
Semua profil para duda tampan, kaya raya, dan juga badass mulai dikirimkan ke nomor ponsel Mama Anyelir untuk segera dinilai, apakah sudah sesuai dengan standar yang mereka inginkan atau belum.
Profil pertama adalah duda dari negeri ****....
"Waduh, waduh, waduh, mending lewatin aja ya, Pah," tutur Mama Anyelir. "Mama nggak rela kalau anak kita nanti diduakan, ditigakan, atau diempatkan."
"Setuju." angguk Papa Reynaldi. "Papa juga nggak rela kalau anak kesayangan kita harus berbagi cinta. Hayra kan sedari kecil selalu mendapatkan semua kasih sayang, masa setelah dewasa dan dipinang laki-laki -dia harus berbagi, enak aja," lanjut Papa Reynaldi sewot.
Lanjut ke profil duda kedua yang berasal dari negara barat atau lebih tepatnya para bule ....
"Papa nggak mau punya mantu orang asing," cakap Papa Reynaldi. "Skip aja!"
"Okay, Pah," jawab Mama Anyelir patuh.
Semua profil yang dikirimkan oleh para detektif swasta team Tuan Crab selalu mendapatkan penolakan.
"Gimana nih, Tuan?" keluh sang anak IT yang sudah putus asa karena semua data yang dia sodorkan mendapatkan penolakan terus.
__ADS_1
"Sebentar, sebentar, sebentar, aku mikir dulu," sahut Tuan Crab yang kini salah satu tangannya mulai memegang keningnya yang pening.
"Aku harus berpikir rasional, meski Tuan Reynaldi dan Nyonya Anyelir sengkleknya nggak ketulungan, pasti mereka tidak akan mungkin main-main untuk jodoh anaknya, meski mereka minta yang kayak di novel, kenyataannya mereka pasti ingin yang terbaik juga," gumam Tuan Crab yang kini mulai mengerti hal yang diinginkan oleh majikan yang sedang dia layani.
Kata terbaik yang dimaksud oleh Tuan Crab itu pasti dari segi sifat dan juga masa lalu riwayat si laki-laki dan latar belakangnya juga.
"Ric, coba kamu cari data profil para duda yang masih ada di sekitar lingkungan Tuan Reynaldi dan Nyonya Anyelir, trus kamu cari penyebab dia menjadi duda, yang terpenting jangan duda yang suka main perempuan ya!" pinta Tuan Crab. "Dari penampilan aja dan postingan akun sosial media mereka pasti kelihatan kok mana laki-laki pemain dan mana laki-laki yang baik."
"Baik, Tuan," jawab ahli IT itu patuh.
Namun dalam hati, Enric sedang menggerutu kesal karena semakin rumit profil duda yang harus dia cari.
"Dapat," seru anak IT itu yang menemukan kandidat yang tepat.
Tuan Crab pun mulai mendekat ke arah layar komputer rekan kerjanya itu.
"Kayaknya orang ini adalah orang yang tepat, Tuan," terang Enric pada Tuan Crab.
__ADS_1
"Kalau begitu segera kirim ke Tuan Reynaldi," titah Tuan Crab.
Ting!
Semua data tentang duda terpilih itu pun sudah berhasil terkirim.
Mama Anyelir dan Papa Reynaldi merasa heran karena hanya dikirimi satu profil saja oleh detektif swasta suruhannya.
"Kok cuma satu," gumam Papa Reynaldi.
"Mungkin udah sengaja difilter kali, Pa, sama mereka, biar kita nggak perlu banyak seleksi lagi."
"Bisa jadi, Ma." angguk lelaki tua itu.
"Ayo cepat buka! Mama udah penasaran nih sama pilihan mereka."
"Baik, Ma."
__ADS_1
Data profil duda terpilih pun mereka klik dan saat melihat nama dan foto yang tertera, Mama Anyelir dan Papa Reynaldi langsung terbelalak.
"Yardan!" teriak mereka dramatis.