
Qin Yu berjalan didepan dan Tian Feng mengikuti dari belakang, tiba-tiba seorang prajurit berlari menemui Tian Feng.
" Jenderal." prajurit itu berlutut sebelah kaki ditekuk memberi hormat.
" Ada apa?"
" Anda diperintah Yang mulia untuk menghadiri pertemuan hari ini."
" Baiklah, aku segera kesana." saat Tian Feng melihat kedepan, Qin Yu sudah hilang dari pandangannya, ia melihat sekitar tetapi Qin Yu sama sekali tidak terlihat.
" Dimana dia?" guman Tian Feng, ia mencari kesana-kemari membuat prajurit itu heran pada Tian Feng.
" Jenderal, anda mencari siapa?" tanya prajurit penyampai pesan itu.
" Kau cari putri Qin Yu, tadi dia ada disini, aku harus keistana sekarang."
" Baik." prajurit itu membungkuk hormat saat Tian Feng pergi, ia lalu mulai mencari Qin Yu .
Saat Qin Yu berjalan sambil melihat jajanan dipasar, tiba-tiba seseorang menarik tangannya ketempat sepi, Qin Yu terkejut Dan ingin berteriak www tetapi pria itu segera menutup mulutnya agar tidak berteriak, saat melihat wajahnya Qin Yu langsung melepaskan tangan pria itu.
" Kau..." Qin Yu baru ingat bahwa pria ini adalah pria yang ia lemparkan buku saat ia dikejar pada malam itu, ia juga tidak tau mengapa ia harus menyelamatkan buku itu sedangkan ia tidak tau apa isi dari buku itu sehingga nyawa seseorang melayang dan ia dikejar tidak tau oleh siapa.
" Mana buku itu?" tagih Qin Yu, ia berniat membakar buku itu karena hampir kehilangan nyawa hanya karena sebuah buku.
" Ah...aku tidak membawanya, tetapi kenapa orang-orang itu mengejarmu?"
" Aku juga tidak tau, lalu kenapa kau ada disini? apa yang kau lakukan?"
" Aku? hanya jalan-jalan." pria itu tersenyum.
" Mari cari tempat untuk mengobrol."
" Ayo."
Mereka berdua berjalan menuju sebuah kedai tak jauh dari tempat mereka bertemu, mereka segera memesan arak terbaik.
" Sepertinya kau bukan berasal dari daerah ini?" Qin Yu memperhatikan gerak geriknya yang memperhatikan sekitar bahwa ia sedang waspada.
" Ah iya...aku berasal dari tempat yang jauh." jawabnya.
" Karena kita pernah mengalami hidup dan mati bersama, mari menjadi teman." Qin Yu mengulurkan tangan, pria itu memandang Qin Yu sejenak lalu menyambut uluran tangan Qin Yu dengan senyuman.
" Aku Qin Yu, margaku Qin, kau?"
" Mian Zun, Margaku tidak ada, orang-orang biasa memanggilku seperti itu."
__ADS_1
" Baiklah, mulai hari ini kita berteman." Qin Yu lalu mengangkat cangkirnya.
" Ayo bersulang." Mian Zun mengangkat cangkirnya juga.
" Ayo." mereka berdua meneguk arak itu bersamaan dicangkir mereka masing-masing.
Mereka berdua mengobrol sampai seseorang datang menemui mereka, seorang pria muda datang dan ia heran melihat seorang gadis duduk didepan tuannya.
pria itu tidak tau harus bersikap seperti apa saat melihat Qin Yu.
" Temanku, A- Yan." pria itu tersenyum pada Qin Yu. " Dia, Qin Yu." Mian Zun mencoba memperkenalkan mereka berdua.
Qin Yu mengulurkan tangannya berkenalan, lama mereka mengobrol, Qin Yu baru teringat pada Tian Feng.
" Aku harus pergi sekarang." Qin Yu berdiri hendak pergi.
" Baiklah, tetapi dimana jika aku ingin bertemu denganmu lagi?" tanya Mian Zun.
" Jika ingin bertemu denganku, aku tinggal dikediaman jenderal Tian Feng, kau bisa mengirim pesan disana." jawab Qin Yu tersenyum, ia kemudian berlari pergi meninggalkan kedai.
" Kediaman jenderal Tian Feng?" tanya A Yan terkejut, ia memandang wajah Mian Zun.
" Sepertinya ia memiliki hubungan dengan jenderal Tian Feng, kita harus berhati-hati." A Yan mengangguk kemudian mereka berdua pergi meninggalkan kedai setelah membayarnya.
Tian Feng sudah berada diistana menghadiri pertemuan, beruntung ia belum terlambat datang, ia datang sebelum Kaisar datang.
" Semoga Kaisar panjang umur." hormat semua orang saat kaisar sudah duduk disinggasananya.
" Hari ini aku ingin menyampaikan hal penting, Perbatasan utara adalah perbatasan yang paling kuat tetapi beberapa hari ini perbatasan itu sudah diserbu dan sudah diduduki musuh."
" Aku ingin mengutus seseorang dari sekian banyak dari kalian untuk pergi kesana." Kaisar memandang wajah semua bawahannya.
Mereka semua serentak menoleh Jenderal Tian Feng. Tian Feng segera membungkuk hormat.
" Saya siap untuk pergi kesana." ucap Tian Feng hormat.
" Apakah tidak ada orang lain lagi selain jenderal Tian Feng?" tanya Kaisar memandang wajah semua orang, mereka membisu karena memangnya siapa yang ingin pergi kewilayah perang. Kaisar mendesah pelan melihat semua menterinya.
" Jenderal Tian Feng." Kaisar menoleh padanya.
" Kau baru saja menikah, rasanya tidak pantas untuk mengirimmu kesana."
" Yang mulia, hamba juga bagian dari kerajaan Qin, kerajaan ini sedang dilanda peperangan tentu saja sebagai jenderal saya tidak bisa berdiam diri, walaupun baru menikah kewajiban adalah yang utama, dan hamba siap memikulnya." Kaisar mengangguk-angguk kepala.
" Baiklah, dalam tiga hari kau persiapkan untuk pergi kesana, bawa 3000 kavaleri bersamamu."
__ADS_1
" Baik Yang mulia." Tian Feng memberi hormat.
" Jenderal, kudengar kali ini yang memimpin perbatasan Utara hingga bisa ditaklukan musuh adalah putra mahkota Kerajaan Xia Barat, Xia Mian Zun."
" Yang mulia, selama aku menjaga perbatasan dahulu, aku sudah mendengar nama besarnya, Xia Mian Zun adalah pangeran mahkota yang tangguh, dalam 5 tahun ini ia dapat menyatukan kerajaan Xia yang terpecah belah dahulu hingga bersatu kembali dibawah naungannya, sayangnya aku belum pernah berhadapan langsung dengannya."
" Sepertinya jenderal Tian Feng mengetahui banyak tentang hal ini, jadi aku tidak perlu khawatir, dan juga bawa Qin Yu bersamamu."
" Saya mengerti."
" Baiklah." Kaisar berdiri kemudian meninggalkan ruang pertemuan, mereka memberi hormat saat Kaisar melewati mereka, segera mereka menoleh jenderal Tian Feng yang menyelamatkan mereka.
" Jenderal, anda memang luar biasa." ucap seorang menteri yang mendekatinya, Tian Feng tidak suka basa-basi jadi ia langsung meninggalkan menteri itu tanpa menjawab sepatah katapun.
Ia memang terlihat sombong hanya saja ia tidak suka orang lain menjilat dirinya, apalagi ia tau menteri yang baru saja berbicara padanya adalah menteri hukum yang mendukung pangeran Qin Huang.
" Dasar sombong." menteri itu mendengus kesal melihat kepergian Tian Feng.
Saat ia ingin kembali kekediaman, Qin Feilong sudah menunggu dirinya didepan pintu keluar istana.
" Pangeran." Tian Feng memberi hormat, Qin Feilong mengangguk.
" Ingin kemana?" tanya Qin Feilong.
" Pangeran Qin San tidak bersamamu? biasanya ia akan mengikutimu seperti buntut(ekor)."
" Dia sedang ada urusan, Oh ya... kudengar kau akan berangkat ke perbatasan?"
" Benar."
" Kau harus berhati-hati, kali ini kau akan bertemu musuh yang tangguh, aku mendengar bahwa pangeran Xia Mian Zun belum pernah kalah dalam perang, ia licik dan cerdik."
" Aku tau, jangan khawatir." Qin Feilong menepuk pelan pundak Tian Feng.
" Baiklah, aku pergi dulu, jadi dirimu."
" Silahkan." Tian Feng memberi hormat dan Qin Feilong pergi.
Tian Feng Kembali kekediamannya, saat ia datang ia melihat Qin Yu menyeduh teh. ia lalu menyuruh seorang prajurit untuk menyampaikan pesan pada semua komandannya untuk datang kekediamannya untuk membahas tentang hal ini.
Qin Yu hanya terdiam sambil memperhatikan Tian Feng yang sibuk, tidak perlu lama, para komandan bawahannya berdatangan, Qin Yu yang berada ditaman heran melihat mereka semua.
" Apa terjadi sesuatu? aku mengenal beberapa dari mereka, sepertinya mereka bawahan Tian Feng?" tanya Qin Yu pada pelayannya.
" Putri, saya mendengar dari beberapa penjaga bahwa jenderal Tian Feng dikirim untuk pergi ke perbatasan Utara dalam 3 hari kedepan."
__ADS_1
" Perbatasan Utara? bukankah wilayah itu sangat kuat, bagaimana mungkin bisa terjadi kekacauan disana?" Qin Yu memperhatikan mereka dari kejauhan sambil berfikir tentang masalah yang baru saja ia dengar.