
esoknya Alina tidak bekerja dan mengurus Andri dirumah. Andri jadi sering marah pada Alina, Andri sering membentak Alina, sering membuang piring saat Alina menyiapkan makanan. Alina memilih bertahan. Andri sadar dan kasihan melihat Alina
Andri memanggil papa dan ibu juga Alina malam itu semua kumpul di ruang keluarga...
" buk papa, didepan semuanya Andri menalak Alina Andri ceraikan dia, Andri bebas kan Alina
Alina terdiam tak terasa air mata membasahi pipinya
" Andri apa apaan kamu, Alina sangat mencintai kamu Alina sudah bertahan dan sabar mengurus kamu..." kata papa
" maafin Andri buk, ibuk bawa Alina dari rumah ini hari ini juga!!
" pikirkan dulu nak" kata ibu
" kata cerai udah Andri ucapkan buk nggak ada lagi yang mengikat kami
Alina masih terdiam dan berlutut di depan Andri, Andri sekuat hati menahan tangisnya
" Alina nggak mau pergi mas, nggak nggak jangan usir Alina, nggak ada tempat yang bisa Alina tuju... papa...ibuk tolongin Alina" teriak Alina
" Alina nggak mau mas...jangan usir Alina, ibuk...papa bantuin Alina
Andri meninggalkan Alina dan masuk ke kamarnya mengemas barang barang Alina ke koper lalu keluar dengan 2 koper besar,
__ADS_1
" bawa Alina pergi buk
tak lama Dani datang...dan melihat semuanya
" pikirkan dulu Andri jangan gini
" nggak mas,Alina hanya akan menderita disini, Alina nggak harus berkorban gini Andri nggak pantas untuk Alina mas...lihat Andri mengurus diri sendiri aja nggak mampu,Alina akan menderita didekat Andri, kasihan Alina sampai kurus gitu ngurus Andri... sekarang Andri lepasin Alina, harusnya dari dulu saat Alina memintanya...
pergi Alina mas nggak tahan lihat kamu, bawa Alina pergi mas,buk
Andri menangis dipelukan Dani Kaka Alina.
" bawa Alina mas,
" mas Alina nggak mau pergi, jangan usir Alina mas...Alina bisa mas
Andri memegang kedua pipi Alina
" lihat mas Alina, lihat, apa yang kamu harapkan dari mas saat ini, mas semakin lemah, mas bahkan malu di depan kamu, keadaan mas semakin memburuk dan mas nggak mau kamu lihat mas dalam keadaan itu. mas lepasin kamu sekarang agar kamu bisa bahagia, kamu masih muda jangan habiskan waktu kamu untuk mengurus mas
" nggak mas... Alina nggak mau pergi
" sudah selesai Alina semua udah selesai, satu tahun 2 bulan bersama kamu adalah saat terindah untuk mas, mas cinta kamu Alina dari kita kecil dulu sampai mas mati...
__ADS_1
" nggak.... ibuk.... tolong Alina buk...papa... mas Dani... Alina nggak mau cerai mas... Alina nggak mau...
" bawa mas." kata Andri pada Dani
Dani membawa koper Alina dan Alina menarik nya
" jangan mas Dani jangan dibawa Alina nggak mau pergi...
Dani menarik tangan Alina, Alina memegang kuat tangan Andri
" Alina nggak mau mas...mas Andri jangan lepasin Alina mas...papa...tolong pa...
" mas...mas janji kan kita akan menikah di KUA udah setahun nikah kita bahkan nggak punya foto nikah, kita bisa nikah lagi, iya kan pa, buk.. ayo mas...kita bahkan nggak pernah foto bersama. Alina memeluk Andri dan Andri melepas pelukan Alina
papa Aris dan Nina menangis melihat Alina dan Andri...
Dani menarik Alina, ibu dan Dani membawa Alina pulang. dan Andri terduduk dan menangis sekuatnya, sampai terisak Isak
" maafin mas Alina, mas cinta kamu sampai mas mati...
papa dan Nina menangis melihat Andri seperti itu.
lama Andri menangis, papa Aris mengerti alasan Andri. Andri berdiri lemas dan berjalan ke kamarnya memegang baju Alina
__ADS_1