
Tian Feng menggendong Qin Yu yang mabuk menuju kamarnya. " Aku sebenarnya ingin membuatmu takjub, tapi tidak ada yang berakhir baik." Ucap Qin Yu yang mabuk lalu ia tertidur, Tian Feng tidak mengatakan apapun sampai mereka dikamar Qin Yu.
Memang ada satu pelayan yang selalu menemani Qin Yu dan mengerti apa yang dialami gadis itu, begitu ia melihat Qin Yu punggung Tian Feng, Ia segera mengemaskan peranduan untuk Qin Yu.
Tian Feng lalu meletakkan Qin Yu diperanduan, deruan nafas Qin Yu yang tenang dapat Tian Feng rasakan diwajahnya saat ia meletakkan Qin Yu diperanduan. Begitu ia meletakkan Qin Yu, tangan Qin Yu langsung memeluk erat leher Tian Feng dan terlihat sedikit terbuka matanya dan senyum manis terukir di bibirnya.
" Bersiaplah." ucap pelayan itu khawatir, seolah ia tau apa yang akan Qin Yu lakukan, ia khawatir karena ia tau seperti apa hubungan kedua orang itu, pelayan itu adalah pelayan yang ia bawa dari kediaman ibunya, Tian Feng tidak mengerti peringatan itu tidak memperdulikan hal itu.
Qin Yu lalu menarik leher Tian Feng, lalu ia mengecup bibir Tian Feng singkat, Tian Feng tidak sempat bereaksi karena ia terlalu terkejut dengan apa yang dilakukan Qin Yu, pelayan itu menutup Mata saat melihat apa yang dilakukan Qin Yu.
" Kau..." Tian Feng ingin marah tetapi tidak jadi karena menyadari sepertinya Qin Yu langsung tertidur setelah mencium dirinya.
" Aku akan bermalam disini, kau boleh pergi." Tian Feng menatap pelayan itu, pelayan itu memberi hormat lalu pergi dari sana.
" Aku memiliki firasat buruk." batin Tian Feng. ia lalu menyelimuti Qin Yu, Tian Feng merasa ada yang sedang mengawasi mereka sejak tadi, Tian Feng mau menggendong dan mengantar Qin Yu karena ia merasa mereka sedang diawasi oleh orang lain jadi ia memilih bermalam karena pasti mereka mengincar Qin Yu karena tidak mungkin orang lain yang dincar apalagi ia tidak memiliki masalah apapun.
*****
Qin Huang sedang duduk ditemani beberapa gadis, ia sangat senang pada perempuan penghiburnya, ia minum sampai seseorang datang memberi hormat padanya.
" Pangeran." orang itu memberi hormat, melihat siapa yang datang, Qin Huang mengusir para wanita itu kemudian mempersilahkan orang itu duduk.
" Penasehat." Qin Huang tersenyum pada orang kepercayaannya yang sangat setia berkerja padanya itu.
" Pangeran, malam ini orang kita akan bereaksi." Qin Huang tersenyum licik.
" Aku sangat penasaran, Tian Feng apakah benar-benar tidak memiliki kelemahan? sangat sulit menebak apa yang ia inginkan, dia pria yang sulit dimengerti, malam ini kita akan mengetahui apakah Qin Yu akan menjadi kelemahannya atau tidak? aku sangat menantikan hal ini, jika Qin Yu menjadi kelemahannya maka kita memiliki peluang untuk menundukkan dewa kemantian itu." Qin Huang meneguk arak dicangkirnya sambil tersenyum puas.
" Sudah lebih dari 2 tahun anda mencoba mencari kelemahannya, tetapi tidak membuahkan hasil sama sekali, ia adalah pengikut setia pangeran Qin Feilong, bagaimana anda akan membuat dirinya berpihak pada anda? bukan aku meremehkanmu tetapi Tian Feng tidak mungkin menjadikan Qin Yu kelemahannya, apalagi kudengar ia sama sekali tidak perduli pada Qin Yu entah gadis itu hidup atau mati."
__ADS_1
" Tidak... tidak... jangan percaya rumor sebelum kau melihatnya secara langsung, aku pasti dapat menundukkan dewa kematian dan membuatnya berpihak padaku." Qin Huang mengepalkan tangannya didepan wajah orang kepercayaannya itu.
" Guang, hari ini mereka harus berhasil membungkam Qin Yu yang mengetahui rahasia kita, aku tidak mau menjadi masalah dimasa depan, malam ini cukup mencari tau kelemahan Tian Feng, tetapi yang utama tujuan kita adalah membawa Qin Yu kemari." penasehat Guang mengangguk lalu pergi dari sana.
*****
Tian Feng dapat mendengar banyak suara berlarian diatas atapnya, ia membuka matanya lalu berdiri, ia melihat Qin Yu berkeringat dingin, ia sedang bermimpi buruk.
" Apa ia sedang bermimpi buruk?" Batin Tian Feng, ia mencoba membangunkan Qin Yu tetapi gadis itu tidak bangun.
" Tidak...tidak.." teriak Qin Yu, ia langsung terbangun dan memeluk Tian Feng yang berada didepannya, Tian Feng membiarkan Qin Yu yang tampak ketakutan, begitu Qin Yu menyadari ia memeluk Tian Feng, ia segera melepaskannya.
" Maaf." Qin Yu tertunduk. " Bagaimana aku bisa memimpikan hal itu? itu sangat menakutkan, padahal itu sudah terjadi beberapa hari yang lalu kenapa aku sampai terbawa mimpi." batin Qin Yu yang belum melupakan tragedi itu.
" Kau baik-baik saja?"
" Ah...?" reaksi Qin Yu membuat Tian Feng bingung, Qin Yu langsung menganguk melihat Tian Feng bingung, ia takut Tian Feng akan curiga dan banyak bertanya nantinya.
" Apa yang terjadi? siapa mereka?" Tian Feng menutup mulut Qin Yu yang berbicara keras-keras itu, Qin Yu melebarkan matanya karena wajah mereka berdua sangat dekat.
" Diamlah, mereka akan menjadi waspada jika mendengar suaramu." Tian Feng memperhitungkan sekitarnya, Qin Yu lalu menyingkirkan tangan Tian Feng.
" Siapa mereka?" Bisik Qin Yu.
" Sepertinya mereka memiliki masalah denganmu?" Reaksi Qin Yu langsung berubah, ia menjadi sangat ketakutan membuat Tian Feng heran.
" Apa mungkin mereka masih ingin membunuhku karena masalah itu?" guman Qin Yu yang didengar Tian Feng.
" Masalah apa?" Qin Yu lalu menoleh pada Tian Feng dengan ekpresi terkejut.
__ADS_1
" Tidak Ada." jawab Qin Yu cepat, ia sangat khawatir tentang hal itu.
para bayangan itu langsung bersusun didepan pintu kamar, bayangan mereka dapat dilihat dari dalam. " Apa yang akan kita lakukan?" Qin Yu menggenggam erat baju Tian Feng karena ketakutan, Ia bersembunyi dibelakang Tian Feng.
Tian Feng berdiri yang diikuti Qin Yu bersembunyi dibalik punggungnya, tak lama pintu itu didobrak, sekitar belasan orang menerobos masuk dengan pakaian hitam lengkap dengan penutup wajah dan pedang panjang ditangan mereka. mereka terkejut melihat Tian Feng berada disana padahal mereka sudah mengawasi dimana seharusnya Tian Feng Tinggal.
" Aku penasaran siapa yang sudah mengirim kalian kemari? tapi aku saat ini sedang tidak ingin diganggu, jadi karena kita tidak memiliki masalah jadi pergilah." Tian Feng tidak ingin ada perkelahian, mereka semua saling menoleh mendengar perkataan Tian Feng dan mereka juga sudah mengetahui nama besar Tian Feng.
Sebenarnya mereka sudah berfikir ratusan kali sebelum menyerang tetapi tidak menyerang pun berakhir binasa jadi mereka berfikir memiliki peluang untuk selamat setelah mencoba, lagipula mereka hanya ditugaskan membawa Qin Yu pada majikan mereka.
" Kami akan pergi setelah membawa putri Qin Yu." jawab ketua mereka, Qin Yu semakin ketakutan.
" Kalau begitu, ambilah." Qin Yu merasa putus asa mendengar perkataan Tian Feng. " Harusnya kau sudah tau Tian Feng tidak akan perduli tentang nyawamu Qin Yu." batinnya.
Ia merasa sangat ketakutan sekarang apalagi mendengar perkataan Tian Feng, para pria berbaju hitam itu saling menoleh lalu tertawa. " Kukira sangat sulit, ternyata semudah itu." ketua kelompok itu tertawa keras, ia lalu melangkah mendekati Tian Feng untuk mengambil Qin Yu.
" Aku belum selesai berbicara." kini tatapan mata Tian Feng menakutkan, ketua kelompok itu sampai berhenti karena gemetar melihat tatapan mata Tian Feng.
" Ambilah jika kalian punya kemampuan." Tian Feng tersenyum iblis, itu benar-benar menakutkan dimata mereka, Ketua kelompok itu mundur.
" Apa yang sedang kalian tunggu? serang dia." teriak ketua kelompok itu, para bawahan saling pandang dan dengan ragu mereka menyerang, tidak menunggu lama mereka sekejap mata sudah terlempar semua, Qin Yu melihatnya dengan takjub, ia tidak pernah melihat pertarungan secara langsung seperti ini. Tian Feng menyerang mereka menggunakan pedang milik mereka sendiri, karena Tian Feng tidak membawa pedang miliknya.
Sekarang dimata Qin Yu memandang Tian Feng penuh dengan kekaguman, ketampanan serta ketangkasan Tian Feng membuatnya terbuai, ia sampai senyum sendiri sambil menonton, para penjahat itu baru satu langkah mendekati Qin Yu sudah dilempar lebih dulu oleh Tian Feng hingga tewas, mereka bahkan tidak dapat mendekati bayangkan Qin Yu, ia menyentuh dadanya yang berdegup kencang, ia tau apa isi hatinya sehingga ia tersenyum senang.
" Jangan sampai kau jatuh hati pada pria dingin ini? kalau tidak kau benar-benar harus menghabiskan waktu seumur hidupmu untuk memujanya." Guman Qin Yu pelan, ia kegirangan setelah melihat mereka semua tewas. ia bertepuk tangan, Tian Feng lalu mendekati ketua kelompok itu yang sudah sekarat. ia lalu menarik kerah baju dan membuka penutup wajahnya.
" Siapa yang sudah mengirim kalian kemari?" belum penjahat itu menjawab sebuah pisau kecil tak tau dari mana asalnya terbang kearah penjahat itu hingga tewas, Tian Feng memperhatikan sekitar siapa yang menyerang penjahat ini yang belum menjawab pertanyaannya.Tian Feng lalu menghempaskan orang yang tidak bernyawa itu lagi.
" Mengapa mereka mengejar wanita bodoh ini?" batin Tian Feng, ia melihat sekelilingnya yang dipenuhi mayat, Qin Yu lalu berjalan mendekati Tian Feng dengan wajah senang.
__ADS_1
" Sangat hebat." Qin Yu kegirangan dan bertepuk tangan, Tian Feng memandang Qin Yu membuat gadis itu bingung.