
pernikahan Alina dan Andri sangat bahagia, perusahaan Andri perlahan semakin berkembang, Alina juga bekerja dengan Andri, sehingga Alina dan Andri banyak menghabiskan waktu bersama.
besok Andri harus keluar kota bertemu klien dan Alina tidak ikut karena ada pekerjaan lain, Alina sangat khawatir Andri pergi, sejak bersama Andri baru kali ini Andri pergi, Andri bersama biak Dani Kaka nya Alina yang juga rekan bisnis nya Andri. Alina menyiapkan semua keperluan Andri, vitamin dan juga obatnya. Alina menelpon kak Dani
" halo kak ini Alina, besok jemput mas Andri ya terus disana mas Andri jangan di tinggal dan pastikan makan nya teratur dan obat nya diminum..
" aduh Alina kak Dani bukan istri atau sekertaris nya Andri...
" aaa tolong ya biar Alina tenang
" iya iya...
Alina lalu menutup telponnya. Alina dan Andri duduk di ruang tv
" mas kalo udah sampai besok telpon Alina ya Jagan telat makan, makan jangan sembarang dan obatnya di minum,
" iya sayang, atau kamu ikut aja,
" Alina nggak bisa mas, besok Alina kan ketemu perwakilan perusahaan xxx semoga kita dapat proyek itu
" amin, mas yakin kamu pasti bisa
paginya Andri udah di jemput kak Dani dan mereka berangkat ke bandara. Alina juga sudah bersiap jam 10 Alina akan bertemu klien di restoran. Alina bersiap dan pergi naik taksi. jam setengah 10 Alina sudah sampai di restoran itu, Alina mengecek lagi berkas berkas yang diperlukan. lalu seseorang duduk di depan Alina, ternyata Tama perwakilan perusahaan xxx yang Alina tunggu
" kamu Tama,
" iya, kamu nggak senang?
" ah, silahkan pak saya wakil perusahaan xx ini berkas yang bapak minta, semoga kita bisa bekerja sama
" jangan bicara formal gitu Alina, aku nggak suka,
kamu tambah cantik sejak menikah,
__ADS_1
" kita disini untuk bicarain pekerjaan pak Tama,
" baik, aku akan periksa dulu, kita sambil makan ya
" nggak bapak aja saya udah makan,
" bicara seperti biasa aja Alina,
" iya, jadi gimana kalau masih ada yang kurang nanti Alina siapin lagi, kapan Alina bisa dapat keputusan kerja sama atau tidaknya
" semua tergantung kamu Alina,
" kenapa aku?
" kalau kamu kasih waktu kamu untuk aku, aku bisa setujui kerjasama ini,
" mau kamu apa Tama?
" kita jalan ya abis ini
" Tama tau, apa bedanya dengan dulu, kamu udah nikah tapi ketemu aku juga,
" waktu itu keadaan nya beda Tama, udah aku nggak mau jelasin, kamu bisa kasih tau hasilnya ke kantor aja
" kamu bahagia Alina?
" kamu liat aku Tama, aku bahagia, sangat...
" lalu aku?
" bukan aku yang menentukan kebahagiaan kamu Tama, harusnya kamu sendiri, kamu yang harus memilih bahagia atau tidak, lupakan masa lalu...
" kamu selalu ada di hati dan pikiran aku Alina, aku harus gimana..
__ADS_1
" tidak ada yang bisa Alina lakukan untuk membantu Tama soal itu, kembali lagi, ini semua pilihan Tama,
" tapi pilihan aku selalu ke kamu Alina,
" Tama, jangan gitu Alina udah nikah udah bahagia tidak ada yang bisa Alina lakukan untuk Tama, maaf ya, nanti hasilnya kirim ke kantor aja,
" kalau kamu mau proyek ini, berikan waktu kamu 24 jam untuk aku
" maaf Alina nggak bisa Tama,
" proyek ini akan membantu perusahaan kamu Alina,
" kalau tidak dapat berarti belum rejeki, berarti Alina dan mas Andri masih harus berusaha lebih keras lagi, tidak masalah.
Alina pergi dulu..
Alina meninggalkan Tama, Tama sendiri terlihat sangat kesal. Alina kembali ke kantornya dan Alina mendapat surat dan sebuah kotak
" pak ini untuk Alina? " tanya Alina pada satpam
" iya buk, nggak ada pengirim nya
" makasih ya pak
Alina membuka surat dan kotak itu,ternyata berisi foto USG bayi lalu foto Andri yang sedang bermesraan dengan Mira. Alina menyimpan surat dan kotak itu di laci meja kerjanya.
" Mira kamu memang bodoh!!!
semua juga akan tau kamu yang kirim ini semua.
kamu pasti berharap aku marah, aku nggak akan kasih apa yang kamu mau!!!
kata Alina dalam hati.
__ADS_1
Alina memilih bersikap biasa aja dan menahan amarahnya. mas Andri masih diluar kota lusa baru pulang. Alina kerja seperti biasa. pagi Alina sampai di kantornya dan menerima sebuah kotak, foto foto mesra Andri dan Mira lalu foto seorang anak kecil berusia sekitar 2 tahun. Alina hanya menyimpan lagi di lacinya