
Kapal bajak laut itu mendekati, dan berhenti di pinggiran pasir. Pintu terbuka, sekolompok orang yang terlihat seperti penjahat keluar, senjata ditangan masing-masing.
Berhenti sejenak, mereka mengamati lingkungan sekitar yang hanya menampilkan lingkungan tenang dan damai tanpa ada tanda bahaya sedikitpun. Jauh dari apa yang mereka rasakan waktu yang lalu.
Merasakan tidak ada bahaya, mereka memutuskan untuk masuk kedalam hutan. semua orang masuk kecuali kapten mereka, dia tidak bergerak, terus menatap ke dalam hutan dengan waspada.
Dia tidak percaya ancaman sebelumnya yang dia rasakan dari pulau ini suasana begitu tenang dan damai. Bukannya dia menjadi santai malahan itu membuatnya tambah waspada. Tapi tidak ada yang bisa dia lakukan, dia mengangkat bahu dan masuk kedalam hutan.
Didalam hutan, mereka menemukan sungai yang mana membuat mereka lega, sebelum mereka melihat seorang laki-laki yang tertidur di samping pohon.
Bersandar di pohon dan menyilang kan lengannya, Laki-laki itu tertidur dengan pulas tanpa mengkhawatirkan lingkungan sekitarnya.
Melihat itu, pria berkepala botak mendekati kapten dan berdiri disampingnya, dia berbisik "bos dia terlihat mencurigakan. Bagaimana mungkin seseorang akan tinggal di pulau yang terpencil seperti ini"
"....kau benar "mengamati laki-laki yang sedang tertidur, kapten itu menyadari bahwa wajahnya ternyata sangat tampan "Tapi dia tidak terlihat sedikitpun memiliki kekuatan untuk membelah diri dengan tubuhnya yang kecil itu"
"aku setuju bos" pria botak itu mengangguk setuju. Dia juga tidak merasakan bahaya dari pemuda itu. Dengan tinggi kurang lebih 180 cm, dia merasa dengan mudah untuk meremukkannya.
"Bagaimana kalau kita menjualnya kepada bangsawan dunia?" kapten itu tersenyum licik "Mungkin bangsawan wanita akan rela menawarkan harga yang tinggi untuk memiliki laki-laki itu"
"hehehe..." Pria botak itu juga menyeringai "kau sangat pandai bos, tidak sia-sia aku mengikutimu-"
"Berhenti menjilat, pergi tangkap dan bawa laki-laki itu ke kapal kita" kapten itu berkata, sebelum dia terkejut dengan menghilangnya laki-laki itu.
"sekelompok gey harus musnah di dunia ini" suara lembut tapi tegas yang mengandung kesombongan, mengejutkan mereka.
Kapten itu memerintahkan kru nya untuk mengangkat senjata mereka dan waspada pada suara itu. Tanpa berpikir dua kali, mereka mengangkat senjata mereka dan mencari sumber suara itu.
Sayangnya mereka tidak menemukannya sama sekali, bahkan tandanya sedikitpun tidak.
"Bagaimana bisa kalian menjadi bajak laut dengan kekuatan kalian yang sekarang. Berhenti dan pensiulah di suatu pulau" Sekali lagi suara itu bergema di seluruh pulau.
"a-apa yang kau katakan! kau hanya takut pada kami kan? "kapten itu berseru, menyembunyikan rasa gugupnya "kalau tidak Kenapa kau bersembunyi?"
"HAHAHAHA!!" Tawa seseorang yang menakuti burung yang terbang menjauh dari pulau ini.
Suara itu berhenti sebelum laki-laki yang mereka lihat sebelumnya melompat dari dahan pohon, melayang di atas permukaan tanah. Semacam awan yang terbuat dari pasir, menopang laki-laki itu.
__ADS_1
"Bro, bisakah kau mengulanginya sekali lagi?" Tanya laki-laki itu, yang menatap kapten dengan senyum lebarnya.
"Bagaimana bisa!?" Pria botak itu menatapnya dengan penuh ketidakpercayaan, yang mana disetujui semua kru bajak laut itu. Mereka tidak pernah melihat seorang pengguna buah iblis sebelumnya, dimana mereka hanya bajak laut biasa.
"P-pengguna buas iblis!" seru kapten, memposisikan dirinya. Mengangkat kapaknya, kapten itu melemparnya ke arah laki-laki itu dengan sekuat tenaga saat laki-laki itu tersenyum melihat kapak menuju kepalanya.
Saat hendak mengenai kepala laki-laki itu, sebuah perisai pasir menghalangi kapak itu sebelum berhenti dan jatuh ketanah, yang hanya meninggalkan keterkejutan bajak laut.
"LARI!!!" teriak kapten, mengencangkan otot kakinya saat dia merasakan beban diantara kakinya. Dia percaya mereka tidak bisa mengalahkannya, bahkan mereka semua sekaligus menyerangnya.
Tidak bisa bergerak, dia menunduk, melihat pasir yang menutupi kakinya yang sama halnya dengan lainnya. Dia berusaha sekuat tenaga untuk menggerakkan kakinya, yang hanya merasakan rasa sakit dikakinya.
Dia melihat laki-laki itu melambaikan tangannya saat pasir mengambang, menggumpal dan membentuk jarum. Ratusan jarum mengambang dibelakangnya, sebelum semuanya menghilang saat pemuda itu menatapnya dengan bosan.
Sebelum menyadarinya, kapten itu meludah kan darah dari sudut mulutnya. Dia melebarkan mata dengan tidak kepercayaan sebelum kesadarannya menghilang, dan dia jatuh ketanah.
xXxXx
Tubuh tak bernyawa, berlubang akibat tusukan ketika darah keluar dari luka tersebut, mengalir dan berserakan di tanah.
Melihat kru bajak laut yang mati, aku menyuruh snikky untuk memakan mereka. Dengan senang hati ular raksasa itu memakannya dengan sekali lahap.
Pada mayat terakhir, ular itu mendesis, menggoyangkan ekornya menunjukkan rasa bahagianya dengan perutnya yang penuh.
Setelah ular itu menyelesaikan pekerjaan, dia kembali ke sisi ku, menunggu untuk diperintah. Dia bahkan lebih jinak setelah beberapa tahun bersamaku... mungkin.
Tapi...dimana Piggy?
Babi gemuk itu... Bukankah dia sering bersama ular itu? Tapi, dia tidak ada disisinya! sebaiknya aku memeriksanya.
Memejamkan mata, aku mencari hawa keberadaannya. Sayangnya, aku tidak menemukannya sedikitpun, bahkan setelah aku memperluas penginderaan sampai ke seluruh pulau, aku tidak menemukannya.
Hanya satu orang yang persis tau dimana, atau apa yang terjadi pada Piggy.
Dan aku memiliki kecurigaan!
"hei snikky..." menoleh kebelakang, aku menatap ular raksasa itu dengan datar "kau yang memakan Piggy, kan?"
__ADS_1
Ular itu, memproses maksudku, sebelum dia membusungkan kepalanya setinggi mungkin seolah dia melakukan pencapaian yang membanggakan.
Menunjukkan perutnya yang gemuk, yang mengatakan 'piggy ada didalam perut ku dengan aman' dan berdesis menjulurkan lidahnya.
"...Dah lah" aku tidak memperdulikannya lagi. Meninggalkannya dibelakang, aku ke sisi pulau saat aku melihat kapal berukuran sedang di pinggiran pasir.
Cukup besar untuk seukuran bajak laut yang tidak terlalu terkenal. Atau mungkin mereka terkenal? tidak mungkin dengan kekuatan mereka seperti itu, kan?
...entahlah aku tidak peduli.
Menaiki kapal, aku melihat sekelompok orang sedang terikat dengan wajah pucat di atas kapal. Seperti yang diharapkan dari kapal bajak laut, menculik sekelompok orang.
Saat melihatku naik ke atas kapal, mereka memiliki wajah mati seolah kejadian buruk yang akan menimpa mereka.
Tidak ada orang disisi atau dibelakang ku, wajah mereka kembali cerah, serta harapan bahwa aku bukan seorang bajak laut.
Mereka menundukkan kepala mereka serendah yang mereka bisa di badan mereka yang terikat. Memohon agar aku melepaskan ikatan mereka, dan membantu mereka.
Berdiam ditempat, berfikir sebentar, aku mencubit daguku sebelum aku menghampiri mereka dan melepaskan ikatannya.
Aku hanya melepaskan ikatan satu orang pria gemuk, lalu menyuruhnya untuk melepaskan yang lainnya. Terlalu malas untuk aku lakukan.
Selagi menunggu mereka, aku sisi kapal, menatap hamparan langit dan bernostalgia tentang tujuh tahun aku berada disini.
Tidak lama kemudian, seseorang memanggilku yang suaranya aku kenali. Aku berbalik dan menatapnya, duduk dipinggiran kapal menunggu dia berbicara.
"Terimakasih atas bantuan Tuan" Seorang pria gemuk dan yang lainnya menundukkan kepala mereka.
Mereka tunjukkan muka mereka karena aku menyelamatkan mereka, dan mungkin takut dengan kekuatanku yang dapat mengalahkan para bajak laut yang menangkap mereka.
Aku hanya mengangguk datar, seolah itu hanya masalah kecil. Menerima tanggapan ku, mereka hanya tersenyum kecut, tidak berani melakukan apapun terhadap hal itu.
Kembali dengan wajah senyumnya, pria tua itu melanjutkan "saya adalah Zeref, seorang pedagang emas dan permata lainnya yang kebetulan ditangkap saat kami melakukan perdagangan, dan berakhir disini" dia tersenyum sedih.
Menghilangkan kesedihannya, dia menambah "Sebelum itu... bolehkah kami mengetahui nama penyelamatan kami, Tuan?"
Aku berfikir dan menatap langit, sebelum aku tersenyum dan kembali menatapnya "Jack, Jack Sparrow" aku berkata sambil menyilangkan lenganku dengan bangga.
__ADS_1