One Night Stand (Membawa Kehancuran)

One Night Stand (Membawa Kehancuran)
Kenyataan


__ADS_3

2 bulan kemudian. . .


Mencoba melupakan dan menghindar adalah jalan yang ku tempuh saat ini, demi melupakan kejadian itu. Aku selalu menyibukkan diri dengan berbagai hal, terutama skripsi. Bahkan dalam 2 bulan aku telah berhasil menyelesaikan skripsi ku dan Dosen pun meminta aku untuk ikut sidang lebih awal, agar aku bisa wisuda lebih cepat.


"SELAMAT. . . EVA. . ." Teriak Neysa dan Ega, saat aku keluar dari Ruang Sidang.


"Iya ampun kalian ini." Ucap ku terharu, mereka membawakan buket bunga dan selempang untuk ku.


"Selamat iya Va! Akhirnya kamu selesai juga, tau ngga? Kita di luar udah panas dingin tau! Gugup banget kita di luar, nungguin kamu keluar. Sampe Ega bolak balik ke kamar mandi, sakit gugup nya. Padahal yang sidang itu kamu, tapi kita udah parno duluan." Ucap Neysa.


"Jangankan kalian, aku aja di dalem udah keringet dingin. Takut bgt ga bisa jawab, malunya itu loh kalau ga bisa jawab!" Ucap ku lesu, membayangkan tadi saat sidang.


"Gila itu muka Dosen angker semua di dalam, serem banget. Berarti nanti kalau kita sidang, mereka bakalan kaya gitu juga! Aaaakkkkkhhhh!" Keluh Neysa.


"Bener tuh, ngga ada senyum sama sekali. Bener-bener bikin tekanan batin, keburu salfok liat wajah mereka yang angker. Bikin ngga bakalan fokus!" Ucap Ega.


"Udah jangan bahas lagi, mending ke kantin yuk! Aku butuh yang dingin-dingin. Biar ngga ngebul ini otak!" Ucap ku yang langsung menyeret kedua sahabat ku ke kantin.


Kami pun memesan makanan dan minuman dan duduk di tempat yang pojok, agar lebih tenang.


"Alhamdulillah, akhirnya nemu yang seger juga." Ucap ku sambil mengelap keringat ku.


"Gimana-gimana tadi Va?" Tanya Ega penasaran.


"Gila banget tadi, mana ngga ada yang kenal. Muka nya baru liat semua, kecuali Dosen. Baru masuk Ruang Tunggu doang juga udah gugup banget, kebayang ikh! Mereka yang ngambil kuliah kilat, hebat banget deh! Salut aku sama mereka." Ucap ku yang membayangkan kejadian dari tadi Pagi.


"Iya ikh! Itu otak mereka hebat banget iya? Bisa ngambil kelas akselerasi kaya gitu, ini aja pengen kuliah pake beasiswa udah mumet nya minta ampun. Apalagi mereka? Keren banget lah mereka!" Ucap Neysa.


"Biaya nya gede tuh! Mereka yang lompat tingkat gitu, tapi banyak juga iya mahasiswa nya?" Ucap Ega.


"Iya banyak tau! Itu mereka di bagi jadi 3 hari, otomatis banyak dong! Orang hari pertama aja segitu banyaknya." Ucap ku.


"Gimana kalau kita jalan-jalan yuk! Untuk merayakan keberhasilan Eva!" Saran Neysa semangat.


"Ayooo. . ." Ucap Ega semangat.

__ADS_1


"Aku sih! Ayo ayo aja! Tapi kan kalian hari ini ada jadwal sama Dosen pembimbing? Lupa iya?" Ucap ku yang mengingatkan mereka.


"Oh iya!" Keluh mereka yang kemudian menepuk keningnya.


"Gagal deh!" Ucap sedih Neysa.


"Udah jangan sedih, lebih baik kalian fokus dengan skripsi kalian! Ayo semangat, kalian pasti bisa. Nanti kalau kalian sudah beres sidang, kita rayain semuanya bersama. Gimana?" Ucap ku memberikan semangat.


"Iya bener Ney, kita harus semangat. Jangan mau kalah sama Eva, kita juga harus bisa dong!" Ucap Ega Semangat.


"Tuh Ega aja semangat, kamu juga dong Ney. Buktiin ke keluarga kamu, kamu bisa jadi kebanggaan mereka juga." Ucap ku.


"Bener juga iya! Ayo semangat Ga! Kita ke Perpustakaan sekarang yuk! Kita cari-cari referensi lagi, ayo!" Ucap Neysa semangat.


"Ngga sekarang juga kali! Ini makanan baru datang, masa mau di buang?" Ucap Ega yang kemudian mulai memakan mie ayam nya.


"Eh iya! Ayo deh! Kita makan dulu, Va kamu habis ini mau langsung pulang?" Tanya Neysa, sambil memakan bakso.


"Iya aku mau langsung pulang aja, biar bisa bantuin Ibu." Ucap ku yang memakan salad sayur.


"Iya bener, biasa nya kamu kan pesan bakso atau mie ayam. Tapi sekarang-sekarang pesannya salad sayur sama jus apel terus." Ucap Ega menimpali.


"Masa sih? Ngga tau kenapa lagi pengen aja makan ini, dan males banget makan nasi." Ucap ku sambil memakan salad sayur.


"Kaya Kak Nathan aja kamu, suka makan salad sayur. Itu favorit dia kalau di Rumah." Celetuk Neysa.


Deg.


Kak Nathan


Nama yang hampir 2 bulan ini aku coba lupakan, namun bayangan itu selalu menghantui ku. Sejak saat itu hingga sekarang aku selalu mengkonsumsi obat tidur, agar bisa tidur tenang dan tidak memimpikan malam naas itu.


"Eh iya! Ke mana itu Kakak kamu? Perasaan udah lama kamu ngga pernah cerita tentang Kakak kamu lagi?" Ucap Ega penasaran.


"Iya habisnya Kak Nathan juga ngga ada di sini! 2 bulan yang lalu dia sempet kecelakaan, terus amnesia. Tapi cuman lupa kejadian beberapa tahun ini aja! Untungnya itu, Kak Nathan juga lupa sama Pacar nya. Hahaha. . . Jadi itu sekarang Kak Nathan fokus sama karir nya lagi deh!" Ucap Neysa menjelaskan.

__ADS_1


"Kecelakaan di mana? Ko kamu baru cerita? Kan kita bisa nengokin." Ucap Ega.


"Eh iya! Aku lupa, waktu itu pas kita dapet libur 1 Minggu loh! Dan kejadian nya itu ngga jauh dari Rumah kamu loh Va." Ucap Neysa.


Kak Nathan kecelakaan. . .


2 bulan yang lalu. . .


Di dekat Rumah ku. . .


'Jangan-jangan, yang waktu Kak Nathan bilang mau ke Rumah buat tanggung jawab. Tapi dia malah kecelakaan? Ya Allah, aku ternyata telah berburuk sangka selama ini.' Ucap ku dalam hati.


"Wah iya? Va kamu. . . Va. . . Va. . ." Ucap Ega yang menyadarkan ku dari lamunan.


"Eh iya apa?" Tanya ku gugup.


"Kamu ini Neysa lagi cerita, kamu malah bengong." Tegur Ega.


"E-h iya maaf, tadi masih ke bayang suasana di ruang sidang. Maaf iya Ney." Ucap ku bohong.


"Iya ngga apa-apa ko, aku ngerti. Pasti ke bayang terus lah! Pasti kamu lagi inget-inget bener ngga iya jawaban yang tadi? Pasti gitu kan?" Tanya Neysa menebak.


"I-ya tadi aku takut ada jawaban yang salah aja, jadi lagi inget-inget. Maaf banget iya!" Ucap ku bohong.


"Iya ngga apa-apa ko, tenang aja. Lagian Kak Nathan juga sekarang udah sehat lagi ko, kaya biasanya. Bahkan udah kerja dan kaya ngga terjadi apa-apa, walaupun dia ngga inget sih! Kejadian sebelum kecelakaan itu, tapi yang penting Kak Nathan baik-baik aja sekarang." Ucap Neysa senang.


"Syukur deh! Kalau Kakak kamu baik-baik aja, eh aku udah selesai nih! Kamu udah selesai belum?" Tanya Ega.


"Aku juga udah, kita ke Perpustakaan sekarang aja yuk!" Ajak Neysa.


"Oke! Va kamu mau ikut ke Perpustakaan dulu ngga? Atau mau langsung pulang?" Tanya Ega.


"Ikut aja Yuk! Ke Perpustakaan, siapa tau bisa gitu ngasih bocoran pertanyaan. Hahaha. . " Ucap Neysa tertawa.


"Kamu ini! Iya pastinya nanti beda-beda dong pertanyaan nya! Udah ah! Aku mau pulang aja, mau bantu Ibu jualan dulu. Aku duluan iya! Kalian yang semangat." Ucap ku pamit dan kami pun berpisah.

__ADS_1


__ADS_2