Oh My Jenderal

Oh My Jenderal
Hari pernikahan semakin dekat


__ADS_3

Tian Feng menatap tajam pada Xiao Lu yang terus tertawa, Xiao Lu menutup mulutnya saat ditatap tajam oleh Tian Feng. " Lalu apa yang akan kau lakukan nanti?" tanya Xiao Lu setelah tawanya reda.


" Apa lagi? tentu saja menikah." jawab Tian Feng lalu melemparkan gulungan itu kemeja.


" Panggilkan aku Hua Chen kemari." lanjutnya, Xiao Lu lalu keluar dari ruangan Tian Feng untuk mencari Hua Chen.


Pasukan Tian Feng bergabung dengan pasukan dari kerajaaan, mereka diletakkan satu tempat tetapi kepala dari kamp militer itu sekarang adalah Tian Feng, terdapat banyak bangsawan didalam kamp militer itu terutama yang berhubungan dengan anak para menteri. seluruh peraturan dikamp militer diatur oleh Tian Feng dan bagi yang tidak mentaati peraturan akan dihukum sesuai hukuman militer tanpa terkecuali.


Xiao Lu mencari Hua Chen, ia melewati banyak orang yang tidak ia kenal, saat ia melewati beberapa orang yang menatap dirinya. " Lihat, ia tidak terlihat seperti seorang prajurit, dan juga wajahnya sangat cantik." puji salah seorang dari mereka, Xiao Lu tidak memperdulikan perkataan mereka, ia masih terus mencari Hua Chen. karena mereka merasa Xiao Lu tidak perduli ia lalu menghadap jalan Xiao Lu.


" Kau mau kemana?" tanya salah satu dari mereka yang berjumlah 5 orang, ia lalu menyentuh dada Xiao Lu yang memakai baju Prajurit itu, ia terkejut setelah menyentuh dada Xiao Lu, kemudian ia tertawa.


" Ternyata dia seorang wanita." kata pria yang tadi menyentuh dadanya itu, ia tersenyum licik menatap Xiao Lu, ia lalu melangkah perlahan kearah Xiao Lu.


..." Apa yang ingin kalian lakukan? kalian tidak tau siapa aku? kalian bisa dihukum mati jika berani menyentuhku." kata Xiao Lu marah, ia mundur saat para pria itu mendekat padanya....


" Apa yang kalian lakukan?" kata seseorang dibelakang Xiao Lu, mereka berhenti melihat orang itu.


" Selalu kau yang datang Lian Song, kenapa kau selalu suka mencampuri urusan orang lain?" kata mereka, mereka lalu pergi karena tidak ingin berkelahi dengan Lian Song. Xiao Lu berterima kasih lalu pergi, Lian Song juga tidak terlalu perduli akan hal itu.


Hari ini Lian Song resmi bergabung dalam militer dibawah komando Tian Feng karena ia diperintahkan Kaisar untuk masuk menjadi komandan dibawah perintah Tian Feng yang berarti ia setingkat dengan Hua Chen. Ia datang untuk melapor pada Tian Feng dan tidak sengaja melihat pembulian itu, bukan hal yang langka terjadi pembulian antara prajurit senior dan prajurit junior.


Lian Song mengenal ketua dari pengganggu tadi, jadi mereka tidak ingin memiliki masalah karena keluarga mereka saling mengenal


Huan Chen menemui Tian Feng setelah diberitahu oleh Xiao Lu, saat mereka sedang berbicara, Lian Song datang.

__ADS_1


" Jenderal." Lian Song memberi hormat.


" Saya datang untuk melaporkan bahwa saya resmi bergabung dibawah komando anda." ia lalu menyerahkan kertas resmi dari kaisar, setelah Tian Feng membacanya, ia mengangguk lalu memerintahkan seorang prajurit mengantarkan Lian Song ketenda untuk komandan baru, jadi Tian Feng mempunyai 10 komandan, 4 komandan tambahan yang diberikan oleh kaisar untuknya dan atas rekomendasi kaisar jadi Tian Feng tidak bisa menolaknya.


" Ada Apa? jenderal." tanya Hua Chen karena Tian Feng mencarinya.


" Dalam waktu 2 Minggu kedepan aku akan menikah, aku ingin kau mencari informasi tentang gadis bernama Qin Yu." jawab Tian Feng. Hua Chen tertawa kecil mendengar perkataan Tian Feng.


" Aku tidak menyangka bahwa hadiahmu adalah menikah...kukira kau akan menjadi pria tua tanpa pasangan." ucap Hua Chen tertawa kecil, ia sangat mengenal sahabatnya itu.


" Aku memintamu datang bukan untuk mentertawakan diriku Hua Chen."


" Baiklah, Aku berharap hatimu akan berubah dan mempunyai pandangan tentang perasaan." ucap Hua Chen, ia tau kisah kelam keluarga Tian Feng sehingga Tian Feng tidak percaya pada semua wanita, dan Xiao Lu hanyalah pemuas nafsunya saja tanpa memiliki perasaan sedikitpun.


" Cinta hanya membuat orang lemah, dan aku sudah pernah melihatnya." guman Tian Feng, ia teringat dimana kakaknya tewas didepan matanya sendiri. istri dari kakaknya mengkhianatinya dan menjebak kakaknya hingga masuk kedalam sarang musuh dan tewas, sejak itu ia membenci cinta dan wanita pengkhianat. Ibunya dan neneknya juga meninggalkan mereka, seolah keluarga wanita dari mereka tidak memiliki kesetiaan.


Tian Feng melihat bagaimana kakeknya hidup sendirian setelah menikah karena istrinya pergi bersama pria lain, ibu Tian Feng juga meninggalkan mereka saat mereka masih kecil, dan istri dari kakaknya berkhianat dan bergabung dengan musuh dan menghabisi nyawa kakaknya, rasa cinta dihati Tian Feng sudah lama mati, dihatinya hanya rasa benci yang mendalam yang dialami keluarganya.


Ia menghela nafas, pernikahan hanya membawa beban saja, itu yang difikirkan Tian Feng.


Hantaran pernikahan untuk Qin Yu sudah sampai dikediaman keluarganya, baju merah serta pernak pernik pernikahan sudah dihantar, rumahnya bahkan sudah dihias indah, waktu masih dua minggu tetapi segala sudah dipersiapkan, wajahnya terlihat kesal melihat semua itu.


Qin Yu melepaskan kain-kain merah yang dilakukan pelayan, ia kesal lalu merusaknya, para pelayan melarang Qin Yu.


" Nona, jangan lakukan." kata pelayan itu, ia lalu menatap pelayan yang melarangnya.

__ADS_1


" Kenapa kalian memasangnya? bukankah masih dua minggu?" teriak Qin Yu marah.


" Nona, anda tidak tau? pernikahan dipercepat tiga hari lagi?" jawab pelayan itu.


" Apa?" Qin Yu jatuh pingsan mendengarnya, pelayan itu berteriak melihat Qin Yu Pingsan, ia lalu dibawa pelayan kekursi lalu mengipasinya. Qin Yu tersadar, ia lalu menangis.


" Kenapa dipercepat?" Qin Yu tidak percaya yang ia dengar.


Lain dari Tian Feng, ia mendapat kabar bahwa pernikahan dipercepat dan tinggal tiga hari, ia disuruh kembali untuk mempersiapkan pernikahan, Hau Chen yang membawa kabar untuk Tian Feng tidak berhenti tertawa mendengar pernikahan itu, Xiao Lu terlihat tidak senang mendengar berita itu tetapi ia juga tidak bisa apa-apa.


Hua Chen mengikuti Tian Feng untuk membantu persiapan pernikahannya, Tian Feng terlihat malas melihat para pelayan yang berjalan kesana-kemari didepannya untuk menghias kediaman barunya sebagai hadiah pernikahan itu.


" Jenderal, aku membawa berita yang anda perintahkan." jawab Hua Chen, Tian Feng mengangguk.


" Dia adalah sepupu Kaisar, dia putri manja, sombong dan ia juga tidak menyukaimu tentunya." lanjutnya, Tian Feng menoleh pada Hua Chen saat mengatakan putri itu tidak menyukainya.


" Lanjutkan." ia mengansah pedang besar miliknya sambil mendengarkan cerita Hua Chen.


" Tidak ada, itu saja." jawab Hua Chen, Tian Feng menatap padanya.


" Dia suka berkeliaran dikedai angsa putih, kudengar kedai itu terkenal, ia tidak pantas untukmu, kau sangat kuat, ia sangat lemah, kau orang yang sangat teliti, dia sangat ceroboh, kau mandiri, dia manja, dan kudengar dia sangat membencimu karena kau memiliki bulu kaki yang tebal, berjanggut, jelek, gemuk dan pendek." jawab Hua Chen menahan tawa, ia mendengar rumor yang beredar tentang dewa kematian, ia menjelajahi semuanya dan mendengar itu langsung dari kedai Angsa putih yang sempat ia masuki.


" Sebenarnya kau datang ingin menyampaikan pesan atau menghinaku." tatapannya mengintimidasi Hua Chen, dan ansahan pedang itu menjadi ngeri dimata Hua Chen.


" Aku permisi jenderal." Hua Chen memberi hormat, ia tidak ingin berlama-lama didepan Tian Feng untuk menunggu kepalanya terpenggal.

__ADS_1


__ADS_2