One Night Stand (Membawa Kehancuran)

One Night Stand (Membawa Kehancuran)
Ibu Sakit 1


__ADS_3

Beberapa hari setelah ibu mengetahui kehamilan ku, kesehatan Ibu menurun. Ibu banyak melamun dan tidak nafsu makan, membuat aku semakin merasa bersalah.


Tok. . . Tok. . . Tok. . .


"Bu makan dulu yuk!" Ajak ku.


Ceklek. . .


"Kamu makan duluan saja Nak, Ibu belum lapar." Ucap Ibu setelah membukakan pintu kamar.


"Ibu sakit? Muka Ibu pucat, kita ke Dokter iya Bu!" Ucap ku khawatir.


"Ibu baik-baik saja Nak! Kamu tidak perlu khawatir, sudah sana makan." Ucap Ibu.


"Ngga mau, pokok nya mau makan sama Ibu. Ayo dong Bu!" Rengek ku.


"Kamu ini seperti anak kecil saja, iya sudah ayo!" Ucap Ibu dan aku pun langsung menggandeng tangan Ibu menuju meja makan.


"Ibu makan yang banyak iya! Biar Ibu sehat, jangan telat makan terus Bu. Wajah Ibu pucat, kita ke Dokter iya habis makan. Eva sedih liat Ibu kaya gini, maafin Eva iya Bu." Ucap ku sambil menunduk.


"Tidak perlu Nak! Kamu tidak salah Nak! Ibu baik-baik saja, maafin Ibu yang tidak bisa memberikan kamu kehidupan yang baik. Sehingga kamu mengalami hal seperti ini, tapi kamu harus tau. Setiap ujian, pasti ada jalan keluar yang terbaik. Percaya Allah sudah menyiapkan sesuatu yang indah kelak untuk kamu, jangan mudah menyerah. Jalani semua dengan ikhlas dan sabar, sayangi anak mu sepenuh hati. Kelak dia yang akan menjaga dan melindungi kamu, dari semua orang." Ucap Ibu sendu dan membuat aku pun meneteskan air mata mendengar nya.


"Iya Bu, Eva akan menyayangi anak ini dengan sepenuh hati Eva. Seperti ibu yang menyayangi Eva, Ibu harus sehat terus iya! Nanti bantu Eva mengurus nya iya!" Ucap ku dengan senyum paksa.


"Meski nanti Ibu tidak bisa membantu kamu mengurusnya, Ibu yakin kamu bisa menjadi seorang Ibu yang hebat. Ingat jangan pernah putus asa dalam menghadapi hidup iya Nak! Ibu akan selalu ada di hati kamu, dan kamu akan selalu ada dalam doa Ibu." Ucap ibu sambil mengelus rambutku.


"Makanya Ibu harus sehat terus, biar bisa bantu Eva mengurus nya kelak. Eva bisa gila kalau Ibu ngga ada! Ibu itu segalanya buat Eva! Eva sayang banget sama Ibu! Pokoknya Ibu harus temenin Eva terus!" Ucap ku kemudian memeluk ibu erat.


"Kamu tidak boleh bicara begitu! Hidup mati kita sudah di atur oleh Allah! Kita hanya bisa menunggu dan menerima nya, ingat iya Nak semua pesan Ibu!" Ucap Ibu dengan senyum.


"Iya Bu! Eva janji, ngga akan bicara begitu lagi. Eva akan ikhlas menjalani semuanya dan tidak akan mudah putus asa, seperti ibu yang selalu kuat menjalani semuanya." Ucap ku.

__ADS_1


"Sudah! Sudah! Ayo sekarang di makan, kamu harus makan yang banyak biar bayi kamu sehat. Makan ngga boleh yang aneh-aneh, harus yang sehat biar bayi nya juga sehat." Ucap Ibu.


"Siap komandan." Ucap ku dan kami pun tertawa bersama sambil menikmati makan malam kami.


Keesokan hari nya. . .


Seperti biasa aku terbangun sebelum subuh, dan aku pun bergegas menuju dapur. Dapur masih gelap, bertanda Ibu belum bangun. Aku pun memulai membuat aneka kue seperti biasanya, hingga adzan subuh berkumandang. Ibu sama sekali belum keluar kamar, setelah selesai semuanya dan aku pun mendatangi kamar Ibu.


Tok. . . Tok. . . Tok. . .


"Bu. . . Bangun Bu, sudah subuh." Ucap ku setelah mengetuk pintu, namun tidak ada suara.


Karena khawatir aku pun membuka pintu kamar Ibu, beruntung tidak di kunci oleh Ibu. Aku pun menghampiri Ibu yang terbaring dengan muka pucat, dan memegang kening Ibu yang ternyata hangat.


"Bu. . . Ibu. . ." Ucap ku sambil memegang tangan Ibu dan mengelusnya, perlahan mata ibu pun terbuka.


"Ada apa Nak? Maaf Ibu terlambat bangun iya?" Ucap Ibu dan tersenyum lemah.


"Tidak perlu Nak, ibu baik-baik saja. Seperti nya hari ini kita libur jualan dulu Nak, Ibu belum menyiapkan apa-apa." Ucap Ibu.


"Aku udah nyiapin jualan hari ini Bu, tapi tidak lengkap seperti biasa. Maaf iya Bu!" Ucap ku menyesal.


"Tidak apa Nak, segitu juga Alhamdulillah. Kita masih bisa berjualan, nanti biar Ibu yang jaga di depan. Kamu pasti capek membuat kue, jadi kamu nanti istirahat saja iya nak!" Ucap Ibu.


"Ngga perlu Bu, aku ngga capek ko! Sekarang Ibu istirahat dulu iya, aku mau bikin sarapan dulu buat Ibu. Nanti kita sarapan sama-sama iya!" Ucap ku memaksakan tersenyum.


"Kamu beli saja Nak! Tidak perlu membuat apa-apa untuk Ibu, belilah makanan untuk kamu. Kasian bayi mu pasti sudah lapar, kalau harus memasak nanti kamu kecapean." Ucap Ibu memberi saran.


"Iya sudah kalau begitu aku keluar dulu iya! Ibu tunggu sebentar, apa Ibu mau minum atau ke kamar mandi dulu sebelum aku tinggal Bu?" Tanya ku.


"Tidak Nak! Ibu tidak mau apa-apa, pergilah kasian bayi mu pasti kelaparan di dalam perut." Ucap Ibu sambil tersenyum.

__ADS_1


"Iya sudah aku keluar sebentar iya Bu, ini handphone Ibu pegang sama Ibu jangan jauh-jauh nyimpennya. Kalau ada apa-apa langsung telpon iya Bu, Eva pergi dulu sebentar. Assalamualaikum." Ucap ku, kemudian keluar dari kamar Ibu untuk menyiapkan jualan dan membeli sarapan untuk Ibu.


Dengan perlahan aku menyuapi Ibu dengan bubur ayam yang aku beli, sedikit sekali makan Ibu. Katanya mulutnya terasa pahit, setelah mengurus Ibu aku pun menuju warung untuk membuka warung ku.


"Assalamualaikum Nak Eva." Ucap Ibu RW.


"Wa'alaikum salam Bu RW, ada yang bisa saya bantu Bu?" Tanya ku ramah.


"Iya gini Nak Eva, di rumah ibu mau ada arisan. Nah! Ibu mau beli kue-kue nya, cuman Ibu lupa kemarin belum pesan ke Ibu nya Nak Eva. Apa boleh Ibu borong aja semua kue nya?" Tanya Bu RW.


"Alhamdulillah, beneran Bu? Silahkan Bu mau yang mana saja, di pilih dulu saja. Maaf cuman ada segini, soalnya cuman saya yang membuatnya. Ibu lagi kurang sehat Bu." Ucap ku sambil mulai membuka wadah-wadah kue.


"Segini juga cukup ko Nak Eva, iya sudah Ibu ambil semua saja. Tapi Ibu pinjam wadahnya dulu boleh tidak? Nanti sore Ibu kembalikan." Ucap Bu RW.


"Boleh Bu, silahkan saja. Nanti Eva anterin aja iya Bu, kasian ibu berat bawanya." Ucap ku sambil menutup kembali wadah kue.


"Tidak perlu Nak! Itu ibu bawa mobil, kebetulan habis dari pasar. Minta tolong di bantu di masukan saja iya Nak ke dalam mobil." Ucap Bu RW.


"Baik Bu." Jawab ku kemudian kami pun mulai mengangkut kue-kue ke dalam mobil.


"Terimakasih banyak iya, Nak Eva. Jadi berapa semuanya?" Tanya Bu RW.


"Sama-sama Ibu, itu kue yang 2.000 ada 50 kue, yang 3.500 ada 40 kue sama yang 5.000 ada 40 kue juga, totalnya jadi 440.000 Bu." Ucap ku dan kemudian Ibu RW memberikan uang kepada ku.


"Sebentar iya Bu, saya ambilkan kembaliannya dulu." Ucap ku, dan aku segera berbalik untuk mengambil kembali di dalam warung.


"Tidak perlu Nak! Kembaliannya untuk kamu saja, kalau begitu Ibu pamit iya Nak!" Ucap Bu RW.


"Alhamdulillah terimakasih banyak iya Bu." Ucap ku.


"Sama-sama Nak, kalau begitu ibu pamit iya. Assalamualaikum." Ucap Bu Rw.

__ADS_1


"Iya Bu, wa'alaikum salam. Hati-hati Bu." Ucap ku dan aku pun bergegas menutup kembali warung, kemudian masuk kedalam rumah. Rencananya aku akan membawa Ibu ke Dokter, meski Ibu tidak mau.


__ADS_2