
Gurun seperti biasa, memancarkan hawa panasnya. Dibawah terik matahari, sekilas sesuatu melintas yang terlihat dengan kecepatan yang dapat dipahami.
Awan pasir Jack melaju dengan cepat, dan Jack duduk diatasnya dengan santai.
Terpaan angin mengenai wajahnya dan rambut merahnya menyala kebelakang, matanya menatap kosong kedepan.
Dipunggung Jack, tongkat hitam panjang menggantung, mulutnya bergumam menyanyikan lagu saat dia memikirkan sesuatu.
'Aku merasa seperti seorang anak kecil yang memiliki ekor, tongkat, dan awan terbang.'
Jack hanya mengangkat bahu, membuang pikirannya, Jack melanjutkan senandungnya.
"...Cahaya cinta perlahan menyilaukan
Itulah mimpi kehidupan kedua
Mimpi itu dari mana datangnya~
Jawabnya ada diujung langit
Kita kesana dengan seorang anak
Anak yang tangkas dan juga pemberani~"
Meskipun Jack terlihat bersantai, mata dan telinganya tidak luput dari segala arah. Jack terus mengamati seluruh jalan yang dia lewati tanpa sedikitpun terlewat.
Tidak menunggu 5 menit, mata Jack mengunci sebuah tempat. Tempat yang cukup besar. Dan yang paling menonjol dari tempat itu adalah sebuah bangunan yang besar dan megah dari penampilan.
Memfokuskan penglihatannya, Jack menemukan tempat yang tepat untuk dia turun. Kemudian awan pasir Jack perlahan melambat, perlahan turun, hingga pada posisi yang dapat dijangkau.
Awan pasir Jack menyentuh jalan yang bertepatan diluar pusat kota, lalu melebur, dan menyatu dengan jalan.
Jack menepuk-nepuk bajunya, matanya menoleh untuk melihat jalan utama. Berbagai bajak laut atau yang memiliki posisi tinggi memenuhi jalanan dan tempat masuk kota judi, Rainbase.
Merasa sudah siap, Jack menggerakkan kakinya, masuk kejalan, dan berbaur dengan yang lainnnya. Bertingkah selayaknya, tanpa menimbulkan keributan... mungkin.
Saat masuk kedalam, itu benar-benar ramai. Banyak orang yang berjualan dipinggir jalan, menawarkan dagangan mereka dengan teknik marketing khusus mereka. Dengan kata lain, menipu ataupun menggoda yang lewat.
Jack hanya melirik kesana kemari tanpa berhenti di salah satu toko. Kaki Jack terus bergerak ke area pusat, dimana Kasino Crocodile berada.
Kasino yang sangat besar dan mewah, yang didalamnya terdengar suara kebahagian, kemarahan, kekesalan dan banyak lagi.
Masuk kedalam, Jack ditatap penjaga beberapa detik sebelum mengabaikannya, lalu membuang muka dan mengawasi yang lainnya yang masuk ke kasino.
Jack tidak peduli dengan sikap penjaga, malahan itu bagus untuknya karena tidak dicurigai. Kemudian Jack berjalan ke dalam Kasino.
Berbagai macam jenis orang dapat dilihat. Jack menoleh untuk beberapa orang berkumpul di satu meja, senyum Jack menyeringai, dan kakinya bergerak ke sana.
"Sial, Aku mempertaruhkan istriku dan seluruh kekayaanku! Tidak mungkin aku kalah disini, kau pasti melakukan kecurangan!"
Seorang pria paruh baya berteriak, wajahnya mengerut saat matanya terlihat kepanikan, nafas tidak menentu, dan emosinya sedikit diluar kendali.
Jack yang berada di sampingnya mengerutkan kening, tangannya menyilang di dada, Jack memandang pria itu dengan merendahkan. Tak habis pikir ada seseorang yang menjual istrinya demi berjudi.
"grahahaha" Bajak laut yang menjadi lawannya mentertawakan nya dan mengejeknya. "Kau hanya kurang beruntung, dan menuduhku melakukan kecurangan." Kemudian bajak laut itu menjilat bibirnya dengan penuh nafsu. "Aku akan menikmati istrimu sampai dia hancur."
"T-tidak mungkin. Kau pasti curang!" Pria itu bergegas berdiri, mengepalkan tinjunya dan melemparkannya ke bajak kau itu.
Kaki Jack melangkah kebelakang, menghindari pria yang dipenuhi amarah, dan terus mengamati pria yang tidak memiliki harga diri laki-laki.
__ADS_1
Sebelum tinjunya mengenai apapun, pria paruh baya itu terjatuh ketika dua kaki menekan punggungnya.
"Argh!!" Terdengar derak tulang dari punggungnya. Wajah pria itu memucat menahan rasa sakit.
Semua orang menoleh ke tempat yang sama, suasananya menjadi diam, tidak ada yang berani bertingkah.
"Tidak ada yang boleh melalukan kekerasan disini." kata laki-laki yang menahannya. Kemudian kakinya menendang, mendorong pria paruh baya itu. "Jangan mencobanya lain kali." Setelah mengatakan itu kedua penjaga itu menghilang.
Seolah tidak ada kejadian apapun, mereka melanjutkan ketika suasana kembali seperti semula. Mereka mungkin terbiasa dengan kejadian seperti itu, juga, itu bukan urusan mereka, yang mereka tidak pedulikan dengan hal itu.
"grahahaha. Siapa lagi yang berani?" Bahak laut itu memandang sekeliling. "pertaruhkan chipmu dan kita akan bermain."
Tidak adanya yang berani duduk. Semuanya diam, membuang muka.
Melihat tidak ada yang berani, bajak laut itu mengejek. "Cih! Ternyata tidak ada nyali diantara kalian."
Kemudian, seorang laki-laki remaja keluar dari kerumunan, duduk ditempat paruh baya sebelumnya.
"Tukar 50 chip." Jack meletakkan 5 juta belly di atas meja.
"bagus bagus. Inilah yang seharusnya lelaki lakukan." Bajak laut itu menyeringai, menganggukkan kepalanya.
Penonton menatap Jack dengan kasihan, bahkan ada yang mengejeknya dengan komentar mereka.
"korban berikutnya seorang remaja."
"Remaja yang malang. Pasti dia akan berakhir dengan kantong kosong, tanpa sedikit tersisa."
"Sungguh menyia-nyiakan uang yang dimiliki."
Jack mengabaikan mereka, wajahnya tenang, tidak, Jack menahan emosinya.
Jack mengangguk, wajahnya pegal, tidak dapat menahan emosinya lagi, Jack menyeringai penuh di mulutnya dan berkata, "Ayo kita mulai."
xXxXx
"All in!"
"???"
"All in."
"All in."
"All in."
"!!!!"
"Dan, All in."
Teriakan tidak kepercayaan dimeja Jack. Bahkan penontonnya bertambah banyak dari sebelumnya.
"Permainan yang sangat baik!"
"Banyak keberuntungan yang dimiliki remaja ini!"
"aku tidak akan percaya jika aku tidak melihatnya sendiri"
"Sial, aku benar-benar iri."
__ADS_1
Jack menatap remeh ke bajak laut itu, tangannya menyilang di dada, dan dengan senyum lebar Jack berkata, "permainan selanjutnya?"
"Aku, ...Aku berhenti." Bajak laut itu terkulai di atas kursinya. Matanya menunjukkan kehampaan, dan kegembiraannya sebelumnya menghilang bersamaan dengan seluruh kekayaannya.
"Mau bagaimana lagi~" Jack mengejek. "Aku hanya mengeluarkan sedikit kemampuan ku, bahkan belum semuanya."
"Kau!"
Meskipun marah, bajak laut itu tidak melakukan apapun terhadap Jack. Dia cukup berpikir untuk konsekuensinya.
Setelah Jack memenangkan 200 juta Belly, Jack dihampiri seorang wanita pirang dari samping.
Jack menoleh dan menatapnya dengan santai, wajahnya menunjukkan kesenangan, tidak ada keterkejutan sedikitpun di dalamnya.
Meski sudah mengendap dengan kemampuannya, dia masih ketahuan, matanya melebar sebentar sebelum kembali tanpa emosi.
Kemudian Wanita itu menyarankan Jack untuk naik kelantai dua, dimana Jack bisa bermain lebih tinggi daripada dilantai satu.
Mendengar itu, mata Jack berbinar keemasan.
Jack tersenyum riang, mengangguk setuju, lalu wanita itu membimbing Jack kelantai dua, dan Jack mengikutinya dari samping.
Setelah mengantar Jack ke lantai dua, wanita itu pergi, dan menghilang entah kemana.
30 menit berlalu.
"Tempat ini adalah surga."
Chip dimeja Jack menumpuk tinggi. Mulut Jack tidak bisa berhenti tertawa, matanya melirik ke lawannya yang putus asa, dan Jack melepaskan kebahagiannya.
Jika dijumlahkan keseluruhan chip Jack, maka dapat ditotalkan sekitar 1,5 milyar Belly. Jumlah yang memuaskan untuk mata Jack.
Sekali lagi wanita itu muncul di samping Jack saat Jack menyeringai kepadanya, matanya menatap wanita itu seolah dia mengetahui sesuatu tentangnya.
Wajah wanita itu tidak seperti sebelumnya, kali ini sedikit kerumitan muncul diwajahnya, tapi itu tidak mempengaruhi wajahnya yang tenang dari luar.
"Jumlahnya terlalu besar untuk ditukarkan." kata wanita itu. "Kami perlu melakukan proses yang cukup lami. Karena itu, kami menyarankan anda untuk menunggu dilantai atas."
Jack menyipitkan matanya, kakinya melangkah maju, lalu menarik kepalanya untuk menatap wanita itu dari dekat. Dalam posisi, wajah mereka bisa berciuman jika diteruskan.
Jack menarik kembali dan tertawa sebelum menyetujuinya. "pimpin jalan."
Meninggal tempat, Jack dan wanita itu menuju lantai atas. Jack berjalan dengan riang, kedua tangannya masuk di kantong celana saat Jack bersenandung tanpa curiga.
*clik*
Suara seperti terkunci terdengar ditelinga Jack. Mengangkat tangannya, Jack melihat borgol hitam melekat di pergelangannya.
Wajah Jack tidak menunjukkan ekspresi, matanya melirik untuk melihat wanita itu, tidak ada kemarahan, hanya kebingungan yang ada diwajahnya sebelum menertawakannya.
"Kha kha Kha." Jack tertawa dan berkata, "Apa yang sedang kamu lakukan Robin?"
xXxXx
(A/N: Like, Share, and Comments)
Note: Moshi Moshi
__ADS_1