
Padahal sekretaris-nya Papa Reynaldi itu sangat cantik mempesona, akan tetapi lelaki tua itu tidak pernah tertarik dengan bawahannya itu.
Papa Reynaldi masih lebih mencintai Mama Anyelir meski paras istrinya tidak secantik para bawahannya yang kadang mengode lelaki tua itu untuk main serong dengan mereka.
Bagi lelaki tua itu hanya Mama Anyelir saja wanita yang paling cantik di dunia ini. Terkadang Papa Reynaldi juga langsung memecat para pegawainya yang gatal jika mereka terlalu mencolok menggoda dirinya.
***
Setelah mendapatkan usiran langsung dari majikannya, sekretaris itu pergi dengan dua buah rencana briliant untuk perusahaan Sagara Makmur.
"Oke, sekarang kita lanjutkan lagi rapat penting tentang jodoh anak kita," tutur Mama Anyelir.
"Jadi gini, Ma," ucap Hayra mulai berbicara kembali. "Aku pengen kalau suami aku itu Duda yang usianya berbelas-belas tahun selisihnya dari aku. Lalu badan dia juga harus kekar dengan tampang wajah yang tampan. Terus dia juga harus mapan dan satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya, dia harus kejam dan dingin kayak es kutub selatan."
__ADS_1
"Okay, dimengerti," jawab Papa Reynaldi dan Mama Anyelir.
"Oh iya, satu lagi," celetuk Hayra yang baru ingat sesuatu yang sangat penting. "Pernikahanku nanti harus ada unsur dipaksa dan terpaksanya ya, Ma, Pah," ucap gadis itu enteng.
"Hah?" kaget kedua orang tua Hayra yang langsung mengubur rencananya dalam-dalam.
Awalanya Papa Reynaldi dan Mama Anyelir ingin memasang iklan secara besar-besaran di semua stasiun televisi dalam rangka mencari laki-laki duda yang sesuai dengan tipe idaman Hayra.
Namun setelah mendengar persyaratan tambahan lagi, mereka tidak bisa memakai rencana iklan fenomenal itu karena semua duda yang mendaftar pastilah orang-orang yang sukarela untuk menjadi suami anak mereka berdua.
Kini Mama Anyelir dan Papa Reynaldi mulai berpikir keras dan memeras otak mereka sampai ke tetes terakhir agar bisa mendapatkan jawaban dari semua permintaan aneh anaknya saat ini.
"Gimana, Ma, Pah?" tanya Hayra. "Sanggup nggak wujudin dream wedding aku?"
__ADS_1
"Oh sanggup banget." angguk keduanya. "Kamu tenang aja ya, Sayang. Apa sih yang nggak bisa dilakukan sama uang-uang Mama dan Papa."
"Betul sekali," sahut Papa Reynaldi cepat. "Papa dan Mama akan sewa banyak detektif swasta untuk melacak para duda arogan dan mapan khusus buat kamu seorang."
"Makasih, Mama." peluk Hayra pada ibunya. "Makasih, Papa," peluk gadis itu pada ayahnya.
"Sama-sama, Sayang."
"Kalau gitu Hayra mau lanjutin perawatan wajah dan tubuh aku dulu ya, biar makin cantik dan mulus, supaya pas malam pertama -suami duda aku mau main sepuluh ronde nunu nananya sampe nggak bisa jalan," cakap gadis itu.
"Lanjutkan, Ra!" ucap Mama Anyelir dan Papa Reynaldi yang mendukung penuh rencana ekstrim anak mereka. "Mama dan Papa hanya bisa mendo'akan agar kamu bisa mencapai semua cita-cita kamu."
"Makasih, Mama, makasih, Papa, bye bye," pamit gadis itu yang berlari riang ke lantai dua, di mana di lantai itu ada klinik kecantikan pribadi yang memang sengaja disediakan untuk menjadi tempat perawatan wajah dan tubuh bagi keluarga kecil mereka.
__ADS_1
Bahkan Dokter spesialis kulit pun tersedia di klinik kecantikan pribadi di rumah ini.