
Tiga bulan berlalu, kini Sukma telah berdiri di depan perusahaan besar milik suami nya.
Kedatangan Sukma tentu atas permintaan aneh suami tampan nya.
Telah seminggu Hugo bertindak seperti orang aneh, karena dia tidak ingin jauh dari istrinya.
Bahkan saat mandi pun, Sukma yang memandikan nya.
Menggelikan bukan, seorang CEO perusahaan besar, yang dingin dan kaku apalagi jika marah bisa membuat lawan nya tidak berkutik dan terkencing di celana, kini jika di hadapan sang istri, dia berubah dari Harimau menjadi seekor kelinci lucu, semua hanya Hugo perlihatkan kepada Sukma seorang.
" Permisi Mbak, Tuan Hugo ada di ruangan nya? Tanya Sukma kepada Resepsionis muda yang bernama Sinta itu.
" Ada nyonya, silahkan naik saja.
Tadi Tuan juga telah memberitahu saya, jika anda akan menemui nya, lanjut Sinta tersenyum.
" Terimakasih mbak, Sukma berlalu menuju ruangan suami nya di lantai atas.
Perusahaan itu sungguh besar dan megah.
Suami nya berhasil membuat perusahaan yang dulunya hampir bangkrut karena sang mama sakit dan meninggal, tapi kini perusahaan itu berkembang sangat pesat hingga kini memiliki cabang di beberapa Negara.
Tok Tok
Pintu ruangan Hugo di ketuk. Asisten suami nya, Malik membuka kan pintu.
" Silahkan masuk Nyonya, Tuan ada di dalam seperti nya beliau sakit, ucap malik.
" Hmm, Sukma masuk dan melihat keadaan suami nya.
Tubuh pucat dan mata menutup.
Sayang, Ucap sukma memegang kepala suami nya untuk memeriksa.
__ADS_1
Kamu demam? tanya Sukma, tapi tidak panas.
" Sayang, aku kangen kamu! ucap Hugo memeluk Sukma seakan jika dia lepaskan Sukma akan menghilang.
" Mas, lepaskan aku, kesal Sukma melihat tingkah absurd suami tampan nya.
Mas ini kenapa sih? aneh banget sekarang, tidak seperti biasanya.
Manja dan tidak mau berpisah sama aku, kadang aku aneh sama kamu mas, ucap Sukma yang memang kesal ulah suami nya, dia tidak bisa ke kampus untuk mengajar, karena Hugo ada saja tingkah nya.
" Sayang, jangan marah donk. Aku juga tidak tau kenapa aku jadi begini! ucap Hugo memeluk Sukma.
Sukma hanya menarik nafas berulang kali.
Kesabaran nya benar-benar di uji suami tampan nya itu.
Namun saat kesal melihat tingkah suami nya, Sukma melihat Hugo berlari ke toilet memuntahkan semua isi perutnya.
Tubuh Hugo benar-benar lemas dan hanya bisa berbaring dengan paha Sukma menjadi bantal nya.
Sukma yang tidak tega menelpon Malik untuk memanggilkan dokter.
Malik segera menjalankan perintah ibu negara Hugo itu.
Setengah jam menunggu, Dokter lelaki itu tiba..
Dokter yang merupakan teman Hugo itu melihat Hugo dan Memeriksa nya
" Menurut pemeriksaan gue, lu ga apa-apa Go, Dan semua yang ada di badan lu oke.
Tapi gue mau periksa bini lu kalau gue ga salah kecurigaan gue kali ini benar, ucap dokter tampan itu.
Hugo melihat teman nya itu aneh, Kenapa pula lu periksa bini gue? yang sakit gue, ucap Hugo.
__ADS_1
Tapi setelah dia pikir tidak ada salah nya, toh selama ini Sukma paling malas berurusan dengan dokter bukan! ya udah periksa aja jawab Hugo.
Sukma yang aneh melihat kedua teman itu.
Yang sakit siapa yang di obati siapa, gerutu Sukma membuat Hugo semakin memeluk nya tanpa Malu di depan asisten dan Teman nya.
" Nyonya Sukma, silahkan berbaring, ucap dokter itu.
Dia mulai memeriksa Sukma dan tersenyum.
" Hugo aneh melihat teman nya senyum begitu.
Lu kenapa senyum begitu? lu ga lagi sawan kan? ucap Hugo membuat Malik dan teman dokter nya tertawa, tau tauan segala, bule itu dengan Bahasa Sawan.
" Berisik sekali lu Go, Dugaan gue banar kan.
Selamat ya Nyonya dan Tuan Hugo, Kalian akan punya bayi, ucap dokter tampan itu membuat Hugo dan Sukma menatap nya.
Maksud nya apa? tanya Hugo melihat teman nya.
" BINI LU HAMIL PEA! ucap lelaki itu kesal.
Hugo dan Sukma saling tatap kemudian saling memeluk bahagia.
Terimakasih sayang, kau telah membuat aku bahagia.
Aku sangat bahagia, ucap Hugo memeluk Sukma dengan penuh semangat.
Sukma juga menangis dan memeluk suami nya.
Tidak pernah dia bayangkan selama ini, kalau dia akan mengandung dalam waktu dekat dan sekarang dia menjadi wanita seutuhnya, karena dia juga bisa merasakan kehamilannya.
Kedua nya berterima kasih kepada dokter muda itu dan Hugo langsung membawa istri nya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan di dokter kandungan.
__ADS_1