
"Benar-benar teh kalangan atas."
Jack menyeruput teh Vivi. Sikapnya liar seperti bajak laut lainnya, meskipun Jack bukan satu, tapi seperti itulah dia, yang hidup di hutan selama beberapa tahun.
Cobra dan Vivi diam, menatap tingkah laku Jack.
"Apa yang kalian lakukan berdiri disana?" Jack mengerutkan kening. "Akan tidak sopan jika seseorang membiarkan raja berdiri. Kepalaku akan melayang jika seseorang mengetahuinya."
Mulut cobra berkedut, berkedip dua kali, Cobra mempertahankan martabatnya. Dalam mental dia berteriak, 'Kau bertingkah seolah bukan penyusup. Mengatakan tidak sopan ketika kau meminum minuman seorang Putri!'
Kemudian, Cobra menenangkan diri, tanpa mengeluarkan emosi yang mengendalikannya.
Berjalan ke meja dan menarik kursi yang bersebrangan dengan Jack, Cobra duduk, lalu menatap Jack dengan sikap raja.
Mengikuti ayahnya, Vivi duduk disebelah ayahnya.
Cobra menatap Jack, dan Jack menatap kembali. Tidak ada yang berkedip di antara mereka, seolah waktu membeku, ruangan menjadi diam bisu.
Tidak mengerti apa yang dilakukan Cobra, Jack mengangkat bahu, tangannya mengulur kebawah meja, dan saat Jack menariknya, makanan muncul ditangannya.
*nyam* *nyam* *nyam*
Jack mengunyah sate belut. Suara kunyahan nya memenuhi ruangan yang diam.
Wajah martabat Cobra hancur, alisnya berkedut, matanya menatap Jack, dan dia mendapatkan pengabaian. Cobra menyerah, dan menghela nafas dengan lelah.
Jack melirik Cobra, wajahnya kelihatan menyedihkan. Mengira Cobra ingin meminta, tapi malu untuk bertanya, Jack menawarkan, "Mau. Tidak perlu sopan, aku tidak keberatan."
Cobra terbatuk, tersedak dengan minumannya, lalu menyeka mulutnya, kemudian menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak, Terimakasih."
"ok."
Jack mengangkat bahu, tanpa mempedulikannya, Jack menghabiskan makanannya. Makanan adalah hal utama, dan urusan adalah yang kedua. Itu adalah prinsip Jack saat dia tiba disini.
Tentu saja wanita yang utama jika menyangkut kedua hal itu.
Tangan Vivi didepan mulutnya, menahan tawanya saat melihat ekspresi ayahnya, wajah martabatnya rusak dengan perilaku Jack.
Setelah menghabiskan makanannya, tidak ada sedikitpun jejak bekas makanan di mulut atau bajunya, Jack mengangguk.
Mengangkat kembali kepalanya, mata menatap raja dan Vivi secara bergantian, dan diakhiri menatap raja, Jack angkat bicara dan berkata, "Ini Jack, Jack Sparrow. Seorang pria yang menikmati keluasan dan keajaiban lautan."
Jack mengatakannya dengan bangga.
Cobra berdiam sedetik, dan detik berikutnya, Cobra memperkenalkan dirinya, "Nefertari Cobra, raja Alubarna saat ini."
Jack mengangguk, menoleh untuk melihat Vivi dan berkata, "Bagaimana? Apakah kau sudah memutuskannya?"
"Tunggu sebentar." Vivi mengerutkan keningnya. "Bukankah kau memberi waktu dua hari? Tapi, mengapa kau ada disini?"
__ADS_1
Jack menggaruk kepalanya dan senyum tak bersalah di bibirnya, dan berkata, "Aku hanya penasaran bagaimana istana terlihat dari dalam."
Dari seberang, Cobra terbatuk berdarah. Sejak kapan kerajaannya mudah dimasuki hanya karena penasaran seseorang?
Disebelah Cobra, Vivi menghela nafas, lalu mencubit hidungnya, matanya menatap Jack dan berkata, "Jack, jangan melakukan hal ini ditempat lain. Mereka akan membunuhmu ditempat, tidak peduli alasan apa yang kau katakan."
"eh, baiklah." Respon Jack dengan datar, suara Vivi masuk dan keluar ditelinga Jack.
"Jack, kau tidak mendengarkannya"
"Tidak." Jack membantah. "aku mendengarkan."
Vivi menyipitkan matanya, mata birunya menatap mata hitam Jack, dan Jack membuang mukanya kesamping.
"Baiklah. Berhenti di sana." Cobra angkat bicara, dia muak dengan percakapan omong kosong ini. "Bukankah ada yang lebih penting didiskusikan?"
"Benar." Vivi membenarkan, dan Jack mengangguk. Mereka berdua menoleh untuk menatap Cobra, menunggu Cobra memulai pembicaraan.
Cobra batuk palsu. Wajahnya kembali tegas saat dia membuka mulutnya. "Jack. Kau bilang, kau memiliki informasi tentang pemberontak Crocodile, kan?"
Jack mengangguk dan memperjelas. "Sangat detail dan akurat."
cobra mengangkat alisnya. "bagaimana kau mengetahui itu akurat?"
"Karena itu benar." Jack menjawab dengan singkat.
Cobra melirik mata Jack, tidak ada kebohongan didalamnya, Cobra mengangguk sedikit, lalu menoleh kesamping untuk menatap Vivi.
Mendengar ayahnya, Vivi mengangguk, matanya tertutup saat dia berpikir diam, lalu Vivi menoleh Jack, senyum kecil muncul saat menatapnya, dan berkata, "Aku menaruh kepercayaan padamu, Jack. Semoga apa yang kau katakan adalah kebenaran."
"Khe khe Khe," Jack tertawa kecil, rambutnya bergoyang dengan iramanya, dan matanya melirik mata indah Vivi, dan berkata, "Kau pasti tidak akan menyesalinya, tidak, aku yang akan memastikan kau tidak akan menyesal memilih ikut denganku."
Mata biru Vivi bersinar kehangatan, seakan menemukan cahaya baginya, dan bibirnya membentuk bulan sabit yang indah, dan berkata, "Terimakasih." adalah satu-satunya yang keluar dari mulutnya.
Jack mengangguk dan berkata, "Sama-sama, dan terimakasih."
"ya."
Di samping Vivi, helaan nafas panjang dapat didengar. Cobra pasrah dengan pilihan putrinya.
Dia tidak melarangnya, meski hanya sedikit berbicara dengan Jack, Cobra mengetahui Jack tidak akan memperlakukan Vivi dengan kasar.
Didalam hatinya yang paling dalam, Cobra merasa cukup tenang jika Vivi bersamanya.
Waktu berlanjut. Dan Jack memberitahu semua yang dia tahu di anime One Piece, tentang arc Crocodile.
Setiap perkataan Jack mengandung informasi yang sangat penting. Tidak ada yang terlewat sedikitpun, seolah pulau Alabasta adalah tempat kelahirannya.
Cobra membuat catatan mental di kepalanya, dan pikirannya bekerja untuk memikirkan rencana apa yang akan dilakukannya dengan semua informasi yang dia dapatkan.
__ADS_1
xXxXx
Setelah panjang lebar menjelaskan, kerongkongan Jack kering, melihat ke cangkir kosong, Jack mengulurkan tangan dan mengambil cangkir kosong itu.
Kemudian Jack meletakkan telunjuknya di atas cangkir, dan diujung telunjuk Jack, perlahan setetes air mengalir ke bawah, yang semakin cepat seiringnya waktu.
Tidak lama, Cangkir mewar kosong sebelumnya, terisi penuh dengan air putih.
Turun kebawah, Jack memegang sisi cangkir, jari-jarinya menempel di setiap sisi cangkir, detik berikutnya jari Jack mengeluarkan es beku.
Perlahan, air yang didalam cangkir menurun yang perlahan menjadi air es. Jack mengangguk, mengangkat gelasnya, dan meminumnya.
"Baiklah." kata Jack, berdiri dari kursinya. "Karena sudah seperti ini, aku harus melakukan sesuatu."
Melihat Jack ingin pergi, Vivi memanggilnya, "Jack, urusan apa yang akan kau lakukan, dan kemana kau akan pergi?"
"hmm.." Jack melirik Vivi, keheranan diwajahnya, " tentu saja ursanku dengan Crocodile."
"kau memiliki memiliki dengan Crocodile?"
"Tidak. itu kau"
"jadi, kalau itu masalahku.. "Vivi kebingungan, dan kepalanya miring kesamping "apa yang kau lakukan? bukankah kau tidak memiliki masalah dengan Crocodile?"
"Khe Khe Khe" Jack tertawa kecil dan meregangkan bahunya. "Karena itu masalahmu, itu berarti masalahku juga."
Setelah mengatakan itu, tubuh Jack diselimuti pasir. Perlahan pasir itu mengecil, dan semakin kecil, sampai Jack tidak terlihat dengan pasir yang menyelimutinya.
Mata Cobra tidak berkedip, matanya ke arah Jack menghilang, dan tanpa sadar Cobra berkata. "Kekuatan yang sama persis dengan Crocodile"
Setelah sadar, Cobra melirik Vivi dan berkata, "Dia tidak memiliki hubungan apapun dengan Crocodile kan?" Cobra mau tak mau menduganya.
"Tidak." Vivi menegaskan dan berkata dengan yakin. "aku yakin Jack tidak memiliki hubungan apa pun dengan Crocodile."
"oh, kalau putriku mengatakan itu, aku akan memercayainya"
Penyesalan Cobra bertambah karena tidak bisa membuat Jack tinggal di kerajaan Alabasta. Cobra sudah membujuknya, dan dia mendapat penolakan dengan cepat.
Dalam termenung, Vivi berpikir sebelum tersenyum, merasa lega dengan pilihan yang dia buat.
Cobra juga tidak ingin memaksanya dan merelakannya dengan pasrah. Cobra pasrah Bukan karena alasan dia akan diberi Vivi kecil oleh Jack. Benar pasti bukan itu!
Vivi mengatakan itu bukan tanpa alasan. Kekuatan Jack terlalu aneh. Tidak hanya sebatas dengan pasir, tapi juga dengan bentuk elemen lainnya.
Karena itu, Vivi yakin Jack tidak memiliki hubungan apapun dengan Crocodile yang hanya sebatas dengan pasir.
xXxXx
(A/N: dahlah meskipun terlambat)
__ADS_1