Oh My Jenderal

Oh My Jenderal
Pendukung


__ADS_3

Kerajaan Qin memiliki 3 pangeran tetapi tidak ada satupun yang masih dinobatkan sebagai putra mahkota, kekuataan pangeran diukur siapa yang memiliki pendukung paling kuat sehingga itu yang membuat Kaisar Qin sulit memilih diantara mereka. Seluruh kerajaan mengetahui hanya ada dua kandidat pangeran yang dipilih dan itu tidak akan mudah.


Pangeran pertama bernama Qin Huang putra dari permaisuri sekarang, ia orang yang ambisius, dengki, iri hati, licik, dan kejam, ia cukup hebat dalam beladiri. pangeran Qin Huang memiliki setengah pendukung terkuat kerajaan Qin, mereka tunduk pada Qin Huang yang licik itu karena mereka berfikir bahwa Qin Huang yang terlalu ambisius akan mudah dikendalikan.


Pangeran kedua bernama Qin Feilong putra dari selir kesayangan Kaisar, ia orang yang penuh kasih sayang, sabar, dan memiliki hati yang mulia, banyak orang menyukai dirinya tetapi belum tentu mendukungnya, ia memiliki pendukung yang cukup kuat juga, ia tidak terlalu pandai dalam beladiri sehingga ia selalu ditemani Qin San, adiknya yang cukup hebat dalam beladiri.


Pangeran ketiga adalah Qin San, putra dari anak seorang Pelayan yang tidak sengaja ditiduri Kaisar saat mabuk, Ia tidak memiliki pendukung sama sekali, ia bahkan tidak pernah dianggap seorang pangeran karena berasal dari darah rakyat biasa, ia orang yang mudah emosi tetapi ia memiliki hati yang baik, ia selalu mengikuti Qin Feilong dari kecil jadi ia seperti pengawal bagi Qin Feilong.


Kekuatan kerajaan terletak pada kekuatan keuangan negara dan militer negara, jadi kedua pangeran terkuat memiliki salah satu dari mereka, Qin Huang memegang keuangan negara sedangkan militer dipegang oleh Qin Feilong. Kaisar Qin Shuang sebenarnya ingin memilih Qin Feilong tetapi ia tidak bisa memutuskan tanpa persetujuan semua orang karena akan terjadi bentrok diantara para menteri.


Tian Feng tersenyum yang langsung dibalas senyum oleh Qin Feilong, ia sengaja datang menemui Tian Feng, tetapi ia tidak mengetahui bahwa ada pesta dikediaman baru Tian Feng.


" Pangeran." Tian Feng memberi hormat, Qin Feilong menepuk bahu Tian Feng pelan, ia lalu memeluk Tian Feng, Qin San memandang tidak suka pada Tian Feng, Qin Feilong menyadari hal itu, ia hanya tersenyum karena ia tau kenapa Qin San bersikap seperti itu.


" Aku tidak tau kau sedang mengadakan pesta, Tian Feng." kata Qin Feilong tersenyum.


" Ah, aku tidak tau kalau pangeran Qin Feilong ada diistana, aku pasti mengundang pangeran jika aku mengetahuinya."


" Mau sampai kapan kau terus berbicara formal padaku." Jawab Qin Feilong karena ia kesal setiap kali Tian Feng memanggilnya pangeran, ia biasa memanggil nama saja sebagai bentuk keakraban mereka yang sudah seperti saudara, Tian Feng tersenyum mendengar perkataan Qin Feilong.


" Baiklah, ayo minum dulu." ajak Tian Feng, Qin Feilong menahannya.


" Aku hanya bisa sebentar menemuimu, ada hal penting yang ingin aku katakan." Tian Feng menganguk, ia lalu mengajak Qin Feilong ketempat yang agak sepi, Qin San tetap berada dipesta, ia berusaha menghentikan Qin Yu yang menggila karena mabuk berat.

__ADS_1


" Ada apa?" Tanya Tian Feng setelah mereka sedikit menjauh dari pesta, tetapi tempat pesta masih dalam jangkauan pandangan mereka. Qin Feilong lalu mengeluarkan sebuah kertas yang dilipat 3 lalu memberikannya pada Tian Feng.


" Itu adalah daftar nama orang yang berkerja dibelakang Qin Huang, kau harus hati-hati juga, putra menteri Wu ditangkap mereka sehingga mau tidak mau menteri Wu mendukung mereka, kita kehilangan satu pendukung." jelas Qin Feilong.


" Aku mengerti, kau tidak perlu khawatir, apapun yang terjadi aku akan tetap menjadi batu pijakanmu menuju singgasana." Tian Feng menepuk pelan bahu Qin Feilong untuk memenangkannya yang terlihat khawatir, ia biasa bersikap tenang tetapi melihat Qin Feilong bersikap sekarang bearti tidak sesederhana yang difikirkan. mereka berdua lalu memandang kearah pesta.


" Aku ingin meminta maaf atas kelakuan Qin San yang kemarin mengganggumu, ia bersikap seperti itu karena rasa sayangnya pada Qin Yu, kau tau sendiri ia amat menyanyangi bibi mudanya itu karena dari kecil Qin Yu selalu membantunya sampai ia mengikutiku saat aku datang keistana pertama kali, ah...Qin San adikku tersayang itu memang seperti itu, jadi kau maklumi saja dia." Tian Feng mengetahui tentang hubungan keluarga mereka itu, jadi ia mengangguk.


" Aku tau, hanya saja aku terkejut kedatangannya, kukira ia masih dipengasingan?"


" Kau lupa karena kau terlalu lama diperbatasan, ia datang sehari sebelum kau menikah, karena ia mengurus laporan kedatangannya ia tidak menghadiri pernikahan, ia paling membencimu jadi ia pasti akan membuat masalah denganmu, tetapi ia sangat baik." Kata Qin Feilong memandang Qin San dari jauh.


" Aku tau." mereka lalu berjalan bersama kembali kepesta.


" Kenapa kau berbicara seperti itu, tidak akan terjadi apapun padamu, jadi jangan katakan hal buruk." Qin Feilong tersenyum ia lalu menganguk, mereka sudah sampai diruang pesta.


Tian Feng terkejut karena Qin San tidak bisa menghentikan Qin Yu berhenti minum, Qin Feilong lalu menoleh pada Tian Feng. " Aku harus pergi menemui ibunda, jadi sepertinya kau harus melakukannya sendiri." Qin Feilong tertawa kecil, ia lalu memanggil Qin San.


Tian Feng berdecak, ia mengerti bahwa Qin Feilong tidak bisa berlama-lama karena banyak yang harus ia lakukan untuk kedatangannya setelah selesai pembelajaran dari negeri jauh, ia harus banyak menulis laporan. Qin San menoleh pada Tiang Feng.


" Kau harus menjaga bibiku dengan baik, jika terjadi sesuatu padanya aku akan mencarimu." Ia lalu pergi mengejar Qin Feilong yang berjalan duluan, Tian Feng hanya menggelengkan kepala, ia lalu mendekati Qin Yu yang terus minum bersama para jenderalnya yang lain.


" Hentikan." teriak Tian Feng, mereka semua langsung menoleh pada Tian Feng yang berjalan kearah Qin Yu, mereka berhenti bersorak, yang sudah mabuk banyak yang tidur.

__ADS_1


" Sudah larut malam, pesta ini selesai." Mereka menganguk tidak berani membantah Tian Feng kecuali Qin Yu yang tertawa kecil, ia lalu berjalan mendekati Tian Feng sambil sempoyongan karena mabuk berat.


" Ah sang jenderal dewa kematian." teriak Qin Yu yang tertawa, mereka menoleh Qin Yu lalu merasa bersalah karena membuat gadis itu sangat mabuk. Tian Feng lalu menarik tangan Qin Yu tetapi gadis menarik balik Tian Feng.


Karena kekuataan yang berbeda, Qin Yu malah tertarik kearah Tian Feng sehingga ia langsung masuk kedalam pelukan Tian Feng, ia lalu berdiri kemudian mengantungkan tangannya dileher Tian Feng.


" Kau sangat tampan, tetapi kenapa kau sangat menyebalkan, apakah ada wanita didunia ini ingin dekat dengan pria batu sepertimu?" Qin Yu lalu mencubit wajah Tian Feng, Tian Feng lalu menyingkirkan tangan Qin Yu dengan kasar.


" Lihat.... betapa kasarnya dia, hanya karena kau seorang jenderal bukan berarti boleh bersikap seperti ini, aku seorang gadis lemah, apa pantas diperlakukan seperti ini, aku tau kau hanya menyukai gadis murahan disebelah sana." Qin Yu menunjuk pada Xiao Lu, ia lalu menutup mulutnya sambil menahan tawa, para tamu tampak khawatir mendengar perkataan Qin Yu yang mungkin akan mengundang kemarahan Tian Feng.


" Aku sekali lihat saja tau kalau dia wanita murahan yang menjadi simpa ..." belum selesai, Qin Yu merasa mual, ia ingin muntah karena terlalu banyak minum.


Mereka khawatir Qin Yu akan muntah didepan Tian Feng, tetapi khawatir tanpa mencegah adalah percuma, Qin Yu langsung muntah dibaju Tian Feng, tampak kemarahan diwajah Tian Feng, mereka semua secara serempak bertaburan dan pergi dari sana sebelum menjadi pelampiasan kemarahan Tian Feng.


" Beraninya kau...." teriak Tian Feng marah, Qin Yu lalu berlutut.


" Maaf." Qin Yu menangis sambil berlutut, ia menangis sampai tersedu-sedu, Tian Feng menjadi heran dan kemarahannya menghilang, Xiao Lu tidak berani mendekati mereka, melihat Tian Feng marah sangat menyeramkan. Qin Yu tidak berhenti menangis, Tian Feng lalu menyuruhnya berhenti menangis tetapi ia tidak mau. Entah kenapa hati Tian Feng menjadi lunak melihat Qin Yu menangis.


" Baiklah, aku tidak akan marah lagi jika kau berhenti menangis." Qin Yu masih belum berhenti menangis.


" Gendong." Qin Yu mengulurkan tangan untuk minta digendong, Tian Feng menarik nafas melihat Qin Yu bersikap seperti itu.


" Kau bukan anak kecil lagi, berdiri." teriak Tian Feng, tangisan Qin Yu semakin Kencang sehingga Tian Feng sampai menutup telinganya.

__ADS_1


" Baiklah." Balas Tian Feng, Xiao Lu terkejut mendengar Tian Feng bersikap lunak pada Orang lain, selama ini ia tidak pernah melihat Tian Feng bersikap seperti sekarang, ia biasa tidak perduli dan tidak mau tau.


__ADS_2