
Malik mengamuk kepada Kepala mandor itu.
Suasana menjadi sangat tak terkendali.
" Bagaimana bisa balok itu jatuh? itulah pertanyaan Malik dari tadi.
Maafkan kami tuan Malik, kami lalai kali ini, ucap kepala mandor ketakutan.
Malik sangat marah, Kali ini. Bagaimana jika ada nyawa yang hilang karena kelalaian kalian? jika Nona Laurika kenapa-napa tadi bagaimana? Jika tuan Hugo tau semua ini, maka kalian dalam masalah besar! ucap nya.
Mandor dan semua pekerja nampak ketakutan.
Mereka tau, orang seperti apa Hugo itu.
Jika dia telah marah, jangan kan Malik mungkin siapapun tidak akan ada yang berani melawan nya.
" Aku beri kau waktu tiga hari, cari tau penyebab kenapa balok itu jatuh. Aku tau ada yang ingin menyabotase pembangunan ini, lanjut Malik.
Setelah mengatakan itu, Malik dan Laurika meninggalkan bangunan hotel belum jadi itu.
" Nona Apa kau tidak apa? jika ada yang sakit, mari kita ke rumah sakit, pinta Malik.
" Tidak apa tuan Malik. Aku baik-baik saja, tadi hanya shock tapi aku lebih shock dengan kemarahan mu, ucap Laurika mengajak Malik sedikit bercanda.
__ADS_1
Lelaki itu sama kaku nya dengan sang bos.
Bahkan amarah nya lebih mengerikan di banding kan Hugo.
Jika Hugo masih bisa menahan walaupun itu hanya setipis tisu, tapi masi bisa kan ditahan, lain dengan Malik, dia tidak bisa menahan dan mentolerir kesalahan sedikit saja apalagi tadi hampir saja nyawa Nona Laurika melayang, jika dia tidak lekas menarik tubuh wanita itu.
" Maafkan kejadian hari ini Nona, Kami akan menyelidiki sampai tuntas, siapa yang telah mencoba bermain dengan Proyek kita, lanjut Malik.
Setelah itu kedua nya masuk ke mobil masing-masing.
Malik menuju Kantor kembali.
Setiba nya di kantor, Malik langsung masuk menuju ruangan Nya.
Malik tiba di ruangan nya, mulai mengotak atik laptop nya dan mencari tau dari CCTV Lapangan.
Malik tersenyum, saat melihatnya ya dia sudah tau siapa yang ingin mencoba bermain dengan Hugo dan Diri nya.
Malik melihat jam sudah menunjukkan jam pulang kerja. Malik langsung keluar kantor dan menuju kediaman Hugo.
Mobil melaju dengan Santai, hingga tiba di gerbang tinggi hunian mewah Hugo.
Malik turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
" Bi, Tolong bilang sama Tuan Hugo saya menunggu di ruang kerja beliau, ucap Malik meminta tolong panggil kan Hugo oleh pembantu rumah Hugo.
Malik duduk di ruang kerja Hugo.
Tidak lama Hugo sampai di ruangan itu dengan wajahnya yang kesal.
" Ada apa kau kesini Lik? jika tidak penting awas saja kau! sentakan Hugo membuat Malik menelan ludah nya kasar.
Malik memberikan sebuah chip kepada Hugo, dan Hugo memandang aneh kepada Malik.
" Lihat dulu tuan, anda akan tau kenapa saya datang mengganggu kesenangan anda saat ini, ucap Malik seakan mengejek Hugo.
Hugo menghidupkan laptop nya dan memasang Chip itu, lalu melihat rekaman CCTV bangunan hotel mereka.
Rahang Hugo mengeras, saat melihat kejadian di dalam rekaman itu.
" Kau tau apa yang kau harus lakukan lik? Hugo hanya mengatakan itu, dan Malik mengangguk.
Berani sekali dia ingin bermain dengan ku, Tidak puas kah dia dengan menghilang kan nyawa ibu ku! Malik yang mendengar itu sungguh kasihan kepada Bos nya itu.
Jika Musuhnya orang lain, mungkin Malik akan dengan senang hati mengurus semua sendiri, ini bukan dengan orang lain, tetapi ayah kandung Hugo sendiri.
Bawa dia dan tunggu aku yang akan memberikan dia hukuman! ucap Hugo datar lalu keluar dari Ruangan itu menuju kamar nya.
__ADS_1