Neraka Istri

Neraka Istri
Cemoohan


__ADS_3

Hari ini di kampus tempat nya mengajar, setelah kejadian beberapa waktu lalu, memang membuat kesan yang kurang baik untuk Sukma.


Tidak sedikit teman kerja nya menganggap sukma tak layak di jadikan calon istri seorang pengusaha tampan dan kaya raya " Hugo Andriano Laurens " yang sosok nya merupakan putra mahkota kerjaan bisnis terkenal.


" Aku tidak mengerti, kenapa Tuan Hugo itu lebih memilih melamar Sukma dari pada Nona Malika, ucap salah satu senior di ruangan dosen itu saat Sukma akan masuk ke ruangan.


" Benar bu Nina, kalau di lihat dari gaya dan kecantikan nya, Malika unggul di bu Sukma, lagi pula ini ya bu Sukma kan janda, sementara Malika itu gadis, sangat di sayangkan bukan! ucap Bu Diana yang memang hobby menggibah itu..


Sukma masuk saja tanpa menghiraukan apa yang rekan nya bicarakan tentang dirinya.


Memang kenyataan nya jika Malika itu cantik dan kaya, tapi salah kah status Sukma yang janda dalam kisah ini? dia tidak menginginkan status nya, bahkan jika dia bisa memilih dia ingin tetap menjadi gadis bukan menikah namun tersakiti sebegitu dalam.


" Tu, ucap Bu Nina melihat Sukma yang masuk ruangan dan membuat bu Diana menatap Sukma dengan kesan yang jijik.


Sukma hanya diam dan menuju meja kerja nya.


Lalu masuk lagi Malika, yang juga seorang dosen di sana.


Malika melihat Sukma penuh dendam dan kelicikan.


Jika Aku tidak bisa memiliki Hugo, maka tidak akan ada yang bisa memiliki nya, itulah yang Malika pikirkan saat itu.


Malika hidup dari kecil penuh kasih sayang, sehingga apa yang dia inginkan akan iya dapatkan begitu juga masalah Hugo,, bagi Malika jika dia tidak bisa memiliki nya maka tak akan pernah ada wanita mana pun memiliki sosok tampan Hugo Laurens.


Jam pulang kampus tiba, Sukma pulang dengan menaiki mobil nya. Sukma masih terlihat biasa, walau pun banyak pasang mata menatap nya, apalagi setelah kejadian itu.

__ADS_1


" Sesosok lelaki muda tampan berlari menuju nya, membawa seikat bunga mawar putih.


Halo Bu Sukma, kita jumpa lagi ucap nya penuh dengan senyuman.


Sukma yang di parkiran itu tersenyum.


Kenapa Satria? apa ada yang ingin kamu tanyakan dengan saya? ucap Sukma melihat mahasiswa nya yang memang dengan terang terangan mengatakan menyukai Sukma itu.


Satria menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Hehehe, maaf Bu saya mau kasih bunga ini, lanjut nya.


Sukma melihat bunga mawar indah itu, lalu mengambilnya dan pamit pulang.


Tanpa Sukma dan satria ketahui, sesosok anak manusia tengah menatap tajam Sukma di ujung parkiran yang masih bisa melihat dengan jelas, Sukma tengah berbincang dan mengambil bunga mawar indah dari tangan mahasiswa nya.


" jangan bermain dengan ku Sukma Ayu Azhari, kau akan menyesal ucap Hugo.


Hugo menuju rumah Sukma dengan perasaan kesal.


Hugo bertemu ayah Sultan dan Umi Helena selaku orang tua Sukma.


Hugo mengatakan bahwa Sukma tengah di taksir oleh mahasiswa nya, dan saya tidak mau berbagi yah.


Saya akan menikahi Sukma saat dia tiba di sini, ucap Hugo membuat Ayah Sultan dan Umi Helena terkejut.

__ADS_1


" Nak Hugo, pernikahan itu membutuhkan banyak persiapan, tidak bisa main menikah saja ucap ayah Sultan menasehati Hugo.


Namun Hugo tidak mau mendengar apa yang ayah Sultan katakan.


Dia kekeh dengan keputusan nya yang akan tetap menikahi Sukma setiba nya Sukma di rumah orang tua nya.


Ayah Sultan dan Umi Helena tidak bisa berkata apa-apa lagi, keputusan ada di tangan Hugo dan Sukma.


Tidak lama Sukma tiba dan terkejut melihat Hugo.


Assalamu'alaikum, ucap Sukma masuk dan takzim kepada kedua orang tua nya.


Lalu Sukma melihat Hugo yang menatap nya tajam.


" Buang bunga itu dan kita menikah saat ini juga! ucap Hugo membuat Sukma terkejut.


Sukma melihat kedua orang tua nya dan Ayah serta Umi nya mengangguk, dan Sukma melihat Hugo.


" Mas, aku punya keinginan ku sendiri, jangan memaksa ku untuk menikah sekarang, aku butuh waktu ucap Sukma namun Hugo menatap nya penuh kekesalan.


" Kamu meminta waktu padaku, tapi menerima bunga dari pria lain! adil kah itu? aku tetap akan menikahi mu sekarang, agar aku bisa dan mempunyai kekuatan untuk melarang mu melakukan apa yang menurut ku tidak penting, jawab Hugo.


Sukma kesal berlari ke kamar.


Ayah dan Umi melihat kedua nya sambil menarik nafas.

__ADS_1


Yang satu pencemburu dan satu suka melakukan sekehendak ucap Umi berlalu meninggal dua lelaki beda generasi itu di ruang tamu untuk menemui Sukma


__ADS_2