Neraka Istri

Neraka Istri
pulang


__ADS_3

Setelah melahirkan anak nya, sukma dan baby Reynold di bawa pulang ke rumah mereka.


Bayi merah itu sungguh menyita perhatian pelayan bahkan security rumah milik hugo.


" Aduh tuan muda tampan sekali yo bik, mirip sekali dengan tuan Hugo dan lihat bibir nya mirip nyonya Sukma, ucap pelayan Satu.


" Iyo lis, mirip tenan iki papa dan mama nya, kata bibi Marni.


Pelayan masih asik dengan bayi merah. Suara Hugo membuat semua nya tersadar dan kembali ke pekerjaan masing-masing.


" Bi iis buat kan saya kopi sekalian untuk malik, dan antar ke ruang kerja saya, kata higo.


Baik tuan, jawab Bi iis langsung mengerjakan apa yang di perintahkan tuan besar nya.


Sementara Hugo kembali melihat bayi nya yang sedang tidur di box bayi dengan nyenyak.


" By, aku mau mandi bisa minta tolong isikan air di bathtub? ucap sukma melihat suami nya yang masih terpesona dengan bayi mereka.


" Oke sayang, aku akan isi dulu ya. Kamu mandi mumpung Rey tidur, kata Hugo dan langsung berlalu menuju kamar mandi.

__ADS_1


Baby Reynold sangat anteng, tidak suka menangis.


Dia akan menangis jika pipis dan pup saja, bahkan saat malam pun bayi ini tidak mau begadang, entah belum entah dia memang tidak ingin orang tua nya susah menjaga nya jika ia begadang.


" Sayang, air nya sudah siap. Kamu mandi lah, aku akan menuju ruang kerja dulu ya, ada kerjaan untuk aku urus dengan Malik, ucap Hugo memberi tahu istrinya.


Sepeninggal Hugo, sukma masuk kamar mandi dan berendam merilekskan tubuh nya yang terasa lelah setelah melahirkan kemarin.


Hugo dan Malik tetap fokus dengan kerjaan mereka, hingga Bibi Iss datang dan meletakkan kopi dan cemilan untuk tuan nya.


" Silahkan Tuan, saya permisi kata bibi berlalu keluar.


Hugo dan Malik masih berdiskusi, mereka akan menangani kontrak kerja sama dengan perusahaan asal Jepang.


" Lik, kamu urus semua kebutuhan untuk kerja sama dengan tuan Akira, aku ingin kerja sama dengan nya berjalan lancar.


Kita memang pemain baru di bidang makanan, tapi kita bukan orang baru dalam bisnis, aku percayakan semua pada mu lik, ucap hugo.


Malik mengangguk, dan mereka kembali berdiskusi.

__ADS_1


Di kamar Hugo, Sukma telah selesai dengan mandinya, dan sekarang tengah mengenakan pakaian.


Baby Reynold menangis, Sukma terburu-buru menggunakan pakaian nya, hingga kini ia telah di kamar sang putra yang terhubung dengan kamar nya.


" Ohh anak mami, kenapa sayang? sukma mengangkat baby Reynold, Ohh kamu pipis ya sayang, ya sudah mami gantiin dulu ya nak dan jangan menangis, kata Sukma.


Sukma mengganti popok anak nya, memang Sukma tidak akan memakaikan pempers untuk anak nya yang masih bayi merah, sukma takut iritasi kulit baby Reynold.


Selesai, anak mami ganteng banget sih sayang, mirip Papi iya kamu mirip papi ya, engga mau mirip mami ya nak, ucap sukma.


Saat tengah berbincang dengan baby Reynold, pintu kamar anak nya terbuka, terlihat Hugo yang masuk.


" Kenapa Sayang, apa Reynold menangis? tanya Hugo, dan Sukma mengangguk.


Iya by, Rey menangis karena pipis, aku baru saja menggantikan nya.


" Sayang, kenapa engga kasi pempers saja, kan kalau tiap sebentar dia pipis atau Pup kamu akan kesusahan sayang, ucap hugo.


Sukma mengangguk, nanti aja by, aku masih kuat kok kalau harus bangun malam jika Rey menangis minta ganti popok nya, aku takut dia iritasi, kata Sukma kembali.

__ADS_1


Namun Hugo tetap ingin anak nya pakai pempers, karena kasihan kepada istrinya, tiap sebentar terbangun mengganti popok anak nya.


" Baiklah by, nanti kita pilih merk pempers yang aman untuk bayi, putus Sukma dan kini kedua nya bermain dengan baby Reynold yang membuka mata dan tersenyum senyum melihat kedua orang tua nya.


__ADS_2