
Alina masuk kedalam rumah lalu ke meja makan dan memeriksa obat Andri udah diminum apa belum, dan ternyata Andri belum minum obat nya.
" kenapa belum minum obat nya mas
" karna kamu nggak ada,
" jangan gitu obat mas harus diminum jangan sampai telat, Alina nggak suka mas gitu
" mas nunggu kamu
" y udah ni minum dulu
Andri lalu minum obatnya dan Alina masuk ke kamarnya
" kamu masih marah sayang?
" Alina kecewa sama mas Andri,
" mas nggak pernah melakukan hal-hal seperti itu,
Andri lalu memeluk dan mencium kening Alina,
" kamu kemana? kalau marah jangan biasakan pergi, nggak baik, lebih baik bicara, atau marah aja masa nggak apa asal jangan pergi meninggalkan rumah ya sayang...
" iya mas...
" kita udah bersama cukup lama, banyak hal yang udah kita lewati jangan karna ucapan orang hubungan kita jadi gini,
__ADS_1
" Alina minta maaf,
" nggak sayang kamu nggak harus minta maaf,
hari berlalu, besok adalah hari pernikahan Andri dan Alina. Alina sangat senang, semua keluarga nya datang, acara dibuat sederhana di sebuah hotel di dekat pantai, malam itu keluarga sudah berkumpul Alina dan Andri sudah 5 hari tidak bertemu karena Alina tinggal dirumah ibu. hari ini pun Alina hanya dikamar hotel tidak boleh keluar dan tidak boleh bertemu Andri.
Andri sangat gelisah tidak bisa tidur karena gugup dan bahagia,begitu juga Alina. pagi pagi sekali Alina dan Andri udah bangun dan bersiap untuk pernikahan mereka, Alina sangat cantik mengenakan kebaya nikahnya begitu juga Andri jam 9 ijab kabul diucapkan Andri dan mereka sah menjadi suami Dan istri. Andri menangis bahagia begitu juga Alina, lalu malamnya Acara makan malam keluarga sampai jam 2 baru bubar, Alina dan Andri akhirnya bisa bersama lagi.
Alina baru selesai mandi dan duduk di depan meja rias mengeringkan rambutnya dan Andri juga baru siap mandi langsung menggendong Alina ke tempat tidur dan mencium bibir Alina, Alina pun membalas Andri hanya mengenakan handuk yang melingkar di pinggang nya, Andri menimpa tubuh Alina dan menciumi seluruh tubuh Alina dan mulai membuka baju Alina. dan menikmati setiap lekuk tubuh Alina, Alina juga menikmati nya dan akhirnya Andri memasukkan miliknya ke dalam Alina dan Alina kesakitan tapi juga menikmati nya, Andri benar benar melepaskan semua nafsu yang ia tahan selama ini... sangat lama mereka melakukan, hampir 3 jam Alina sudah terbaring lemas diatas tubuh Andri, Alina kesakitan dan ada darah di pahanya. Andri lalu menggendong Alina ke kamar mandi dan mereka mandi bersama,
setelah mandi Andri bahkan tidak mengizinkan Alina memakai bajunya
" nggak usah gini aja,
" ih nggak mungkin gini aja mas,
" biarin,
" jangan mereka pasti ngerti, kita gini aja dulu, mas mau menikmati keindahan tubuh kamu Alina, masih sakit?
" iya,
habis mandi Alina lalu hanya memakai luaran baju tidur yang tipis membayang dan terlihat semua tubuhnya.
Alina sarapan dikamar aja duduk dipangkuan Andri,
Andri hanya mengenakan celana pendek aja.
__ADS_1
" mas cinta kamu Alina,
Andri lalu menikmati dada Alina saat duduk dikursi dimeja makan
" ih mas Andri lepasin, sarapan dulu
" oh abis itu mulai lagi ya,
" Alina masih sakit
" nggak apa mas pelan pelan
" pelan apa nya mana bisa mas pelan pelan, tadi aja Alina sampai kesakitan gitu,
" nanti jadi terbiasa,
Andri lalu menciumi tubuh Alina terus saat Alina memakan sarapannya..
" pantas Alina nggak boleh pakai baju,
" mas nunggu cukup lama sayang...
Andri lalu mengangkat Alina ke sofa dan menarik luaran Alina dan Alina di depannya tanpa sehelai benang pun,
hari itu Alina dan Andri tidak keluar kamar sama sekali. bahkan saat keluarga mereka pulang. Andri dan Alina melakukan nya berulang-ulang sampai Alina sangat kesulitan berjalan
" udah ya sakit mas...
__ADS_1
" iya, besok lagi tapi pakai kemeja mas aja ya nggak usah pakai yang lain...
Alina dan Andri seminggu tinggal di hotel lalu mereka kembali kerumahnya. baru masuk kerumahnya Andri langsung menggendong Alina ke kamar mereka dan dengan melakukan hubungan suami-istri lagi, Alina sudah mulai tidak terasa sakit dan menikmati Alina juga sudah mulai pandai dan bisa mengimbangi permainan Andri dan sedikit kasar tetapi Alina suka.