Nikah Paksa Sang Duda Tampan

Nikah Paksa Sang Duda Tampan
2. Kamu Udah Celap-Celup, Kah?


__ADS_3

"Aku pengen nikah muda, Ma, Pa," rajuk Hayra manja yang kini sudah menggerakkan badannya seperti anak kecil yang sedang merajuk.


"Sebentar, Sayang," tutur Mama Anyelir. "Tadi kamu bilang ingin nikah muda?"


"Iya, Ma." angguk gadis itu dengan mimik wajah yang menggemaskan. "Hayra pengen nikah."


"Kenapa kok kamu tiba-tiba banget pengen nikah?" selidik Papa Reynaldi. "Apa jangan-jangan kamu suda~h-" perkataan lelaki tua itu terhenti dengan mulut yang terbuka lebar namun segera dia tutup dengan salah satu tangannya sebab pikiran negatif sudah hinggap ke semua sistem syarap otaknya. "Kamu nggak hamil duluan kan?" tebak Papa Reynaldi.


"Astaga naga, buah naga enak banget rasanya," kaget Mama Anyelir yang langsung latah tidak bisa dihentikan.


"Pengennya, huaaaaa," tangis Hayra yang kini malah menangis kencang.


"Lho, lho, lho," heran Papa Reynaldi yang langsung bingung dengan keadaan saat ini. "Kamu beneran lagi hamil atau nggak sih?" ucapnya meminta kepastian akan hal yang bias seperti ini.

__ADS_1


"Aku nggak lagi hamil, huaaaaaa," jawab Hayra di tengah tangisnya.


"Cut! Cut! Cut!" pinta Mama Anyelir. "Stop dulu tangismu, Ra!"


Jep!


Tangisan Hayra pun langsung berhenti seketika saat diminta "Cut," oleh ibunya.


"Kamu nggak lagi hamil, tapi kamu pengen hamil duluan," tutur Mama Anyelir mulai menyimpulkan.


"Ra, tolong jawab pertanyaan Mama dengan jujur!" Mama Anyelir berhenti sejenak dan Hayra menatap ibunya dengan penuh perhatian. "Kamu pernah celap-celup kah dengan seorang laki-laki?" tanya wanita itu dengan hati yang sudah dag dig dug der karena takut kalau-kalau anak gadisnya -yang sudah dia rawat dengan sepenuh hati seperti kedelai hitam malika di iklan-iklan -ternyata gawangnya sudah dibobol oleh laki-laki yang tidak bertanggungjawab dan tidak berperikesopanan sebab tidak menghalalkan Hayra terlebih dahulu.


"Celap-celup yang kayak apaan dulu, Ma?" tanya Hayra bingung dengan perumpamaan ibunya itu yang bermakna luas seperti pasir di gurun sahara yang ada di benua Afrika.

__ADS_1


"Celap-celup itu lho, Sayang, yang ada jilat-jilatnya," kode Mama Anyelir yang masih ambigu.


"Hah?" bingung Hayra yang kini harus memeras otaknya yang minimalis agar bisa mengerti maksud dari kode ibu kandungnya itu. "Yang ada jilat-jilatnya?" tutur gadis itu yang mulai berpikir dan menerka-nerka hal-hal yang ada jilat-jilatnya. "Oh~" angguk Hayra yang kini sudah menemukan jawaban. "Maksud Mama makan Ureo bareng laki-laki ya?" senyum gadis itu polos. "Kalau itu mah sering, Ma, Pa. Aku sering celap-celup Ureo bareng sama Harris keponakannya Om Burhan."


"Bukan itu, Sayang." geleng Mama Anyelir dan Papa Reynaldi kuat-kuat. "Maksud kami itu celap-celup yang itu lho," tutur wanita itu yang kini bingung untuk menjelaskan.


"Yang kayak apa sih, Ma?" ucap Hayra yang makin penasaran level maksimal dengan penjelasan ibunya.


"Yang pasti keluar masuk itu lho, Ra," cakap Papa Reynaldi.


"Hah? Keluar masuk?" kernyit Hayra. "Lha kan celap-celup kan keluar masuk dari gelas susu kan? Terus langsung hap masuk ke mulut."


"Bukan itu maksud kami, Sayang, tapi itu lho euu ...."

__ADS_1


"Itu apa, Ma, Pa?" tuntut Hayra yang sungguh ingin segera tahu maksud dari keduanya.


Bersambung ....


__ADS_2