Our Forced Engagment

Our Forced Engagment
'Kebahagian Sekilas'


__ADS_3

Jung chaeyeon berjalan tidak tentu arah, ia kini baru tersadar bahwa langkah kakinya berkhianat dengan membawa tubuh dia ke taman belakang sekolah. tempat dimana jungkook dan dirinya sering menghabiskan waktu bersama, tempat yang sangat spesial untuk menyembunyikan diri dari banyaknya orang.


chaeyon pikir dia selamanya akan terus bersama dengan jungkook. bahkan pemuda itu juga berpikir hal yang sama, namun sekarang, semua keinginan itu tidak lagi ada. jungkook nya telah pergi.


langkah kaki chaeyeon membawa gadis itu mendekat ragu pada sebuah bangku taman, sebelah tangannya menyentuh pelan tulisan yang ada disana.


"Maaf " ia berbisik lirih saat mengusap tulisan hangeul yang mengukir nama jungkook dengan dirinya.


air mata seketika merebak, jika saja ia terlahir dari keluarga kaya, mungkin kisah cintanya akan berbeda? ia akan sangat mudah bersama dengan jungkook, semua orang tidak akan memandang jijik padanya. bahkan mungkin semua orang akan memuja hubungan dia seperti hubungan jungkook dengan sinb sekarang.


Ah, hwang eunbi?


nama yang sangat cantik, seperti orangnya. meski tidak sedikit orang yang membenci gadis itu, namun dia juga tetap tidak perduli, bersikap seolah dia berada diatas segalanya. terlahir sebagai pewaris satu-satunya perusahaan besar, lalu di jodohkan dengan jeon jungkook, sungguh merupakan kombinasi yang cukup untuk membuat banyak orang iri pada keduanya.


'sekali saja, bolehkan jika aku ingin menjadi seperti dirinya...? ' batin caheyon.


namun sayangnya takdir berkat lain, ia tidak akan pernah bisa. tersenyum miris memikirkan semua itu, hari ini adalah sesuatu yang baru dalam hidupnya tanpa kehadiran jungkook.


"siapapun,, tolong, kirimkan siapapun untuku Tuhan. " pinta chaeyeon bergumam lirih.


******


Jungkook memandang geli pada sinb yang sejak tadi duduk patuh disampingnya seraya terus tersenyum senang. gadis ini rupanya tidak ingin menyiakan kesempatan untuk ikut andil dalam menuduh kim bisseo . sinb sendiri berulang kali menarik napas panjang, menyembunyikan senyum bahagia, merasa sangat bersyukur karena kali ini jungkook benar-benar membantu dirinya.


"Jadi, nona muda tidak bisa meninggalkan korea lusa?? " kim bisseo mengulang seraya dengan tenang meniup cangkir kopi yang berada di tangannya.


"Seperti yang kau lihat sekarang, " jungkook menjawab sambil memandang teduh kearah sinb, "tunangan ku ini tidak bisa makan dan tidur selama berhari-hari karena ulahmu. "


sinb mendukung ucapan jungkook dengan menampilkan raut wajah sedih yang dibuat-buat, hingga rasanya jungkook ingin memuji akting luar biasa gadis itu.


"Apa nona muda sekarang sedang sakit?? " kim bisseo bertanya memandang sinb dengan raut setengah tidak percaya.


"Kau terus membuatku pergi kesana kemari tanpa henti. " jawab gadis itu sambil menyeka dahi dengan gerakan lelah, "aku merasa seluruh tubuhku sakit dibanyak tempat. " ucapnya memelas.


Tersenyum dibalik cangkir capuccino yang ia sesap, jungkook merasa takjub saat menyadari bahwa kim bisseo termakan oleh umpan yang mereka buat, wanita itu secara ajaib menunjukkan raut wajah bersalah.

__ADS_1


"Daripada nyonya hwang marah karena putri satu-satunya jatuh sakit dan harus berpergian ke benua lain, bagaiman jika kau saja yang menggantikan sinb pergi, kim bisseo?? "


"Tidak bisa tuan muda, anda tahu bukan, bahwa hanya seorang pewaris lah yang boleh pergi. lagipula saya rasa seseorang seperti nona sinb tidak akan jatuh sakit hanya karena hal seperti itu. " jawab kim bisseo cukup tenang.


"Kau..!! " sinb menyahut tidak percaya.


Coba untuk meredam kan amarah sangat tunangan, jungkook menggenggam erat tangan sinb yang berada diatas meja, dan tentu saja kim bisseo juga dapat melihatnya. wanita itu menatap kedua tangan mereka yang saling bertaut dengan senyum kecil.


"Ternyata hubungan tuan dan nona muda jauh lebih dalam dari apa yang saya bayangkan. "


Jungkook menggerakkan bahu acuh, pemuda itu mengusap lembut jemarinya diatas punggung tangan sinb, "Kalian semua menempatkan kami dalam satu rumah yang sama, kau pikir saja, apa kira-kira yang akan terjadi pada kami?"


"Anda harus ingat tuan, masih ada 2 tahun lagi bagi nona sinb untuk masuk usia legal, dan anda tidak bisa menyentuhnya sesuka hati meski berada dalam satu rumah yang sama. " kim bisseo memperingatkan.


Penekanan kata legal dalam kalimat wanita itu membuat jungkook tertawa lirih. "Sejak kapan kalian memikirkan legal atau tidak? Sinb, coba katakan pada mereka, sudah sejauh mana hubungan kita berdua saat berada dirumah? "


Ditatap begitu dalam dan diusap dengan lembut seperti sekarang, sinb mana bisa menjawab. gadis itu merasa tidak terbiasa, ia tidak dapat berpikir jernih saat jungkook terus menyentuh kulit tangannya.


"Jika memang kau tidak bisa mengubah, maka berangkatkan aku juga ke London. "


"Tidak bisa. anda tahu sendiri jika akhir pekan nanti J C hotel membutuhkan kehadiran anda tuan muda. "


Kim bisseo tidak mampu berkata apapun, baik dia atau jungkook, mereka sama-sama tahu bahwa ketidak hadiran seorang pewaris sah pada saat pesta amal perusahaan, maka menandakan bahwa tidak adanya dukungan dari sang pemilik perusahaan tersebut.


Dan jungkook lebih dari tahu, bahwa pilihan apa yang akan dibuat oleh sekretaris ayahnya itu.


"Jadi nona, anda sungguh akan mengabaikan tanggung jawab sebagai menantu presdir?? "


"Apa semua usaha yang aku lakukan selama ini masih belum cukup? " sinb balik bertanya.


Ia berdiri lalu menoleh pada jungkook dengan senyum dingin.


"Aku hanya akan mengikuti semua perkataan calon suamiku. kau tidak ingin pergi bukan? kim bisseo pasti memiliki banyak hal yang harus diurus saat ketidak hadiran ku di London nanti. "


Kalimat dan sikap tegas tersebut.... harus ia akui, dengan senyum bangga yang tidak dibuat-buat, sekarang jungkook paham mengapa tuhan mengirimkan seorang gadis seperti sinb untuk menjadi tunangannya.

__ADS_1


Tidak ada orang yang lebih hebat untuk mengimbangi sikap urakan dia, mungkin sinb adalah jawaban dari semua harapan yang diam-diam selalu jungkook panjatkan. Dan kini ayahnya harus tahu dengan siapa dia berhadapan.


Jungkook tidak lagi hanya seorang diri.


*******


Sinb tidak bisa berhenti tersenyum saat kemenangan mereka sudah berada didepan mata, berulang kali gadis cantik itu berdehem untuk menyembunyikan ledakan tawa saat berjalan keluar dari restauran.


"Apa sebahagia itu? "


Sinb menoleh, menatap pada jungkook yang juga sedang menatapnya.


"Ya, tentu saja, aku sangat bahagia. " jawabnya seraya tersenyum lebar.


"Wah, aku tidak tahu jika kau ternyata bisa tersenyum seperti ini. aku kira kau hanya memiliki satu ekspresi. " goda jungkook dengan candaan, namun anehnya tidak membuat sinb kesal sama sekali.


"Terserah apa yang ingin kau katakan, tunangan." sinb mengulurkan tangan dihadapan jungkook dengan antusias yang sangat besar, "hari ini kau sangat berguna untuk ku, Terima kasih. dan aku sangat menghargai itu. "


Jungkook terpaku mendengar ucapan Terima kasih sinb yang jarang sekali ia dengar, menerima uluran tangan gadis itu, dengan santai jungkook lantas menarik tangan sinb lalu membawa tubuh mungil tunangannya itu masuk kedalam pelukan.


"Jadi sekarang aku sangat berguna? Apa kau menyesal sudah menolak untuk menikah denganku, tunangan? "


Memutar bola mata jengah, sinb lantas mencubit perut sixpac jungkook, membebaskan diri dari pelukan pemuda itu secepat kilat.


"Berhenti mengatakan menikah, kau akan membuatku sulit tidur malam ini. "


Jungkook tertawa lepas, "baik, apa ingin mentraktir ku makan? "


Sinb mengangguk cepat saat jungkook akan menaiki motornya yang telah terparkir sempurna di depan lobi hotel. "Setuju, kebetulan aku juga belum makan malam. "


"Kalau begitu traktir aku makanan mahal. Biaya menolongmu terbebas dari kim bisseo sebenarnya tidak bisa jika dikalkulasikan hanya dengan makanan, kau tahu bagaimana keras kepalanya wanita itu bukan? "


Sinb mengulum senyum, "Jadi apa yang ingin dau makan tunangan? malam ini kau bebas memilih apapun____"


"Jungkook..! "

__ADS_1


Ucapan sinb terhenti, gadis itu melengos sebal saat mendengar suara seseorang yang kini hadir di tengah-tengah kebahagian mereka berdua. sukses membuat mood sinb seketika langsung buruk, dan kini membuat jungkook tidak lagi memperhatikan dirinya.


To Be Continue


__ADS_2