One Night Stand (Membawa Kehancuran)

One Night Stand (Membawa Kehancuran)
Rahasia Terbongkar 1


__ADS_3

"Siapa yang menghamili kamu?" Tanya Ibu di isak tangis nya.


Deg.


"Jawab Va! Siapa yang menghamili kamu?" Ucap Ibu menangis sambil menarik-narik kerah baju ku, dan aku pun ikut menangis.


"Ma-af Bu." Ucap ku terbata-bata.


"Sekali lagi Ibu bertanya, siapa yang menghamili kamu? Dia harus bertanggung jawab sama kamu dan bayi mu Va." Ucap Ibu.


"Ti-dak bisa Bu." Ucap ku sambil menangis.


"Kenapa? Apa laki-laki itu suami orang? Ya Allah Va, kenapa nasib kamu seperti ini!" Ucap Ibu sambil menangis meraung.


"Ma-af kan Eva Bu! Eva tidak bisa menjaga diri dengan baik, seperti yang Ibu katakan. Eva kotor Bu, Eva jijik dengan badan Eva! Maafkan Eva Bu." Ucap ku, kemudian aku bersimpuh di kaki Ibu.


"Bangun Nak! Bangun! Jangan seperti ini, kasian bayi mu Nak." Ucap Ibu berusaha membantu ku duduk di kasur dan menghapus air mataku.


"Maafkan Eva Bu! Eva salah! Eva sudah buat malu Ibu! Eva akan pergi dari sini Bu, Eva ngga akan buat Ibu di gunjing tetangga, tapi Eva mohon maafkan Eva Bu." Ucap ku kemudian Ibu memeluk ku.


"Bagaimana ini bisa terjadi Nak?" Tanya Ibu.


"A-ku d-i per-ko-sa Bu." Ucap ku terbata-bata dengan air mata yang keluar.


"Astaghfirullah ya Allah, siapa Nak yang sudah memperkosa kamu? Kita harus minta dia bertanggung jawab." Ucap Ibu.


"Tidak bisa Bu." Ucap ku.


"Kenapa? Apa karena dia suami orang? Dia harus tetap bertanggung jawab Nak! Bagaimana anak ini kelak Nak?" Ucap Ibu.


"Dia memang ingin bertanggung jawab, tapi 2 bulan yang lalu dia kecelakaan Bu dan dia lupa ingatan. Yang dia ingat hanya kejadian 5 tahun yang lalu, artinya dia tidak mengingat kejadian naas itu Bu." Ucap ku sambil menangis.


"Kita bisa temui keluarga nya, iya benar! Kita harus temui keluarga nya, mereka pasti bisa membantu kita." Ucap Ibu yakin.

__ADS_1


"Aku ngga punya bukti apa-apa Bu, bagaimana mereka akan percaya?" Ucap ku.


"Ya Allah Nak! Malang sekali nasib mu." Ucap ibu kemudian memeluk ku.


"Maafkan Eva Bu! Eva mohon maafkan Eva!" Ucap ku sambil memohon.


"Sudah Nak! Sudah!" Ucap Ibu sambil menangkupkan wajah ku, dan menghapus air mata ku.


"Ibu memang kecewa, namun nasi sudah menjadi bubur. Kita harus bisa menjalani nya Nak, rawatlah bayi mu dengan penuh kasih sayang. Dia tidak bersalah, dia anugrah terindah yang Allah berikan." Ucap Ibu sambil mengelus lembut perutku.


"Dengar! Mungkin ini adalah teguran dari Allah, agar kita semakin meningkatkan ketakwaan kita dan takdir yang harus kita jalani dengan ikhlas. Ibu yakin suatu saat kamu akan menemukan kebahagiaan mu, bersama anak ini." Ucap ibu dengan penuh kasih sayang.


"Terimakasih banyak Bu, sudah mau memaafkan Eva!" Ucap ku sendu.


"Sekarang kamu bersih-bersih dan istirahat dulu! Nanti kita shalat bersama, mohon ampun kepada Allah." Ucap Ibu sambil mengelus rambut ku.


"Iya Bu." Ucap ku dan Ibu pun keluar dari kamar ku.


Dan malam pun berlalu, aku dan Ibu berusaha bersikap seperti biasanya. Hingga kami pun bercerita bagaimana waktu Ibu mengandung ku dulu, dan betapa repot nya ayah saat menuruti permintaan ngidam Ibu dulu.


Saat ini sudah pukul 02.00 namun mata ini belum bisa terpejam, dan aku pun mulai merasa lapar. Karena tadi aku dan ibu hanya makan sedikit, karena perasaan kami campur aduk membuat kami tidak berselera untuk makan.


Aku pun keluar dari kamar dan mengendap-endap keluar rumah, saat sudah berada di luar aku bingung ingin makan apa. Sehingga aku pun berjalan dan melihat ke kiri dan kanan, untuk mencari penjual makanan. Aku pun menemukan gerobak nasi goreng yang masih buka, aku pun kemudian menghampiri nya.


"Pak masih ada?" Tanya ku.


"Ada Neng, mau di bungkus atau di makan di sini?" Tanya penjual nasi goreng.


"Makan di sini aja Pak! Saya mau nasi goreng di campur kwetiau 1 pedes iya Pak! Jangan lupa pakai sayur, telur nya di ceplok iya Pak! Kalau ada pakai daun bawang iya Pak! Tapi kalau ngga ada juga ga apa-apa." Ucap ku sambil tersenyum.


"Neng lagi ngidam iya?" Tanya penjual nasi goreng.


"Iya Pak!" Ucap ku cengegesan.

__ADS_1


"Walah! Iya udah mari Neng duduk dulu, Bapak buatkan dulu iya Neng." Ucap penjual nasi goreng.


"Iya Pak." Aku pun mengambil kursi dan duduk sambil memainkan telpon, tak lama pesanan ku pun datang.


"Silakan Neng di nikmati, semoga sesuai dengan keinginan Neng." Ucap penjual nasi goreng, sambil menyimpan 2 piring di depan dan samping ku.


"Terimakasih banyak Pak." Ucap ku kemudian mulai memakan pesanan ku dengan lahap, benar-benar sesuai ekspektasi ku enak sekali cuman tidak pedas.


"Pak!" Panggil ku.


"Iya kenapa Neng?" Tanya penjual.


"Aku kan tadi pesen nya pedas Pak! Ko ini tidak pedas Pak?" Keluh ku.


"Maaf Neng! Suami Neng yang bilang tidak boleh pedas, jadi saya tidak kasih sambal banyak Neng. Kalau begitu saya permisi iya Neng, ada yg beli lagi." Ucap penjual tersebut, yang membuat aku heran.


"Wanita hamil tidak boleh makan terlalu pedas." Ucap seseorang dan aku pun melirik ke sebelah ku, betapa terkejutnya aku melihat orang tersebut yang sedang asyik memakan pesanan ku di piring lain.


"Ka-k Na-th-an." Ucap ku terkejut dan dia hanya berdehem.


"Makan." Ucap nya dan ntah mengapa aku pun menurut saja, aku pun melanjutkan makan ku dengan lahap tanpa memperdulikan keberadaan Kak Nathan di samping ku.


Saat aku menoleh ternyata Kak Nathan sudah tidak ada, dan aku pun hanya mengangkat bahu ku tak peduli. Aku pun menghampiri penjual nasi goreng untuk membayar pesanan ku.


"Berapa semuanya Pak?" Tanya ku.


"Sudah selesai iya Neng? Sudah di bayar semuanya sama suami Neng, terimakasih iya Neng! Kalau ngidam lagi ke sini saja." Ucap Penjual nasi goreng ramah.


"Suami? Oh iya pak! Kalau begitu saya permisi." Ucap ku, lagi-lagi Kak Nathan berperan sebagai suami ku dan aku pun hanya menghela nafas panjang.


"Masuk." Ucap Kak Nathan yang ternyata menunggu ku, karena tak ingin membuat keributan dan aku pun takut pulang sendiri. Akhirnya aku naik ke dalam mobil Kak Nathan, sepanjang jalan kami saling diam hingga sampai depan rumah ku.


"Terimakasih banyak Kak." Ucap ku sambil keluar dari mobil dan tak lama mobil Kak Nathan pun pergi meninggalkan rumah, aku pun masuk kembali dengan mengendap-endap.

__ADS_1


__ADS_2