
Setelah Kasim Liu pergi, seorang menteri pemberdayaan maju satu langkah untuk mengutarakan saran.
" Katakan." ucap Kaisar.
" Yang mulia, anda tidak perlu harus bermurah hati padanya, jenderal Tian Feng sudah seharusnya memenangkan wilayah itu karena untuk menembus kesalahan yang dilakukan ayahnya dahulu, bukankah wilayah itu jatuh pada musuh karena ketidakbecusan jenderal Tian Zhao." ucap menteri Pemberdayaan, Xiang Hao.
Kaisar Shuang terdiam sejenak, yang dikatakan menteri Xiang Hao memang benar. " Hamba ingin memberi saran, wilayah Cathay diserang, mengapa kita tidak memintanya mengalahkan musuh diwilayah Cathay, jika ia memenangkan wilayah Cathay maka ia akan anda beri hadiah." lanjut menteri Xiang Hao. Kaisar Shuang setuju dengan saran menteri Xiang.
Kaisar Shuang lalu memerintahkan pada pengirim pesan bahwa jenderal Tian Feng harus mengalahkan musuh diwilayah Cathay, pesan itu langsung sampai pada Tian Feng.
Tian Feng segera memimpin pasukan menuju wilayah Cathay setelah mendapat surat dari kaisar, dalam waktu satu bulan, ia mampu memukul mundur pasukan musuh dan wilayah Cathay aman, pesan untuk Kaisar Shuang dari Tian Feng sampai padanya ia merasa senang padahal wilayah Cathay selama 2 tahun terus diserang dan Jiang Feng dalam waktu sebulan mampu memukul mundur mereka jadi itu merupakan prestasi yang luar biasa.
" Jadi, kirimkan pesan pada Jenderal Tian Feng untuk segera kembali keibukota." ucap Kaisar Qin Shuang pada pengirim pesan.
Setelah menjalani pertempuran yang panjang, Tian Feng yang berada ditendanya membuka pakaian karena ia merasa gerah dan ingin berganti pakaian, tiba-tiba Seseorang masuk kedalam tendanya lalu memeluk Tian Feng dari belakang.
" Kau pasti sangat lelah? biar aku pijit." kata wanita itu, suaranya merdu dan menggoda, Ia mulai membelai tubuh Tian Feng, jari-jarinya bermain dibahu kekar Tian Feng.
Tian Feng lalu berbalik badan menghadap wanita itu, terlihat pakaian terbuka yang digunakan wanita itu, jari-jarinya menggoda didada bidang Tian Feng, Wajah cantik wanita itu tersenyum menggoda saat ditatap Tian Feng.
" Kenapa kau masuk kemari?" tanya Tian Feng seolah tidak terganggu apa yang dilakukan wanita itu padanya.
" Tentu saja untuk memuaskanmu, kau belum menyentuhku selama Satu tahun terakhir ini." kata wanita itu mengelus dada Tian Feng, ia ingin mencium bibir Tian Feng tetapi Tian Feng menolaknya.
__ADS_1
" Aku lelah, aku ingin beristirahat." jawab Tian Feng, ia ingin berbalik badan tetapi gadis itu menahan tangan Tian Feng lalu mengarahkannya pada buah dadanya.
Tangan Tian Feng tidak bereaksi apapun, ia menatap wanita yang selama ini menjadi pemuas nafsunya selama 5 tahun terakhir, wanita itu berasal dari rumah bordir, ia mengabdikan dirinya pada Tian Feng karena pernah ditolong Tian Feng saat ia disiksa, Tian Feng membelinya dan ia sudah menjadi budak Tian Feng dan mengikuti Tian Feng kemanapun.
Tian Feng lalu mendorong wanita itu hingga terjatuh diatas peranduan, ia lalu menindih wanita itu dan mulai mencium jenjang leher wanita itu, saat nafsunya membara tiba-tiba seorang prajurit masuk, saat ia melihat Tian Feng bercinta dengan wanita itu, ia langsung membalikkan badan, tubuhnya gemetar ketakutan karena ia mengganggu aktivitas Tian Feng.
Tian Feng menghentikan aktifitasnya, wanita itu terlihat kesal karena Tian Feng berhenti, ia lalu menatap tajam pada orang yang baru masuk itu.
" Ada apa?" tanya Tian Feng pada prajurit yang baru masuk itu, prajurit itu memberi hormat pada Tian Feng.
" Hamba membawa kabar dari kaisar." jawab Prajurit itu, Tian Feng lalu berdiri. " Kau pergi dulu, Xiao Lu."ucap Tian Feng, wanita itu terlihat kesal, ia tetap menuruti perintah Tian Feng dan pergi dari sana. semua pasukan dibawah komando Tian Feng mengenal Xiao Lu Sebagai wanitanya Tian Feng jadi mereka menghargai Xiao Lu.
Prajurit itu lalu memberikan surat titah dari kaisar Shuang, setelah membacanya ia memerintahkan prajuritnya itu untuk memanggil 6 komandannya yang terpercaya.
Tak lama 6 orang itu bernama Hua Chen ahli strategi militer, Chong Zheng komandan pertahanan, Zhu Yang komandan sayap kiri, Wu Hai komandan sayap kanan, Xuli dan Yonglai adalah komandan cadangan, mereka berenam adalah berpangkat tinggi setelah Tian Feng.
" Apa yang sedang kau fikirkan Hua Chen?" tanya Tian Feng.
" Tidak perlu terkejut dengan hal itu, sudah seharusnya jenderal diberi penghargaan atas prestasi yang sudah jenderal raih, aku rasa anda kembali untuk diberi hadiah." ucap Hua Chen tersenyum, Tian Feng membalas senyuman Hua Chen, karena memang Tian Feng sangat dekat bagai saudara dengan Hua Chen.
" Baiklah, aku ingin besok persiapkan pasukan, besok pagi kita akan berangkat keibukota, akan memakan waktu satu bulan untuk sampai kesana." ucap Tian Feng, mereka kemudian bubar.
*****
__ADS_1
Berita tentang kembalinya jenderal Tian Feng keibukota membuat semua orang gempar, rumor-rumor beredar tentang dewa kematian itu sudah menyebar diseluruh ibukota, berbagai gambar aneh tentang wajah jenderal Tian Feng menyebar diibukota, seorang gadis sedang minum bersama dua rekannya, salah satu rekannya bernama Chu Xuanyi membawa sebuah gambar jelek ditanganya, ia berlari menemui dua temannya.
" Qin Yu, Ye Xian, lihat." ucap Chu Xuanyi memperlihatkan gambar jelek ditanganya.
" Apa ini?' tanya Qin Yu sambil meneguk arak dimejanya, mereka bertiga berkumpul dikedai terkenal diibukota, bukan hanya orang biasa, para bangsawan sering menjadikan kedai itu untuk berkumpul.
" Ini adalah gambar jenderal Tian Feng yang disebut-sebut sebagai dewa kematian." jawab Chu Xuanyi, ia merasa takut melihat gambar itu, ia membayangkan wajah Tian Feng yang menyeramkan.
" Yah, aku pernah dengar, wajah dewa kematian sangat jelek dan gemuk, ia berjanggut dan berkulit hitam, kudengar bahkan bulu kakinya sangat tebal dan ia benar-benar sangat jelek." imbuh Ye Xian, ia merasa takut dan jijik.
" Ihhhh menakutkan, aku tidak ingin menikahi pria seperti itu, aku ingin menikahi pria seperti tuan muda Lian Song." ucap Qin Yu tersenyum menoleh pada lantai bawah yang berada paling depan dekat panggung penari yang dibayar kedai, terdapat 3 orang pria duduk dimeja itu, wajah tampan ketiga orang itu memiliki banyak orang.
" Kau benar." ucap Ye Xian dan Chu Xuanyi bersama, mereka sangat tergila-gila pada tuan muda itu.
Dikediaman janda Qin, Liang Da janda pangeran, suaminya adalah adik dari ayah Kaisar Shuang, ia sudah lama menjanda sejak putri bungsunya Qin Yu berumur 3 tahun.
Qin Yu lahir terlambat sehingga Ia paling muda dalam status sepupu Kaisar, kasim istana datang bersama beberapa pengawal, saat janda pangeran, Liang Da melihat kasim istana ia segera memberi hormat.
" Dekrit kaisar." teriak Kasim itu, Semua orang dikediaman janda pangeran Qin bersujud mendengar dekrit itu.
" Kaisar memerintahkan, karena Putri Qin Yu belum menikah, maka ia dianugerahi pernikahan untuk jenderal Tian Feng." kata kasim itu selesai membaca dekrit itu.
Liang Da menerima dekrit itu, begitu kasim itu pergi tubuhnya terasa lemah mendengar kabar itu, Qin Yu adalah anak kesayangan Liang Da, ia sudah mendengar rumor tentang Jenderal Tian Feng itu, ia menangis sejadi-jadinya.
__ADS_1
" Putriku, malang sekali nasibmu...hiks... hiks... hiks..." ia dibawa pelayan kekamarnya karena usia yang terbilang tua, ia termasuk masih kuat dalam beraktivitas.
" Apa yang akan terjadi pada putriku jika menikahi jenderal kasar itu? hiks... hiks...hiks.. ia akan menderita apalagi kudengar ia suka memukul." janda pangeran tidak berhenti menangis setelah mendengar kabar putrinya akan menikah dan ia tidak bisa menolak perintah kaisar.