
"Den, bibirnya jangan senyam-senyum! Nanti maskernya retak dan wajah Aden Harris jadi keriput lho," ucap salah satu pekerja yang bertugas di klinik kecantikan ini.
Pekerja itu saat ini sedang mengaplikasikan masker wajah ke permukaan kulit Harris dengan sebuah kuas lembut yang dia pegang.
"Hm," angguk Harris yang langsung meredakan senyumannya tadi.
Sedangkan di kediaman rumahnya Yardan, kedua orang tuanya Hayra yang sejak tadi sudah berbicara ngalor ngidul berbasa-basi dan saling bertanya kabar dan kegiatan selama setahun kebelakang, kini pembicaraan mereka sampai juga pada pembahasan tentang laki-laki yang ingin dilamar oleh Mama Anyelir dan Papa Reynaldi untuk putri semata wayangnya itu.
"Sebenarnya kedatangan kami ke sini itu bukan hanya untuk temu kangen, Han," ucap Papa Reynaldi. "Sebenarnya kami ingin kalau kita bisa berbesanan dan menjadi satu keluarga besar."
"Rencana yang sangat luar biasa sekali," timpal Om Burhan yang masih pede kalau yang akan diminta oleh sahabatnya itu adalah Harris keponakan kesayangannya.
__ADS_1
"Kamu nggak keberatan kan kalau anak kamu menjadi suami dari anakku?" tanya Papa Reynaldi memastikan.
"Mana mungkin aku keberatan," tawa renyah Om Burhan sembari memukul pelan punggung sahabatnya itu. "Tentu saja aku akan sangat merasa senang kalau kita bisa berbesanan. Aku juga memang sudah mengamati sih kalau anakmu itu sangat cocok dengan Harris."
Mama Anyelir dan Papa Reynaldi langsung membulatkan kedua bola matanya karena Om Burhan ternyata sedang salah paham.
"Mereka sedari kecil selalu bersama dan juga tumbuh bersama. Mereka juga sangat akur dan satu frekuensi. Lalu Harris juga bisa melindungi Hayra dengan sangat baik. Meski usia mereka saat ini masih delapan belas tahun, tapi aku yakin kalau mereka sudah siap dan mampu untuk mengarungi bahtera rumah tangga," lanjut Om Burhan penuh dengan semangat empat lima.
"Hah!" kaget Om Burhan. Plakk! Lelaki tua itu pun langsung menggeplak kepala sahabat baiknya itu. "Jangan bercanda kamu," ucap Om Burhan kemudian. "Hayra sama Yardan itu umurnya beda jauh banget. Lima belas tahun lho perbedaan mereka. Mbok ya kalau nyari jodoh yang bener dong! Hayra itu masih gadis dan masih muda belia, masa mau kalian jodohin sama duda yang udah om om sih."
"Haduh, Han, aku itu nggak salah milih jodoh kok. Kan aku tahu kalau anak kamu itu laki-laki baik-baik. Meski statusnya sudah duda akan tetapi dia cocok jika dijadikan suami untuk Hayra. Yardan pasti bisa ngemong anak gadis aku yang masih kekanak-kanakan itu, terus dia pasti bisa ngejagain Hayra dengan baik. Selain itu ... aku pengen kalau kita itu bisa menjalin hubungan kekeluargaan lebih erat lagi dengan pernikahan anak kita," jelas Papa Reynaldi.
__ADS_1
"Nggak, Rey," tolak Om Burhan keras. "Aku nggak mau kalau si cantik dan si manis Hayra nikah sama Yardan si kulkas berjalan. Lagian aku juga nggak mau Hayra nikah sama om om, nggak rela aku," lanjutnya sewot. "Kalau kamu memang ingin memperat hubungan kekeluargaan diantara kita berdua, kita bisa menikahkan Hayra dengan Harris saja," kekeuh Om Burhan.
***
Note : Maaf kalau aku jarang balas komen, aku masih trauma sama kejadian tahun 2020 di mana novelku kena serang hate komen sampe puluhan dan ratusan komen.
Aku nggak tahu mereka itu ada dendam apa sama aku, karna dulu aku di dunia literasi nggak ada kenalan satu pun dan cuma fokus nulis aja.
Setelah jadi juara 2 lomba YAWS season 2, hate komen bermunculan, meski sekarang semua komen itu udah disapu bersih sama NT, tapi traumanya masih belum sembuh sampai sekarang.
Semoga kalian mengerti ....
__ADS_1