
Tian Feng berjalan kearah Qin Yu, ia berdiri tetap dihadapan Qin Yu, Qin Yu melebarkan matanya menatap Tian Feng. Karena tubuh Qin Yu lebih pendek dari Tian Feng, Tian Feng sedikit membungkuk untuk menjajarkan wajah mereka.
" Matamu besar juga." Tian Feng menatap mata Qin Yu yang melebar, Qin Yu menelan ludah saat ditatap Tian Feng. Qin Yu lalu termundur kebelakang, ia menstabilkan Jantungnya yang terlalu syok melihat Tian Feng.
" Beraninya kalian mempermainkanku?" Qin Yu menatap tajam pada Tian Feng.
" Kau..." Qin Yu menunjuk orang yang tadi mengaku bahwa ia jenderalnya. Orang yang ditunjuk Oleh Qin Yu mengangkat bahu.
" Pergi dari sini." usir Tian Feng dingin.
" Wah.... Wajahnya walaupun tampan sangat menyebalkan saat dilihat, rasanya ingin kucungkil matanya saat menatapku seperti itu." batin Qin Yu.
" Kau mengusirku? ha... ha... ha... aku tidak akan pergi sebelum kau membatalkan pernikahan ini." Tian Feng memijit pelipisnya, ia sangat kesal melihat Qin Yu yang datang membuat onar dikamp militernya, jika orang lain yang melakukannya mungkin sudah ia tebas kepalanya.
" Semuanya bubar." teriak Tian Feng, mereka semua langsung bubar, mereka tidak ingin menjadi pelampiasan Tian Feng yang terlihat kesal, Qin Yu terkejut mendengar teriakan Tian Feng, ia menjadi sedikit takut saat mendapat tatapan dingin dari Tian Feng. satu-satunya yang masih berdiri memperhatikan mereka adalah Xiao Lu, ia menatap tajam pada Qin Yu.
Saat mendengar teriakkan Tian Feng, Chu Xuanyi dan Ye Xian ikut kabur,jujur saja mereka sangat takut pada Tian Feng, apalagi sudah mendengar nama besarnya.
" Kasihan Qin Yu kita tinggalkan." Chu Xuanyi masih melihat kamp militer itu.
" salahnya, Kenapa juga Qin Yu bersikeras untuk tetap disana." Sambung Ye Xian, mereka sudah sangat ketakutan.mereka lalu pulang.
Qin Yu saat menyadari semua orang sudah pergi kecuali mereka berdua dan seseorang melihat dari jarak jauh membuat kaki Qin Yu gemetaran karena takut.
" Chu Xuanyi, Ye Xian, awas kalian berdua, akan aku cincang jika bertemu nanti." batin Qin Yu, ia tidak menyadari kepergian kedua temannya.
Tian Feng menatap tajam Qin Yu membuat gadis itu ciut tetapi ia tidak ingin ketahuan kalau ia sedang ketakutan, ia tetap bersikap berani walaupun kakinya hampir tidak bisa menompang dirinya untuk berdiri.
__ADS_1
" Aku...aku tetap pada pendirianku." Qin Yu sedikit gugup.
" Aku tidak bisa membatalkan pernikahan ini."
" Ha... kenapa?"
" Karena kau bodoh." jawab Tian Feng datar. Qin Yu menjadi kesal karena dibilang bodoh.
" Ada apa dengan wajahmu? " Tian Feng menaikan sebelah alisnya tidak mengerti perkataan Qin Yu.
" Apakah wajahmu dipahat dari batu? Sangat menyebalkan saat dilihat." Tian Feng menjadi geram, belum pernah ada yang berbicara seperti itu padanya.
" Pergilah, kalau tidak? aku akan mencincang tubuhmu lalu melemparkannya kedalam kolam ikan sehingga mayatmu tidak bisa ditemukan." Qin Yu menjadi ketakutan saat mendengar perkataan Tian Feng. Ia membayangkan akan dicincang dan tidak ada yang menemukan tubuhnya, la bergelidik ngeri.
" Baik aku akan pergi." Qin Yu langsung berlari keluar. ia terlalu takut, sebelum ia pergi ia sempat menoleh belakang.
" Dasar." Umpat Qin Yu, lalu ia pulang kerumahnya.
" Kenapa? kau cemburu?"
" Cemburu? pria sepertimu yang tidak memiliki hati, bagaimana aku bisa cemburu padanya? selama 5tahun ini saja aku tidak bisa mendapatkan hatimu, apalagi dirinya, ia hanya akan menjadi patung yang berdiri disampingmu sampai ia mati." Xiao Lu tersenyum, Tian Feng tidak mengatakan apapun, yang dikatakan Xiao Lu adalah kebenaran.
Xiao Lu tidak pernah bisa mendapatkan hati Tian Feng, berbagai usaha sudah ia lakukan tetapi tetap saja ia hanya menjadi pemuas nafsu tanpa cinta dimata Tian Feng. Kadang ia merasa kecewa tetapi ia tidak bisa berbuat apapun.
Lian Song dan Hua Chen menunggu diruangan Tian Feng menunggunya, tak lama Tian Feng datang, Hua Chen mengulum senyum saat melihat Tian Feng, senyum yang Hua Chen tampakan padanya sudah dapat Tian Feng tebak.
" Lian Song, kau boleh pergi." Lian Song memberi hormat lalu pergi, setelah Lian Song pergi seseorang masuk tak lain adalah komandan Wu Hai, orang yang mengaku jenderal tadi pada Qin Yu. ia lalu memberi hormat pada Tian Feng.
__ADS_1
" Jenderal." Tian Feng menganguk menerima hormat Wu Hai.
" Jenderal, aku datang ingin meminta maaf, karena aku sudah mempermainkan calon istri anda, tolong sampaikan maafku juga untuknya." Hua Chen tersenyum, Tian Feng menghela nafas lalu ia mengambil pedang besarnya, Wu Hai menelan ludah melihat pedang besar itu.
" Kau akan pergi atau menunggu kepalamu kupenggal?" Tian Feng mengarahkan pedang besar itu pada Wu Hai, ia sedang kesal karena diejek oleh teman-teman seperjuangannya.
Tawa Hua Chen dan Wu Hai langsung pecah, mereka berdua sedang menggoda jenderal mereka. " Hentikan." bentak Tian Feng, mereka berdua langsung terdiam.
" Aku ingin membahas masalah penting, kudengar terdapat beberapa anak pejabat yang menjadi pemimpin dan menindas prajurit yang lain?" Wu Hai menganguk karena ia mendengar langsung keluhan itu padanya.
" Hua Chen, kau uruslah masalah ini, aku percayakan hal ini padamu untuk mengurus berandalan itu." Hua Chen mengangguk.
" Aku akan mengurusnya, jenderal." Tian Feng lalu pergi dari sana, Xiao Lu menunggu diluar tenda, Tian Feng berniat akan membawa Xiao Lu untuk tinggal dikediaman barunya pemberian kaisar setelah menikah dengan Qin Yu, karena tidak aman jika Xiao Lu tinggal dikamp militer yang sudah bercampur dengan prajurit dalam istana, ia takut Xiao Lu akan tangkap karena ia seorang wanita.
*****
Hari pernikahan telah tiba, Qin Yu dihias sedemikian rupa, wajahnya yang cantik mempesona membuat banyak orang kagum, ia masih berdiri dikamarnya, air matanya tidak berhenti menangisi nasibnya yang ia anggap sial, para perias menjadi serba salah karena terus menghapus air mata Qin Yu dan mulai menghiasnya lagi.
" Putri, sudahlah jangan menangis terus, anda sangat beruntung dapat menikahi jenderal paling kuat dikerajaan ini, apalagi kudengar ia sangat tampan." Ucap salah seorang perias, tangis Qin Yu semakin kencang.
" Aku tidak mau menikah dengannya, aku tidak mau..." Qin Yu terus menangis, sang ibu datang, melihat putrinya menangis ia lalu memeluk Qin Yu.
" Putriku..." Liang Da menjadi sedih juga, Qin Yu berhenti menangis melihat ibunya menangis.
" Ibu kenapa ibu menangis? aku yang akan menikah bukan ibu?" Liang Da lalu cemberut.
" Aku menangis untukmu." Qin Yu memeluk ibunya lalu mereka menangis bersama.
__ADS_1
" Janda pangeran, kenapa anda juga menangis? Acara akan dimulai sebentar lagi." ucap salah seorang perias.
" setelah ini, kau harus siap menderita, ayo nanti sepupumu itu marah." Ia lalu membantu merias kembali Qin Yu lalu membawanya pergi keaula pernikahan.