
Papa Reynaldi dan Mama Anyelir langsung bertukar pandang dan saling bertelepati melalui sorot mata mereka masing-masing.
"Gimana nih, Mah? Burhan nolak keras-keras nih," tutur Papa Reynaldi membatin.
"Apa pun yang terjadi, kita harus bisa mendapatkan Yardan, Pah," tegas Mama Anyelir melalui kode mata sipitnya.
Kepalan tangan seperti orang yang memberikan semangat dan tekad kuat pun mulai ditunjukan oleh Mama Anyelir secara diam-diam. Akan tetapi Om Burhan mengetahuinya dan langsung menunjuk-nunjuk ke arah mereka.
"Ya, ya, ya, kalian sedang merencanakan apa?" tanya Om Burhan kepada kedua sahabatnya itu. "Jangan pakai cara licik ya!"
"Ya ampun, mana mungkin kami menggunakan cara yang licik," jawab Mama Anyelir yang langsung tersenyum dan memasang mimik wajah khas orang licik yang sedang berpura-pura baik.
__ADS_1
"Kita itu orang paling baik sejagad raya," imbuh Papa Reynaldi dengan senyum lebarnya. "Licik? Apa itu licik, hahaha," gelaknya renyah.
"Berarti kalian berdua setuju kan kalau Hayra menikahnya dengan Harris saja?" tanya Om Burhan memastikan sebab kedua orang tua Hayra mengaku tidak akan berbuat licik, yang artinya mereka berdua setuju dengan apa yang dikatakan oleh lelaki itu.
"Anu ...," ucap Papa Reynaldi sedikit ragu.
Om Burhan mengamati dengan sorot mata penasaran.
"Kalau boleh tahu Yardan itu udah punya pacar lagi belum ya?" lanjut Papa Reynaldi.
"Aku hanya sedang merasa khawatir saja, takut kalau Yardan memiliki trauma yang sama seperti kamu. Syukur-syukur sih kalau Yardan sudah punya pacar lagi," jawab Papa Reynaldi.
__ADS_1
"Iya, Han. Aku dan suamiku takut banget kalau si ganteng Yardan nggak doyan lagi sama perempuan. Mana dia belum punya anak lagi," tambah Mama Anyelir. "Kalau dia memiliki tekad dan rasa trauma seperti kamu, bisa-bisa garis keturunanmu berhenti di Yardan saja," ucap wanita itu mulai melancarkan serangan jitunya.
"Waduh," respon Om Burhan yang kini mulai masuk dalam jebakan kedua orang tuanya Hayra.
"Kamu pasti pengen punya cucu kan, Han?" kompor Papa Reynaldi. "Enak lho kalau punya cucu."
"Iya, bisa kamu ajak jalan-jalan. Bisa kamu mainin pipi bakpaunya, bisa kamu pamerin ke rekan-rekan bisnis kamu," tambah Mama Anyelir yang semakin membuat Om Burhan jadi kepincut ingin segera punya cucu.
"Sebenarnya aku pengen banget punya cucu, akan tetapi anakku itu anti banget sama yang namanya perempuan," sahut Om Burhan resah. "Kalau ada wanita yang nyoba ngedeketin Yardan, pasti perempuan itu langsung nge-freeze saking dinginnya sikap anakku itu. Atau yang paling parah -teriak-teriak dan maki-maki anakku."
"Waduh, waduh, waduh," kaget Papa Reynaldi yang sebenarnya dibuat-buat. "Anak kamu udah parah banget tuh. Duh aku jadi ragu apakah Yardan bisa sembuh kembali."
__ADS_1
"Aku juga takut banget, Rey," timpal Om Burhan. "Tolong bantuin aku dong, Rey, Any!" mohon lelaki tua itu yang malah masuk sendiri ke kandang buaya.
"Tenang, tenang, tenang, kami pasti bantuin kamu kok," jawab Papa Reynaldi yang kini malah bersikap bak seperti pahlawan. "Sekarang kita harus mencari ciri-ciri wanita yang bisa menang melawan sifat dinginnya Yardan yang seperti es kutub selatan itu. Coba kamu jelasin sifat anakmu secara spesifik!" pinta lelaki itu. "Agar aku dan istriku bisa menentukan wanita yang cocok untuk jadi istri baru anakmu."