
Om Burhan pun menjawab dengan nada berbisik juga.
"Mereka mau ngelamar kamu buat anak mereka," sahut lelaki tua itu.
"Yang bener, Om?" tanya Harris yang sungguh tidak menyangka.
"Beneran, Ris." angguk Om Burhan. "Tadi mereka ngaku sendiri kok di depan Paman kalau mereka sedang mencari calon suami idaman untuk Hayra."
"Yes," sorak Harris senang, sebab pemuda itu memang sudah lama memendam rasa kepada Hayra.
Meski Hayra tidak secantik teman sekolahnya yang lain, akan tetapi pribadi Hayra yang ceria dan sengklek membuat Harris jatuh cinta.
Jangan lupakan dengan harta Hayra yang berlimpah ruah, membuat Harris semakin cinta dengan Hayra, karena itu tandanya mereka satu level, sama-sama dari kalangan orang kaya raya.
"Kalian kenapa bisik-bisik?" tanya Papa Reynaldi penasaran.
Om Burhan dan Harris pun menyudahi bisik-bisik mereka.
"Ah nggak, Rey," jawab Om Burhan. "Ini aku lagi nitip beli bubur ayam aja sama Harris," lanjut lelaki tua itu yang terlihat jelas sangat mencurigakan.
__ADS_1
"Oh," angguk Papa Reynaldi dan Mama Anyelir yang percaya-percaya saja.
"Kalau gitu Harris pergi dulu ya, Paman, Om, Tante," pamit pemuda itu.
"Tiati, Ris!"
"Okay, Paman."
Ketika dalam perjalanan keluar dari rumah ini, Harris pun berbicara dalam hati.
"Aku percayakan semua masa depanku padamu, Paman," batin pemuda itu dengan kepalan tangan penuh harapan. "Aku yakin Paman bisa mempromosikan aku dengan baik di depan kedua orang tuanya Hayra."
"Ya ampun, Hayra, akhirnya kita bisa bersanding juga di pelaminan nanti," sorak Harris yang terlalu kepedean karena berpikiran bahwa memang dia lah yang sedang diincar oleh Papa Reynaldi dan Mama Anyelir.
***
Yardan yang merupakan duda tampan, mapan, dan juga kejam sedang berada di sebuah TKP pembunuhan.
"Bagaimana ... apakah kami sudah boleh masuk?" tanya Yardan kepada tim forensik yang sedang bertugas kali ini.
__ADS_1
"Silakan masuk!" ucap bawahan Dokter Forensik yang saat ini sudah selesai mengambil gambar dan juga bukti-bukti penting.
Awalnya Yardan dan para petugas lainnya belum diperbolehkan masuk karena tim forensik sedang mengambil dan mengabadikan jejak-jejak kaki yang bisa dijadikan bukti penting di kasus pembunuhan kali ini.
Yardan pun mulai mendekati Dokter Forensik itu sembari menutup hidungnya karena bau busuk mayat yang sangat menyengat memenuhi ruangan ini.
"Kematian korban ini diperkirakan sudah berusia sekitar 3-4 harian yang lalu jika dilihat dari pembusukan di tubuhnya. Tapi untuk lebih jelasnya, akan kami periksa kembali agar info yang kami berikan sangat akurat. Sehingga bisa membantu untuk menangkap pelaku yang sebenarnya," terang Dokter Forensik itu kepada Yardan yang baru saja berdiri di sisinya.
"Baik, aku tunggu hasil pastinya," timpal duda tampan itu.
***
Setelah dirasa cukup mengamati TKP pembunuhan itu, Yardan mulai keluar dari dalam kamar Motel D itu.
Kini lelaki itu mulai berjalan ke para saksi yang ada di sekitar area penemuan mayat kali ini.
Dia merasa heran, kenapa mayat itu baru ditemukan setelah 3-4 hari setelah kematiannya.
Apakah para pengunjung dan pekerja di motel ini tidak menyadari ada kejanggalan dengan bau mayat yang menyengat.
__ADS_1
***
Setelah pekerjaan yang melelahkan selesai, kini Yardan dan rekan timnya mulai mencari tempat makan karena tadi pagi mereka belum sempat sarapan karena kasus penemuan mayat itu.