Neraka Istri

Neraka Istri
Semakin Dekat


__ADS_3

Setelah perkenalkan hari itu, hubungan Hugo dan Sukma semakin dekat.


Banyak teman dan Rekan yang sangat tidak suka dengan kedekatannya itu.


Terutama Malika, putri Rektor universitas tempat Sukma bekerja.


" Maaf tuan, apa anda membutuhkan sesuatu? tanya Sukma saat melihat Hugo berdiri di depan nya.


Yang di tanya hanya diam dan melihat Sukma tanpa kedip.


" Halo Tuan, ucap Sukma kembali, baru Hugo tersadar dengan sekitarnya.


" Oh maaf Nona Sukma, ucap Hugo. Saya ingin mengantarkan undangan ini, tunjuk Hugo kepada sebuah undangan di tangan nya, dan menyerahkan kepada Sukma.


" Undangan, ucap Sukma, dan melihat undangan itu untuk dosen dan kampus.


Hmm, Itu undangan untuk dosen dan Rektor disini, ucap Hugo.


Saya akan mengadakan pesta perayaan ulang tahun saya lusa, ucap Hugo.


Saya harap anda bisa hadir Nona, saya menunggu mu, ucap Hugo.


Sukma mengangguk, mengenal Hugo memang membuat banyak orang tidak suka dengan Sukma.

__ADS_1


Mereka beranggapan Sukma tidak pantas untuk sosok Hugo, yang keren, tampan dan kaya raya.


" Lihat itu bu Sukma, semakin dekat saja dengan tuan Hugo, ucap rekan Sukma sesama dosen.


" sudah lah bu erna, jangan suka menggunjing, toh bu Sukma saja tidak pernah mengganggu mu bukan! ucap rekan bu Erna..


Bu Erna kesal bukan main, pasalnya dia sangat suka dengan Hugo.


Ingat bu Erna, percaya diri itu bagus dan sadar diri juga bagus, ucap rekan nya tersenyum miring berlalu dari hadapan perawan tua itu.


Erna kesal dan menghentakkan kaki nya.


Hugo pamit dari hadapan Sukma. Saya permisi dulu Nona, ucap Hugo.


Senyuman tak pernah hilang dari bibir tipis nya.


Mengenal Sukma membuat Hugo seakan ingin mengenal lebih jauh sosok Sukma ini.


" Ku rasa aku telah gila! ucap Hugo berlalu menuju parkiran.


Sementara itu, Sukma kembali ke ruangan dosen.


Sukma memberikan undangan itu kepada Pak Hadi, dan nanti pak Hadi lah yang akan menyampaikan kepada para dosen dan jajaran nya.

__ADS_1


Malika yang kebetulan lewat di depan Sukma melihat Sukma penuh permusuhan.


Sukma yang melihat tatapan tidak enak dari putri Rektor kampus, langsung berlalu.


Namun saat akan berjalan, tangan nya di cekal oleh Malika.


" Bu Sukma, jika anda masih ingin bekerja di sini, maka patuhi dan turuti keinginan saya, jauhi tuan Hugo, dia milik saya, lanjut Malika penuh percaya diri.


" Sukma sungguh terkejut, dengan apa yang dia dengar.


Sukma menatap tajam Malika, Maaf Bu Malika, anda mengancam saya? tadi anda bilang apa? tuan Hugo milik anda? kalau begitu silahkan, emang anda pikir saya ada hubungan apa dengan beliau?


jangan karena anda putri Rektor anda sesuka hati mengancam orang lain bu, di dunia ini sebentar saja jika Tuhan ingin mengambil semua nya dari anda, lanjut Sukma menohok.


Malika berlalu dari hadapan Sukma dengan muka yang memerah karena malu.


Sementara Sukma kembali ke ruangan kelas nya karena jam nya untuk mengajar telah tiba.


" Kabar perayaan di kediaman Hugo pun telah tersebar di para rekan sesama dosen..


Mereka kompak akan pergi ke acara itu, karena bagi mereka suatu kehormatan bisa bergabung dengan sosok Hugo yang di takuti oleh banyak orang, karena dia merupakan pebisnis yang arrogant dan sombong.


Aku tidak akan menyia-nyiakan acara ini, Aku ingin tampil cantik dan memukau agar tuan Hugo mau melirik ku, ucap Malika dengan pongah nya.

__ADS_1


__ADS_2