
Qin Yu merasa sedih, kesal dan marah, ia bahkan ditinggalkan begitu saja oleh Tian Feng, jadi ia pulang berjalan kaki, ia menangis sepanjang jalan menangisi nasibnya yang buruk.
ia akhirnya melihat kedai tempat biasa ia nongkrong bersama teman-temannya dulu, ia merindukan masa-masa itu. " Walaupun mereka teman yang buruk, tetapi mereka tidak kejam." gumannya, ia kemudian masuk kedai itu. ia berniat untuk mabuk sampai mati, agar ia bertemu dewa kematian kemudian bertemu dewa takdir untuk memarahinya karena memberikan takdir yang sangat buruk padanya.
Ia membawa uang jadi ia ingin minum sampai puas, Qin Yu termasuk kuat minum, ia terus minum sampai kedai itu akan tutup, ia tidak berniat pulang walaupun ia tempat kediaman mereka tidak jauh
Tian Feng teringat apa yang ia lakukan pada Qin Yu dan sedikit merasa bersalah, bagaimanapun Qin Yu tidak mengetahui apapun tentang dirinya, ia bahkan meninggalkan gadis itu sendiri.
" Sudah larut malam, kenapa kucing liar itu belum juga kembali, jam malam sebentar lagi, akan sulit baginya masuk kediaman jika sudah ditutup pintu masuk." gumannya sendiri.
" Lebih baik aku cari dia." Tian Feng segera pergi keluar, ia melihat sebuah kedai mencoba mengusir seorang wanita yang sedang mabuk.
" Nona, kedai kami akan tutup, mohon untuk segera pergi." pelayan kedai itu mencoba mengusir Qin Yu.
" Aku tidak mau pulang, aku benci dia...aku tidak mau..." ucap Qin Yu yang sudah sangat mabuk, ia kadang-kadang tertawa lalu menangis.
" Nona jam Malam sebentar lagi, kami tidak mau rugi membayar karena terlambat menutup toko, mohon mengerti." bujuk pelayan itu, Tian Feng memasuki kedai itu, pelayan itu segera menghampiri Tian Feng.
" Maaf tuan, kedai kami sudah tutup." Ucap pelayan itu, Tian Feng segera menghampiri Qin Yu.
" Qin Yu... Bangun...Qin Yu ..." Qin Yu yang mabuk melihat Tian Feng ia menangis.
" Kau ...kau meninggalkanku dan mempermalukan diriku, apalagi yang bisa aku banggakan didunia ini, semua karena kau..." Qin Yu menunjuk wajah Tian Feng, ia menangis.
__ADS_1
" Tuan, nona ini tidak ingin pergi, dia sudah..." belum selesai pelayan itu berbicara, Tian Feng langsung menggendong Qin Yu yang mabuk dipunggungnya kemudian pergi.
" Aku tidak ingin pulang, aku benci bertemu denganmu." guman Qin Yu kemudian ia tertidur, Tian Feng hanya menghela nafas melihat tingkah Qin Yu. sudah memasuki jam malam, mereka berdua tidak bisa masuk karena pintu masuk sudah ditutup jadi harus menunggu besok pagi, walaupun ia seorang jenderal ia harus mengikuti peraturan di ibukota.
Mereka berdua berkemah didepan pintu masuk, Cuaca sangat dingin jadi ia mencari kayu bakar dan meletakkan Qin Yu didepan pintu masuk.
Saat ia kembali, ia melihat Qin Yu yang berada dalam keadaan mabuk mencoba menyelamatkan diri dari beberapa pria yang mencoba ingin memperkosanya. tanpa menunggu lagi, Tian Feng langsung mencabut pedang dari sarungnya, dan menghabisi mereka semua.
Qin Yu sudah menangis sedari tadi, " kau baik-baik saja?" tanya Tian Feng, begitu melihat Tian Feng ia langsung memeluknya.
" Jangan tinggalkan aku lagi, aku sangat takut..." ia menangis ketakutan sambil memeluk erat Tian Feng, ia masih setengah mabuk, Tian Feng sedikit tertegun ia lalu mengelus punggung gadis itu untuk menenangkannya.
" Tenanglah, aku disini, selama aku disini kau akan baik-baik saja." Tian Feng mengelus punggungnya hingga Qin Yu tertidur didalam pelukannya, Qin Yu lalu ia letakkan kemudian ia menyalakan api unggun untuk memanaskan tubuh, Ia membuat api unggun yang tidak jauh dari Qin Yu agar gadis itu tetap hangat, tetapi udara benar-benar dingin dan Tian Feng terlupa untuk membawa mantel tebal, ia sudah terbiasa menggunakan pakaian tipis yang dilapisi jubah tipis karena kulitnya sudah tebal.
" Sejak kapan kau berhati lembut seperti ini, Tian Feng?" batinnya sendiri , ia juga tidak tau, ia terus berjaga sampai pagi saat pintu terbuka.
Qin Yu terbangun saat mendengar pintu terbuka dan melihat dirinya diselimuti, pagi sudah cerah dan terlihat bekas api unggun.
" Sudah sadar?" tanya Tian Feng.
Qin Yu menjadi bingung, ia tidak mengingat apa yang terjadi, ia hanya ingat bahwa ia mabuk.
" Apakah ia yang melakukan semua ini, menyelimutiku dan membuat api unggun? rasanya tidak mungkin" batinnya, dijubah itu tercium bau khas tubuh Tian Feng jadi ia bisa menduga bahwa itu memang milik Tian Feng.
__ADS_1
Qin Yu kemudian berdiri lalu melemparkan jubah itu pada Tian Feng dengan kasar." Jangan harap aku akan berterimakasih, aku tidak membutuhkan pertolonganmu." ia langsung meninggalkan Tian Feng dan masuk kedalam kota, untuk pulang kekediaman mereka.
" Tidak membutuhkan pertolonganku? semalam dia bahkan menangis tersedu-sedu memohon agar aku tidak meninggalkannya." Tian Feng menggelengkan kepala heran melihat tingkah Qin Yu, ia berjalan dibelakang gadis itu., sebelum memasuki gerbang, Tian Feng memberitahukan kepada penjaga gerbang untuk mengurus mayat yang ia bunuh semalam. penjaga gerbang segera mengenalinya saat Tian Feng memperlihatkan token miliknya.
Qin Yu adalah gadis yang periang, jadi ketika ia melihat jalanan ramai dan pasar sudah dibuka ia menjadi senang, ia melihat-lihat dagangan orang yang berjualan, Tian Feng cuek dan tidak perduli, ia ingin cepat sampai dikediaman dan ingin meninggalkan gadis itu tetapi ia merasa banyak pasang mata memperhatikan Qin Yu.
Jadi ia mendekati Qin Yu yang sedang memilih gantungan wewangian. " Ayo pergi." ia lalu menarik tangan Qin Yu untuk segera pergi, ia bahkan belum membeli sesuatu.
" Ada apa?... lepaskan..." Qin Yu mencoba melepaskan diri, tetapi cengkraman tangan Tian Feng Sangat kuat. Tian Feng menarikannya jauh keluar dari kerumunan pasar, banyak yang memperhatikan mereka karena Qin Yu memberontak, tetapi Tian Feng tidak perduli sama sekali. Akhirnya setelah banyak usaha Qin Yu dapat melepaskan diri.
Tiba-tiba sebuah kereta melaju dan jalur kereta itu tepat dimana Qin Yu berdiri, kusir kereta itu sudah berteriak agar semua orang menepi, Qin Yu terkejut dan tidak sempat menghindar.
Tian Feng langsung menarik Qin Yu untuk menghindari kereta itu , Qin Yu langsung memeluk Tian Feng dan lagi-lagi , jantungnya berdegup kencang, ia tertegun melihat ketampanan wajah Tian Feng yang tegas, rahang yang kokoh, dan juga bibirnya yang seksi, ia terpaku memandang wajah Tian Feng.
" Berapa lama kau berniat untuk memandang wajahku." Qin Yu segera melepaskan pelukannya saat mendengar perkataan Qin Yu.
" Lelaki yang kejam." gumannya sendiri lalu ia mendengus kesal.
" Kau mengatakan sesuatu?"
" Tidak."
" Aku yakin kau mengatakan sesuatu tadi."
__ADS_1
" Aku katakan, aku ingin pulang." jawab Qin Yu malas lalu ia berjalan didepan menuju pulang kekediaman.