
Alina sudah sampai dirumahnya dan Alina langsung masuk ke kamar dan menutup pintu nya. Alina duduk bersandar dipintu kamarnya dan menangis
" ternyata sakit mas...Alina nggak bisa... bukan gini yang Alina mau. sampai pagi Alina tidak tidur hanya duduk bersandar dipintu kamarnya
" hati Alina sakit, ini cinta mas...Alina cinta mas Andri
kenapa Alina baru sadar...
Alina keluar dari kamar dan ibu mendekati Alina
" ibuk Alina cinta mas Andri buk, ini cinta, bukan rasa kasihan...Alina baru sadar Alina cinta mas Andri buk..Alina pergi dulu
Alina berlari keluar rumah mau pergi kerumah Andri Alina berlari lama sekali mencari taksi... Alina lari terus cukup lama lalu taksi berhenti tak lama Alina sampai dirumah Andri dan Alina mengetuk pintu
" mas...buka... papa...buka pa... Nina....mas....mas...buka....
lama Alina mengetuk pintu lalu papa Aris membuka pintunya. Alina masuk dan melihat Andri berdiri didepan pintu kamarnya... Alina lalu memeluk Andri...
" pergi Alina kenapa kembali lagi kesini?
" ini cinta mas...cinta... Alina cinta mas Andri ini bukan rasa kasihan, maafin Alina terlambat menyadari nya mas... dari kecil Alina cinta sama mas Andri, ini cinta mas" kata Alina sambil memegang dadanya
" percuma Alina udah terlambat
" nggak, kasih Alina kesempatan mas...kasih Alina kesempatan, kita mulai dari awal... Alina udah dapat tempat bagus untuk mas berobat keluar negeri Alina yakin mas bisa sembuh
" jangan berharap terlalu besar nanti kamu akan terluka Alina, sekarang pergi mas udah merelakan kamu
" mas bisa jauh dari Alina? mas benar lebih baik tanpa Alina? Alina cinta mas Andri kita akan mulai dari awal lagi
" nggak pernah ada kita Alina, pergi dari sini!!! bentak Andri
Andri menangis lagi melihat Alina dari belakang
" kamu pasti bisa melupakan mas Alina
Alina terdiam dan pergi dari rumah itu, Alina berjalan tanpa tujuan...hampir 2 jam berjalan Alina lemas dan duduk di pinggir jalan. lalu mobil berhenti di depan Alina dan Kevin turun
" Alina...kamu kenapa?
Kevin membuka jaketnya dan memakaikan pada Alina dan membawa Alina naik ke mobilnya dan pergi. Alina hanya diam tak bicara apapun. Kevin membawa Alina ke apartemen nya,
__ADS_1
Kevin mengambil air hangat dan handuk lalu membersihkan wajah tangan dan kaki Alina. Kevin tak bertanya apa pun Kevin lalu memeluk Alina dan Alina menangis dipelukan Kevin lama sekali. Kevin pun menangis melihat Alina seperti itu
" apa yang terjadi Alina, " tanya Kevin dalam hati
setelah tenang Kevin memberi pakaian miliknya untuk Alina
"kamu mandi ya dan pakai baju ini aja"
Alina lalu mandi lama dan keluar memakai bajunya Kevin dan duduk di sofa. Kevin mengambil handuk dan mengeringkan rambut Alina.
" kamu udah makan? mas pergi beli makan dulu ya
" nggak usah Alina nggak mau
" kamu kenapa Alina
" mas Andri ceraikan Alina" Alina menangis lagi
Kevin memeluk Alina,
" Alina harus gimana, mas Andri nggak mau terima Alina lagi, Alina seperti hilang tujuan, apa yang harus Alina lakukan sekarang, Alina nggak tau kalau sesakit ini...
" ini yang terbaik Alina, kamu harus mengerti Andri udah menyerah pada kamu,
" kamu istirahat dulu, mas keluar cari baju untuk kamu dan beli makanan, kamu disini aja jangan keluar pakai baju itu...
Kevin pun pergi membeli beberapa pakaian dan belanja isi kulkas dan makanan lainnya. Kevin lalu menelpon Andri...
" halo Andri, saya Kevin
" iya pak Kevin
" Alina saat ini dengan saya, Alina akan tinggal dengan saya mulai hari ini, dan terimakasih udah lepasin Alina, saya akan terima Alina apapun keadaan nya Saya akan bahagiain Alina
" jaga dan bahagiakan Alina Kevin jangan buat Alina bersedih,
" pasti
" dan....Alina masih suci, Alina hanya cinta sama kamu dan hanya kamu yang menyentuh dia
" saya ngerti...
__ADS_1
Andri menangis mendengar ucapan Kevin
" kamu benar benar ke pelukan Kevin Alina, bagus lebih baik begitu, Kevin orang yang layak, kamu bisa bersandar padanya" kata Andri
sedangkan Kevin merasa senang bisa memiliki Alina.
Kevin kembali dengan banyak barang ditangannya...
" ini beberapa pakaian untuk kamu, kamu tinggal disini aja beberapa hari, mas udah beli isi kulkas dan lainnya. kamu makan ya jangan gini terus...
Alina hanya diam tak bicara apapun, mata Alina bengkak karena menangis, dadanya terasa sesak dan sakit mengingat Andri. Kevin mendekati Alina dan membawa makanan
" mas suapin ya,
" Alina nggak mau makan...
" harus sedikit aja ya" Kevin dengan sabar menyuapi Alina makan walau hanya sedikit...
" baru jam 1 siang kamu mau kita pergi jalan-jalan?
" Alina nggak mau, Alina mau pulang aja
" pulang kemana?
" Alina harus pulang kemana... Alina harus ke mas Andri, mas Andri pasti cari Alina
" sadar Alina Andri udah menyerah pada kamu, Andri udah melepas kamu
" itu karena mas Andri cinta sama Alina, mas Andri nggak mau lihat Alina susah dan sedih merawat nya. tapi mas, mas Andri butuh Alina, nggak Alina yang butuh mas Andri...
" kamu hanya merasa kasihan dan bersalah pada Andri Alina
" nggak, bukan hati Alina sakit...Alina cinta sama masa Andri ini bukan rasa kasihan mas..Alina cinta...
Alina pun pingsan... Kevin menggendong Alina ke kamar dan memanggil dokter. tak lama Dokter datang dan memeriksa Alina,
"ibu Alina hanya lemah karena kelelahan pak dan terlihat stress saya udah kasih obat tidur biar ibu Alina istirahat dulu. kalau udah saya permisi dulu pak Kevin
" terimakasih Dokter
dokter pulang, Kevin menjaga Alina dan terus disamping Alina, agak sore Alina demam... Kevin mengompres Alina dengan air hangat
__ADS_1
" apa kamu bisa jadi milik mas Alina, kenapa malah kamu terlihat menjauh" gumam kevin