
Alina pergi jalan hampir 1 jammenenangkan dirinya lalu Alina sadar dan mencium lengan baju nya...
" ini parfum nya mas Andri Alina tau, Alina nggak akan salah
Alina lari lagi kebelakang sambil berhenti kan taksi, tak lama Alina naik taksi dsn sampai lagi didepan rumah Andri. Alina membuka pintu tapi terkunci Alina mengetuk pintu...
" pa... papa....
Alina ke pintu belakang dan mengetuk pintu lagi
" mas.... mas Andri.....ini Alina mas, buka pintunya... Alina kembali ke depan dan melihat Andri dari kaca jendela
" mas....buka ini Alina mas.... buka tolong...
Alina mulai nangis...
"buka mas...
hampir setengah jam Alina memanggil nama Andri namun Andri nggak keluar juga...
Alina duduk bersandar di pintu belakang rumah.
" buka mas... ini Alina ...Alina mau pulang... mas bukain...
di dalam Andri gelisah dan menangis mengharap Alina pergi sudah jam 8 malam.
suara Alina semakin pelan memanggil Andri.
Kevin menelpon Alina namun tidak Alina jawab. Kevin mulai cemas dan mencari Alina dan Kevin teringat rumah Andri dan langsung kesana
sedang Alina masih memanggil nama Andri...
" mas... ayo kita mulai dari awal... mas janji kan kita akan nikah sah dan kita akan buat foto nikah kita. buka mas... atau Alina akan mati disini!!! teriak Alina
__ADS_1
Andri ingin membuka pintu tapi mendengar suara Kevin memanggil Alina
" Alina kamu kenapa disini... udah Alina jangan menyiksa diri kamu seperti ini, nanti kamu sakit lagi
" mas Andri ada di dalam mas,
" ayo pulang
" Alina nggak mau, rumah ini tempat Alina pulang
mas Andri buka pintunya...jangan biarin Alina pergi mas...buka" teriak Alina
Kevin menggendong dan membawa Alina pergi bersama nya
Andri duduk bersandar di pintu belakang.
" mana yang lebih menyakiti kamu Alina? melepas kamu atau membawa kamu kembali....mas juga menderita Alina...
Alina dibawa Kevin ke apartemen nya.
" nggak Alina nggak mau, Alina harus bertemu mas Andri dulu
" kamu malah akan ragu kalau bertemu dia lagi Alina!!! mas juga sakit seperti kamu Alina melihat kamu memanggil manggil namanya. mas udah nggak bisa menyerah, kita udah sejauh ini mas nggak bisa melepaskan kamu. kamu nggak boleh keluar rumah sampai kita menikah...
" nggak jangan paksa Alina mas, Alina mau ketemu mas Andri dulu
" nggak!!!
Kevin lalu mengunci Alina di kamar
" buka mas...buka Alina mau ketemu mas Andri dulu, buka mas....
Kevin sendiri duduk menunduk tak tau harus melakukan apa pada Alina, apa tindakan nya sudah benar, apa dia bisa melepas Alina? semua ada difikirannya...
__ADS_1
Kevin lalu pergi kerumah Andri...Kevin tau Andri ada dirumah itu jam 10 malam Kevin sampai dirumah Andri dan mengetuk pintu dan Andri membukanya
" ternyata benar kamu Andri, kamu terlihat sehat saya senang melihat kamu baik baik aja
" masuk Kevin...
" apa yang terjadi sama kita Andri, bagaimana saya bisa masuk diantara kamu dan Alina... tapi saya udah tidak bisa mundur Andri saya terlalu mencintai Alina..
" saya tidak tau harus bagaimana, saya pikir berpisah jalan terbaik tapi kami hanya saling menyakiti diri sendiri
" kamu selalu ada dihati dan pikiran Alina Andri, seberapa keras saya mencoba, tapi tidak bisa menghapus kamu dari hatinya
huh...Alina wanita yang sama sama kita cinta...
" maafin saya Kevin
" nggak, saya yang salah harusnya saya mundur saat tau Alina sudah menikah tapi ini...hati ini..... nggak mau..." kata Kevin sambil memukul-mukul dadanya
apa saya harus lepasin Alina karena saya cinta dia, seperti kamu dulu? kamu melepas nya karena terlalu mencintai Alina. cinta kalian benar benar kuat Andri
" kami hanya saling menyakiti Kevin...
" saya kasih kamu kesempatan Andri jemput dia atau saya tidak akan pernah melepaskan Alina selamanya...
" tapi kamu Kevin...
" saya hanya tempat Alina bersandar saat dia lelah, Alina berlari dan selalu kembali ke kamu...berkali kali saya membawanya pergi jauh tapi Alina selalu menemukan jalan pulang kerumahnya disini Andri di sisi kamu..
saya kasih kesempatan satu kali bawa Alina pergi...
Kevin menangis dan Andri memeluk Kevin
" saya kalah Andri, saya akan melepas Alina...
__ADS_1
" maaf kan saya Kevin dan terimakasih...
" Alina ada di apartemen saya...