
Tian Feng menatap lama Qin Yu yang memeriksa mereka yang sudah tidak bernyawa, kesenangan diwajahnya segera hilang saat menyadari Tian Feng terus menatapnya. Ia menjadi salah tingkah bukan karena ia senang ditatap tetapi ia takut melihat Tian Feng yang seperti bertanya meminta penjelasan.
" Kenapa kau menatapku seperti itu? kau membuatku takut." Qin Yu menelan ludah melihat tatapan Tian Feng.
Perlahan Tian Feng berjalan kearahnya membuat Qin Yu termundur setiap langkah Tian Feng membuat Qin Yu termundur hingga punggungnya menyentuh dinding dan membuatnya tidak dapat bergerak kemana-mana.
" Kau....Kau...apa yang..ingin kau lakukan..." Qin Yu gugup saat mengatakannya, ia terlalu takut sekarang.
Tian Feng memukul dinding disisi wajah Qin Yu hingga membuat gadis itu terkejut setengah mati. " Katakan..." ucap Tian Feng penuh dengan penekanan, tiba-tiba ekpresi Qin Yu berubah, ia memandang wajah Tian Feng dengan berani yang sebelumnya ia tertunduk karena takut, tetapi tangannya yang menggenggam erat gaunnya tidak dapat berbohong kalau sekarang ia benar-benar ketakutan.
" Kenapa aku harus memberitahukan padamu? dan kenapa kau tiba-tiba menjadi perduli padaku? apakah kau suka...."
" Cukup." Tian Feng memotong perkataan Qin Yu karena tidak ingin mendengar kata selanjutnya dari mulut Qin Yu, ia bisa menebak apa yang akan Qin Yu tuduhkan padanya, ia lalu pergi dari kamar Qin Yu.
Qin Yu langsung menghela nafas lega melihat kepergian Tian Feng, ia menepuk dadanya pelan karena ia sempat sesak karena ketakutan, ia tadi berusaha mencari ide agak Tian Feng tidak bertanya banyak, jadi ia mengatakan hal yang tidak-tidak agar Tian Feng pergi.
Qin Yu melihat sekeliling, melihat mayat bergelimpangan dilantai, ia pindah kamar sebelah untuk beristirahat dan tak lama beberapa penjaga yang sempat Tian Feng temui untuk membersihkan kamar Qin Yu yang berantakan karena penyerangan.
Qin Yu duduk lalu meneguk air putih , ia merasa sangat gugup dan khawatir, ia lalu duduk dan fikirannya Kembali dimana sepekan sebelum pernikahannya dengan Tian Feng, ia sedang berjalan malam sendiri, tiba-tiba ia melihat sekelompok orang mengejar seseorang, mereka berlari dikegelapan malam, Qin Yu mengikuti mereka dari belakang.
__ADS_1
" Cepat tangkap dia, jangan sampai ia membawa buku itu." teriak salah satu dari mereka, mereka lalu memanah orang yang berlari itu, Qin Yu yang bersembunyi terkejut melihat pria itu berdarah, ia melihat Qin Yu lalu melemparkan sebuah buku padanya.
Qin Yu secara refleks menangkap buku itu kemudian bersembunyi, merasa aman ia keluar dari persembunyiannya, ternyata ia diketahui dan ikut dikejar, Qin Yu bahkan tidak tau apa isi buku itu sehingga nyawa tidak diperhitungkan lagi oleh mereka, sampul buku itu hanya tertulis Buku Rahasia, Qin Yu terus berlari memengang erat buku itu sepertinya nyawanya padahal ia tidak tau kenapa ia melakukan semua itu.
Saat berlari, Qin Yu yang terlalu takut jadi ia melihat seseorang yang tidak ia kenal dan memberikan buku itu padanya, merasa terancam ia tidak lagi bertanya siapa dan dimana ia tinggal, Qin Yu sama sekali tidak tau, ia hanya tidak mau buku itu jatuh pada mereka, Qin Yu berfikir ia juga sebenarnya tidak perduli tetapi melihat perjuangan mereka yang menyelamatkan buku itu, ia jadi ikut-ikutan.
Qin Yu ketakutan setengah mati, ia bersembunyi dan menyelamatkan diri sampai ia tidak dikejar lagi,ia tidak tau mengapa mereka menginginkan buku itu dan ingin membunuhnya, ia tidak memiliki buku itu lagi Tetapi mereka tetap mengira bahwa Qin Yu memiliki buku itu, dengan membunuh Qin Yu karena mereka mengira Qin Yu mengetahui rahasia mereka.
" Aku ingin bertahan hidup, tetapi sepertinya mereka tidak berhenti mengejar diriku, apa yang harus aku lakukan?" Qin Yu menggigit kukunya sambil berfikir, ia tidak tenang setelah kejadian penyerangan itu, ia duduk disamping peranduan, kamar yang ia tempati sekarang adalah kamar kosong untuk tamu jika ada yang menginap karena kediaman mereka sangat besar dan terdapat banyak kamar dan ruangan yang kosong yang hanya ditinggali para pekerja, pengawal dan pelayan yang tidak banyak jumlahnya.
Bahkan rasa pusing karena mabuknya tadi sudah tidak terasa lagi karena Qin Yu termasuk kuat dalam minum alkohol, Karena lelah Qin Yu akhirnya terlelap juga, ia tertidur di kursi tempat dia duduk karena khawatir ia akan diserang, saat pagi menyingsing kepalanya hampir terjatuh kelantai jika tidak ada seseorang langsung menangkap kepalanya.
" Kau mengatakan sesuatu?" tanya Tian Feng, ia Berdiri tegap memandang Qin Yu yang masih dilantai, Qin Yu lalu berdiri dengan malas.
" Ada Apa kau pagi-pagi datang kemari?" tanya Qin Yu sambil menepuk-nepuk pakaiannya. Tian Feng menaikan sebelah alisnya memandang Qin Yu.
" Sepertinya kau lupa, ya sudah kita batalkan saja." Tian Feng berniat pergi, Qin Yu berfikir sejenak mengingat apa yang ia lupakan, begitu ia mengingatkan ia langsung menepuk keningnya, ia langsung berlari mengejar Tian Feng.
" Tunggu..." teriak Qin Yu, Tian Feng pura-pura tidak mendengarkan, ia lalu menangkap tangan Tian Feng dan nafasnya putus-putus karena berlari mengejar Tian Feng. ia menarik nafas untuk mengatur nafasnya.
__ADS_1
Tian Feng menatap tangannya yang masih belum dilepaskan Qin Yu, Menyadari hal itu Qin Yu langsung melepaskan tangan Tian Feng sambil cengir.
" Kau benar-benar tidak sabar, aku sedikit pelupa, Baikan tunggu sebentar, aku akan berganti pakaian dulu setelah itu kita pergi." Qin Yu tersenyum .
" Aku akan menunggumu didepan." Qin Yu mengangguk ia lalu kembali kekamarnya, Tian Feng melihat kepergian Qin Yu, melihat Qin Yu yang sangat ceria, Tian Feng tersenyum melihat Qin Yu.
Seseorang tanpa Tian Feng sadari sedang memandang Tian Feng. " Apakah kau sedang tersenyum, jenderal?" kata seseorang, Tian Feng terkejut, senyum itu langsung hilang diwajahnya, orang itu adalah Hua Chen. ia lalu melihat arah pandangan Tian Feng kemudian ia tertawa kecil.
" Sudah lama sekali tidak melihat senyum anda, jenderal." Goda Hua Chen, Tian Feng lalu berjalan tanpa memperdulikan Hua Chen. Hua Chen mengikuti Tian Feng dari belakang.
" Ada apa kau pagi begini datang kemari?" Tian Feng terlihat serius saat berbicara.
" Sepertinya masalah yang dihadapi kamp militer tidak bisa aku atasi, anda harus melihat sendiri permasalahan itu." Tian Feng mengangguk.
" besok aku akan melihatnya, hari ini aku ada urusan, kau pergilah." Hua Chen menganguk lalu memberi hormat.
" Apakah butuh bantuanku untuk mendapatkan hatinya." kata Hua Chen pelan tetapi dapat didengar Tian Feng, Tian Feng lalu mencabut pedang yang berada ditangannya, Hua Chen langsung berlari kabur sambil tertawa .
Tian Feng menyarungkan pedangnya kembali lalu menghela nafas, ia kemudian mempersiapkan kereta untuk keberangkatan mereka dikediaman ibu Qin Yu.
__ADS_1