat kamu seperti ini...
" iya
Alina menelpon pak Muji dan menyuruhnya kembali ke kantor. dan pak Muji pergi.
" makasih udah bantu saya pak Kevin
" iya, kita makan siang dulu ya, ayo ke kamar mas aja,
Alina dan Kevin ke kamarnya. Alina duduk di balkon kamar itu yang menghadap ke laut. Kevin turun memesan makan dan membeli pakaian untuk Alina. tak lama Kevin kembali
__ADS_1
" ini ganti dulu baju kamu,
Alina mengambil nya lalu masuk ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya. Alina menghidupkan hp nya lagi dan liat pesan dari Andri. Alina keluar dengan memakai baju yang Kevin belikan dan kembali duduk di balkon
" kamu masih suka pantai,
" iya,
" ayo makan
" makasih pak
Alina dan Kevin makan bersama, diam diam Kevin mencuri curi pandang melihat Alina yang semakin cantik
" kamu udah nikah Alina?
" udah pak sebulan lalu
" kamu bahagia? ah harusnya saya tidak bertanya itu,
kamu terlihat sangat bahagia
" iya pak, bisa antar saya sekarang pak Kevin?
" sebentar lagi ya,. kamu mau kepantai dulu?
" nggak usah kaki Alina sakit,
Kevin berlutut melihat pergelangan kaki Alina yang membengkak. Kevin mengompres dengan air hangat. "nggak usah pak Kevin Alina sendiri aja,
" nggak apa saya bantu,
lalu Kevin dan Alina turun, Kevin memegang tangan Alina yang kesusahan berjalan, karna melihat Alina sakit Kevin pun menggendong Alina sampai kemobil lalu membawa Alina ke dokter dulu baru mengantar Alina pulang. Alina udah sampai di rumahnya
" makasih pak Kevin...
pak Kevin lalu pergi lalu berhenti di pinggir jalan, Kevin memegang dadanya
" ternyata saya belum melupakan kamu Alina, jantung saya berdegup kencang didekat kamu,
__ADS_1
ahhh hati.... susah dikendalikan..." kata Kevin sambil memukul pelan dadanya
Alina sendiri langsung masuk ke kamar dan menelpon mas Andri.