Neraka Istri

Neraka Istri
Tinggal Bersama


__ADS_3

Malam itu menjadi malam pertama bagi sepasang pengantin baru yang menikah secara mendadak.


Namun tidak ada yang mereka lakukan, karena Sukma dan Hugo sama-sama masih bingung untuk bersikap.


" Tidur lah mas, ucap Sukma melihat Hugo.


Hugo menatap istri nya itu, sambil berkata" Besok kita akan tinggal di Mansion ku" tidak ada penolakan! final Hugo dalam berkata dan tanpa bisa di bantah.


Sukma hanya mengangguk, saat ini dia hanya akan menuruti semua keinginan suami nya itu.


Ayo tidur, ajak Hugo menarik tangan istri nya ke tempat tidur Sukma.


Hugo dan Sukma tidur dengan pikiran mereka masing-masing.


Mulai dari memikirkan kehidupan mereka setelah menikah, dan apa yang akan orang tua Hugo lakukan jika tau anak nya menikah tanpa memberitahu mereka, itulah pikiran Sukma


Mereka tidur dengan lelap, hingga matahari menembus kain hordeng di kamar Sukma yang menandakan pagi telah tiba.


Sukma bangun dan menuju kamar mandi, membersihkan diri lalu menuju almari untuk mengambil pakaian nya.


Sukma hari ini izin untuk tidak masuk mengajar, karena hari ini merupakan hari dia harus pindah dan ikut suami tampan nya.


Mas bangun, Sukma menyentuh bahu suami nya.

__ADS_1


Hugo bangun dan mengucek mata nya perlahan.


" Jam berapa? tanya Hugo kepada sukma yang masih berdiri di depan nya sambil memegang sisiran rambut.


" Jam setengah tujuh mas, ayo bangun dan mandi lah dulu. Aku ingin ke dapur membantu Umi memasak lanjut sukma.


Melihat kepergian sukma keluar, Hugo langsung menuju kamar mandi dan membersihkan diri nya.


Senyuman Hugo sangat berwarna pagi itu. Bagaimana tidak bahagia, dia berhasil menikahi wanita yang dia puja selama beberapa bulan belakangan ini.


Setelah berpakaian, Hugo menyusul istri nya ke meja makan. Semua menunggu Hugo datang. Baru saja sukma akan ke kamar memanggil Hugo untuk sarapan, namun Hugo telah tiba lebih dulu.


Mereka makan sarapan dengan tenang.


Setelah selesai sarapan, Hugo dan ayah Sultan berpindah ke ruang keluarga.


" Maaf yah, saya ingin berbicara mengenai sukma dan saya, ucap Hugo menatap ayah mertua nya.


" Kenapa? tanya ayah yang penasaran dengan apa yang ingin di ucapkan Hugo.


Hugo melihat ayah Sultan lalu memulai berbicara" begini yah, saya akan mengajak sukma pindah rumah mulai hari ini, ucap Hugo menatap ayah Sultan selaku orang tua sukma.


Ayah hanya tersenyum, melihat Hugo.

__ADS_1


" Baiklah nak Hugo, ayah membenarkan apa yang kamu ingin lakukan, kalian telah menikah secara agama, tapi ayah minta kamu juga melegalkan pernikahan kalian secara negara nak, biar sukma ada kekuatan hukum suatu saat nanti jika terjadi apapun dengan kalian, ucap ayah.


Hugo mengangguk, saya akan melakukan nya yah.


Terima kasih atas semua kebaikan ayah, dan saya berjanji akan menjaga sukma sebagai kehidupan saya mulai sekarang, ucap Hugo.


" Alhamdulillah kalau gitu, lanjut ayah.


Setelah berbincang dengan ayah mertuanya, Hugo kembali ke kamar.


Hugo melihat sukma dan Umi Helena sedang berkemas tepatnya Umi membantu anak nya berkemas karena akan di bawa pindah oleh suami nya.


" Sukma, ucap Hugo melihat sukma dan Umi yang masih membereskan beberapa pakaian sukma dan memasukkan ke dalam koper.


" Jangan di bawa banyak pakaianmu, di rumah ku sudah terisi pakaian mu, lanjut Hugo.


Bawa yang penting saja, sisa nya biarkan pakaian itu disini, lanjut nya.


Sukma dan Umi berhenti memasukkan pakaian sukma ke koper .


Menunggu beberapa saat, Sukma dan Hugo berpamitan kepada kedua orang tua Sukma.


Umi memeluk Sukma erat dan berpesan agar menjadi istri yang baik dan patuh.

__ADS_1


Begitu juga ayah, berpesan agar Hugo selalu menjaga Sukma.


Setelah berpamitan, kedua nya memasuki mobil Hugo dan mobil itu berjalan keluar rumah sederhana milik orang tua Sukma.


__ADS_2