Oh My Jenderal

Oh My Jenderal
Berangkat ke perbatasan


__ADS_3

Tian Feng mengumpulkan mereka diruang aula, mereka duduk berbaris sambil Tian Feng menjelaskan rencana mereka akan berangkat dalam tiga hari.


" Baiklah kurasa sudah jelas, silahkan habiskan waktu kalian bersama orang yang kalian sayangi sebelum berangkat dalam tiga hari kedepan."


" Baik jenderal." jawab mereka serempak.


" Silahkan bubar." Mereka semua berdiri kemudian memberi hormat, mereka keluar semua.


Qin Yu masih duduk ditempatnya, memerhatikan mereka dari jauh yang sudah selesai dan pergi dari kediaman satu persatu.


Terlihat Tian Feng datang berjalan menuju Qin Yu.


" Bersiaplah, kita akan berangkat ke perbatasan tiga hari kedepan." Qin Yu menaikkan sebelah alisnya menatap Tian Feng, ia mengeladah keatas melihat Tian Feng


" Aku juga ikut?" tanya Qin Yu tidak percaya.


" Menurutmu?"


" Aku tidak mau ikut." Qin Yu membuang muka,


" Aku akan mengikatmu dikuda jika kau membangkang."


" Aku tidak perduli."


" Tidak perduli? kau kira aku bercanda?..." Qin Yu menatapnya sekali lagi.


" Ah ..lihat wajah dingin dan sombongnya yang menyebalkan hampir terlihat seperti iblis, ingin sekali aku mencakar wajahnya, memukul kepalanya, menendang pantatnya...ah...kalau aku bisa aku juga ingin menginjaknya dan dia akan memohon meminta ampun untuk hidupnya" batin Qin Yu mengomel. Qin Yu membuang muka tidak menjawab.


" Tiga hari, kemaskan barang yang kau butuhkan saja, jangan bawa banyak barang."


" Aku tidak suka membawa banyak barang, tenang saja." balas Qin Yu malas.


Qin mulai mengemaskan barangnya, sebelum itu ia mengirim surat pada ibunya karena ia tidak berani bertemu langsung sejak kejadian itu karena ia takut ibunya akan menyalahkannya, jadi ia hanya mengirimkan surat saja.


seluruh pasukan sudah bersiap , mereka akan segera berangkat setelah tiga hari telah berakhir, Tian Feng menunggu kedatangan Qin Yu bersama Xiao Lu, Hua Chen dan Lian Song.


Lian Song dan Hua Chen adalah komandan kepercayaan, jadi mereka berdua selalu berada disekitar Tian Feng, pasukan yang lain menunggu didepan pintu keluar kota.


" Kenapa dia lama sekali?" Guman Tian Feng yang mulai kesal karena sudah menunggu lama didepan pintu gerbang kediaman mereka .

__ADS_1


Tiba-tiba para pelayan datang satu persatu membawa barang ditangan mereka, sampai semua barang penuh, Tian Feng menatap semua barang itu. tak lama Qin Yu datang dengan pakaian mewah, ia tersenyum manis pada Tian Feng.


" Apa arti semua ini?" tanya Tian Feng menatap Qin Yu.


" Apa? semua ini? tentu saja barang-barang yang aku butuhkan."


" Yang kau butuhkan?"


" Iya, bukankah kau sendiri mengatakan bahwa aku akan membawa barang yang kubutuhkan, jadi ini dia." jawab Qin Yu senang.


" Kau fikir kita sedang liburan?..." teriak Tian Feng marah, ia lalu turun dari kuda kemudian menendang semua barang itu.


Qin Yu terkejut melihat Tian Feng menendang semua barang-barang, semuanya hancur, barang yang sudah ia siapkan selama tiga hari berantakan.


" Apa yang kau lakukan?" teriak Qin Yu mencoba menghentikan Tian Feng, Tian Feng lalu menatapnya.


" Apa semua ini? apa kau sedang pamer?.." Tian Feng menarik mencoba melepaskan pakaian luarnya yang mewah.


" Apa yang kau lakukan?" Qin Yu ingin mempertahankan pakaiannya, tetapi Tian Feng menarik paksa pakaiannya, karena tenaga Tian Feng kuat, pakaian luarnya sobek, hancur sudah hal yang ingin ia pertahankan, Qin Yu menangis.


" Pakaianku... perhiasanku...syalku...bedakku..." Qin Yu menatap semua barangnya yang sudah hancur dan pakaiannya yang sudah berantakan, Xiao Lu tersenyum diatas kuda melihat Qin Yu yang menderita.


" Masuk kedalam kereta." perintah Tian Feng, Qin Yu tidak bergeming, ia menatap marah Tian Feng.


" Lepaskan, kau menyakiti diriku." teriak Qin Yu kesakitan karena digenggam kuat Tian Feng.


Tapi Tian Feng tidak perduli.


" Masuk." Tian Feng mendorong Qin Yu untuk masuk kedalam kereta, Qin Yu tetap menolak ia tidak mau masuk.


" Kau benar-benar ingin diikat?...siapkan kuda lain." teriak Tian Feng.


" Jenderal..." Hua Chen ingin menghentikan Tian Feng, tetapi Tian Feng tidak perduli.


Seorang prajurit membawa seekor kuda kehadapan Tian Feng, Tian Feng lalu mengambil tali kemudian menarik Qin Yu.


" Apa yang ingin kau coba lakukan?" Qin Yu ketakutan menatap Tian Feng.


" Jangan karena aku bersikap baik selama ini kau bersikap seenaknya." Tian Feng kemudian mulai mengikat Qin Yu.

__ADS_1


" Kau sudah gila?" teriak Qin Yu, Tian Feng mengikat tubuh Qin Yu.


" Lepaskan aku." teriak Qin Yu. Tian Feng lalu melemparkan Qin Yu keatas kuda, mengikat Qin Yu pada kuda, Qin Yu tidak tau berkuda, ia sangat takut jatuh dari kuda, mulutnya disumpal agar tidak bersuara, jadi ia menangis karena ketakutan. Tian Feng hanya menyisakan satu peti pakaian milik Qin Yu, peti pakaian itu ia naikkan diatas kuda lain, selain itu semua barang Qin Yu dihancurkan.


" Jenderal, ini terlalu kejam." ucap Lian Song, melihat Qin Yu diperlakukan seperti itu.


" Kau merasa kasihan padanya? kau ingin ia naik ke kudamu? ia sangat menyukai dirimu, jadi ia mungkin akan senang jika berkuda denganmu?" balas Tian Feng.


" Jenderal, bukan seperti itu maksud saya."


" Aku tau apa yang aku lakukan." Tian Feng kemudian menaiki kudanya.


" Ayo berangkat." perintah Tian Feng.


Baru beberapa langkah kuda, Terdengar bunyi BUP... dibelakang mereka, ternyata Qin Yu jatuh dari kuda.


Tian Feng hanya menatap Qin Yu dari atas kuda, terlihat Qin Yu meringis kesakitan karena jatuh, tetapi melihat tampang Tian Feng yang seperti merendahkan dirinya, ia menahan rasa sakit itu, walaupun ia tidak bisa bergerak, kepalanya terbentur batu sehingga pelipisnya berdarah. Tian Feng melihat lukai itu ia menjadi iba dan merasa bersalah.


Tian Feng turun dari kudanya, kemudian mendekati Qin Yu lalu membantunya berdiri, ia lalu mengeluarkan sapu tangan ingin membersihkan darah dari dahinya, Qin Yu mundur, ia tidak mau menerima niat baik Tian Feng.


Tian Feng memaksanya, Qin Yu memalingkan wajah agar ia tidak dapat menyentuh wajah Qin Yu. Tian Feng menghela nafas, ia lalu melepaskan ikatan Qin Yu.


Begitu tali itu terlepas ia ingin pergi untuk kembali kekediaman, ia tidak mau ikut pergi ke perbatasan.


" Mau kemana?" Qin Yu tidak menjawab, ia hanya berjalan saja.


" Benar-benar menyusahkan." Tian Feng lalu mengejar Qin Yu kemudian langsung memikul Qin Yu kepundaknya.


Qin Yu berteriak.


" Lepaskan aku..." Qin Yu memukul-mukul punggung Tian Feng tetapi Tian Feng tidak perduli.


Ia lalu menaikan Qin Yu diatas kudanya, Ia lalu naik kuda dengan memeluk Qin Yu dari belakang. " Ayo berangkat." Teriak Tian Feng, ia langsung memacu kudanya cepat, ia tidak perduli dengan Qin Yu yang terus berteriak padanya.


Qin Yu baru terdiam setelah mereka sudah mendekati pintu keluar, ia melihat pasukan besar menunggu mereka, entah dia diam karena sudah habis suaranya berteriak atau sudah lelah karena teriaknya tidak dipedulikan Tian Feng.


Mereka memberi hormat saat Tian Feng melewati mereka, mereka semua tersenyum saat melihat Qin Yu berada didalam pelukan Tian Feng, hanya Xiao Lu yang tidak suka memandang Qin Yu tetapi ia tidak memiliki hak apapun.


" Ayo berangkat, kita tidak boleh menghabiskan banyak waktu." teriak Tian Feng, Tian Feng menyadari tatapan semua pasukannya, tetapi ia tidak perduli, mereka berseru kemudian langsung bergerak dipimpin Tian Feng.

__ADS_1


Sebagian prajurit berlari dan sebagian berkuda, mereka bergerak cepat. Qin Yu mencoba melepaskan pelukan Tian Feng tetapi baru beberapa saat terlepas, ia hampir jatuh, tangan Tian Feng sudah sigap menangkapnya.


" Lain kali aku akan melemparkanmu dari kuda." bisik Tian Feng, Qin Yu tidak perduli tetapi ia juga takut jatuh seperti tadi, kepalanya bahkan masih sakit, Tian Feng tadi hanya membalut luka kepalanya sembarangan tanpa dioleskan obat, demi harga diri Qin Yu teguh pada pendirian tidak ingin diobati, ia berencana mati karena luka kecil itu.


__ADS_2