
Sepeninggal Hayra, Mama Anyelir dan Papa Reynaldi mulai menyusun rencana baru dan mereka mulai bergerak cepat dengan semua sumber daya yang mereka miliki selama ini.
Para detektif swasta pun sudah mereka pekerjakan hanya dengan satu kalimat singkat di ponsel Mama Anyelir.
"Sin, carikan duda kejam kayak di novel-novel!" pesan Mama Anyelir ke nomor sekretaris pribadi Papa Reynaldi.
"Baik, Nyonya," balas Sindy yang saat ini sedang dalam perjalanan kembali ke kantor perusahaan Sagara Makmur.
"Oh iya, satu lagi, cari yang karakternya mirip kaya Tuan yang sedang kamu layani ya," tambah Mama Anyelir yang merujuk pada Papa Reynaldi. Lelaki yang bucin akut pada wanita itu, akan tetapi garang dan cuek kepada wanita lain.
"Siap, Bos," balas Sindy lagi.
Sindy yang mendapatkan perintah seperti itu langsung menelpon satu nomor detektif yang punya banyak relasi bisnis di bidang yang sama yaitu sama-sama detektif swasta.
__ADS_1
"Halo, Nona Sindy," sapa detektif itu ramah.
"Halo, Tuan Crab," sapa balik wanita cantik itu. "Saya punya tugas buat kalian."
"Tugas apa, Nona?"
"Carikan data-data tentang duda yang kejam, dingin, cuek, otoriter, mapan, kaya raya, dan tampan yang memiliki perut roti sobek, tapi sekalinya cinta dan sayang kepada satu wanita, dia langsung bucin parah," jelas Sindy yang menjelaskan lebih rinci tentang duda yang dimaksud oleh Mama Anyelir.
Sindy selain sengklek, dia juga adalah sekretaris yang handal dalam segala bidang, baik dalam bidang yang elit seperti orang terpelajar atau pun dalam bidang yang aneh seperti selera para majikannya yang kadang di luar batas nalar manusia.
Dan hanya orang-orang terpilihlah yang sanggup bekerja dengan keluarga Azura dari jarak yang dekat.
Biasanya para pekerja yang melayani keluarga Azura yang sengklek itu memiliki sifat yang kadang tidak jauh beda dengan majikannya karena otak mereka kadang ikut terkontaminasi.
__ADS_1
Namun yang membedakan adalah kesengklekan para pekerja bisa di on-off kan kesengklekannya sesuai keadaan yang dibutuhkan.
"Baik, Nona." angguk sang detektif itu mengerti.
"Oh iya, aturan kerjasama kita masih tetap time is money, okay," tekan Sindy. "Semakin cepat kalian memberikan info yang memuaskan majikanku, maka bonus yang akan kalian dapatkan jauh lebih besar. Jadi kalau ingin bayarannya lebih besar, selesaikan dengan cepat!"
"Dimengerti, Nona," jawab cepat detektif swasta itu.
Setelah panggilan telepon mereka berakhir, Tuan Crab sang detektif swasta yang memiliki rekan kerja yang handal mulai bergerak cepat mencari informasi siapa saja para duda yang memenuhi standar yang diinginkan oleh majikannya.
"Cepat cari duda yang seperti tokoh fiksi di novel!" ucap Tuan Crab yang kebetulan memang sering membaca novel online yang tingkat kehaluannya tidak mungkin ada di dunia nyata, mirip seperti novel yang sedang kalian baca saat ini.
Para ahli IT pun mulai memindai lelaki yang sesuai dengan kriteria yang tertulis di papan pengumuman di ruangan kantor detektif swasta ini.
__ADS_1
Nama-nama para duda yang merupakan pengusaha muda pun mulai bermunculan di layar komputer mereka.