Our Forced Engagment

Our Forced Engagment
'Perasaan Apa Sebenarnya? '


__ADS_3

Semua siswa terkesiap hebat saat melihat bagaimana sinb yang datang ke kantin lalu membuat keributan. Tanpa peringatan pula gadis itu tiba-tiba datang dan langsung menarik kasar tubuh chaeyeon dari baris antrian.


"Kau tahu, aku sangat membenci mu.!! " ucap sinb menjambak rambut panjang chaeyeon.


gadis itu meringis kesakitan, ia menatap penuh permohonan kepada teman-teman lain yang sudah mulai berkumpul disana. namun, tidak satu pun yang bergerak untuk membantu.


"Jangan coba-coba ikut campur jika tidak ingin bernasib sama dengan wanita ini. " eun soo memperingatkan pada mereka semua yang ada di kantin tersebut.


Sinb menyentak keras rambut panjang chaeyeon hingga membuat gadis malang itu mendongak, menahan perih diatas kepalanya.


"Kita bisa bicara baik-baik sinb.. " pinta nya memohon.


"Bisakah? tapi sayangnya aku tidak bisa.!! "


"Aku bahkan tidak mengusik mu, tapi kenapa kau melakukan ini pada ku? " balas chaeyeon lemah.


"Kau masih berani bersikap polos?! " eun soo menimpali geram.


"Selama ini aku selalu diam saat kau terus menempel pada jungkook. Aku tahu kau hanya pelayan dia yang suatu saat nanti akan dibuang jika kau sudah sangat membosankan untuknya, jadi, kau pikir siapa dirimu hah?! "


Chaeyeon tidak menjawab, gadis itu hanya menangis saat sentakan sinb pada rambutnya terasa seolah akan merontokkan dari kulit kepala.


"Siapa kau hingga berani menyuruh jungkook untuk mengusir ku.? " teriak sinb marah.


Ia mungkin benar-benar akan melepaskan rambut chaeyeon dari kepala wanita itu jika saja sebuah tangan besar tidak mencekal dan mendorongnya hingga terhuyung ke belakang.


"Jungkook..? " seru chaeyeon.


Di depan semua orang, sinb melihat bagaimana dengan tidak tahu malunya, gadis pelayan itu memeluk tubuh jungkook, hingga tidak lama setelah itu Jung chaeyeon pergi berlari meninggalkan kantin seraya menutupi wajah dari tangisannya.


Jungkook yang melihat pun terus memanggil nama gadis itu, mengumpat lirih saat chaeyeon tetap berlari pergi tanpa menghiraukan,bersikap seperti bajingan di hadapan semua orang, yang mana mereka semua tahu bahwa status pemuda itu adalah tunangan sinb.


"Apa-apaan kau?!! " ucap jungkook menahan emosi, "aku meminta mu ke kantik bukan untuk melakukan pertunjukan. "


Sinb hanya diam menyaksikan semua itu, sekarang ia sudah mengerti, jawaban apa yang akan ia berikan untuk masa depan yang selama ini selalu menghantui pikirannya.


"Bersikap seperti tadi,,, apa kau berniat menjadi preman di sekolah ini, hwang eunbi.?!! " Bentak jungkook, sontak membuat seluruh siswa yang ada di kantin meneguk ludah gugup.


Namun tunangan jungkook itu, seolah tidak gentar sama sekali dan malah mengulas senyum menantang.


"Kau yang bilang sendiri bagaimana semestinya aku bersikap,? Tentu kau masih ingat dengan apa yang pernah kau katakan untuk menjadi seperti dirimu bukan?!! "

__ADS_1


Jawaban sinb barusan tentu membuat jungkook menatap tajam pada tunangan nya itu, menghela napas untuk mengatur emosi, ia mengedarkan pandangan pada semua siswa, "Kalian semua, pergilah dari sini.! "


Tanpa menunggu di ulang dua kali mereka pun langsung membuyarkan diri pergi.


"Sinb... " eun soo memanggil lirih, ia tidak menyukai situasi ini.


"Pergilah eun soo. Kau tentu tidak ingin menyaksikan bagaimana aku di permalukan oleh tunangan ku sendiri, bukan? " Jawab sinb sinis.


Eun soo mengangguk pelan, kemudian dengan berat hati meninggalkan sinb disana.


"Sekarang hanya ada kita. " ucap jungkook dengan nada tenang yang sepertinya coba ia pertahankan.


"Lalu? "


"Kau menyakiti chaeyeon di depan banyak orang, sinb! Apa kau pikir itu bisa di maafkan? "


"Aku tidak membutuhkan maaf dari siapapun, dia yang lebih dulu sudah menyakiti temanku dan aku hanya membalasnya.!! "


"Bukankah kita sudah setuju untuk berakting? " jungkook mencekal kedua bahu sinb, "Aku meminta mu untuk mendekat, dan kau tahu aku membuat janji itu untuk apa? demi siapa aku melakukan semua itu sinb.? "


Bibir gadis itu bergetar, sinb tidak perlu di ingatkan, toh ia lebih dari tahu sebesar apa pengorbanan yang jungkook lakukan untuk melindungi si gadis pelayannya itu.


"Kau yang lebih dulu mengingkarinya. " tuduh sinb.


"Kau tahu alasan kenapa dia menampar eun soo? kekasih mu itu, dia terpergok dengan eun soo sedang meminta padamu untuk menyingkirkan aku.!! " ucap sinb berapi-api.


Raut wajah jungkook yang nampak tidak terkejut sama sekali, membuat sinb menatapnya muak, "Aku tahu kau tidak masalah jika mengganti tunangan mu, tetapi setidaknya bisakah kau berpura-pura? sedikit saja, tolong hormati aku saat masih menjadi tunangan mu saat ini. "


"Kau sendiri yang memutuskan akan pergi. Bahkan kau sudah memiliki rencana,? " jungkook melangkah, mendekat pada sinb lalu tersenyum sinis, "Pergi artinya kau setuju jika chaeyeon menggantikan posisimu. " sambungnya.


Ucapan dan cara jungkook menatap padanya membuat sinb tanpa sadar mengerjap perih. "Kenapa aku ini sebenarnya? " gadis itu bertanya lirih, menertawakan diri sendiri, "Aku pasti terlihat seperti badut di matamu saat ini, kan?? "


Menolak untuk kalah, sinb lantas mengambil lipatan kertas yang sudah beberapa hari terakhir selalu ia bawa didalam saku jas sekolahnya. Mengacungkan tinggi kertas tersebut di hadapan wajah jungkook, menatap menantang pada pemuda itu seolah tunangannya ini bisa mati hanya karena mengetahui isi yang berada dalam lipatan kertas di tangannya sekarang.


"Kau tahu kertas apa ini, jeon jungkook? Ini... adalah rencana yang telah aku buat. Tiket keberangkatan ku ke London. " Sinb tersenyum dingin saat menyodorkan tiket itu, "Ini,,, aku berbaik hati untuk meminjamkan nya padamu sebentar. "


Rahang jungkook mengeras kala melihat kertas bertuliskan London Airways tersebut, "Kau pikir dengan melarikan diri ke London, maka semua masalah akan selesai begitu saja? "


"Tidak." jawab gadis itu percaya diri, "Tetapi setidaknya ada eun woo sunbae yang akan membantu ku. "


Mengambil langkah lebar, jungkook kini berdiri menjulang tepat di hadapan sinb. coba mengintimidasi tunangannya ini, "Bukankah sudah aku bilang tanpa eun woo?!! "

__ADS_1


"Tapi aku bilang siapapun. " sinb membalas tajam.


"Hwang Eunbi.!! " Bentak jungkook menggelegar menahan amarah.


Menahan diri untuk tidak menciut, sinb sadar betapa menakutkan tatapan jungkook saat ini, ia berusaha mempertahankan harga diri, bahkan ia tidak dapat berkedip saat secepat kilat jungkook merebut tiket pesawat itu lalu merobeknya asal.


"Paspor mu aku tahan. " ucap jungkook menunjuk wajah sinb menggunakan jari telunjuk, "Ambil lagi padaku jika pikiranmu sudah kembali waras. " lanjutnya.


Setelah mengatakan kalimat peringatan itu, jungkook lantas pergi meninggalkan sinb yang masih berdiri di tempat seraya menatap benci kepergiannya.


******


"Jung Chaeyeon!! "


Dengan kasar jungkook menarik tangan mantan kekasihnya itu agar berhenti melangkah. Chaeyeon kini menghadap padanya, namun dia masih menutupi wajah dengan tangan.


Menangis di tengah jalan seperti ini bukanlah hal baru bagi gadis itu, tapi entah kenapa untuk sekarang ia sangat memalukan.


"Kau ingin menghinaku juga? seperti yang telah dilakukan tunangan mu tadi. " tuduh nya.


"Kau bicara apa? " jungkook menjawab lembut, "Aku disini hanya ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja. "


Chaeyeon menggeleng, "Tidak. Aku sama sekali tidak baik jungkook! " ia menghela napas di sela isak tangis, "aku bahkan tidak bisa membela diriku, seharusnya aku bisa membanggakan di depan semua orang bahwa aku adalah kekasih mu. Tapi aku tidak bisa, aku bukan siapa-siapa.!! "


Jungkook menyentuh bahu gadis itu, lalu mengusapnya lembut, "Bisa tolong kau untuk lebih tenang? "


Chaeyeon mencengkeram lengan baju jungkook, kemudian mendongak, "Kenapa kau tidak menjawab ku saat di telfon tadi? aku meminta mu untuk melepaskannya, kau bilang.... pertunangan kalian hanya sementara, kau bilang aku hanya perlu menunggu sebentar, tapi kenapa____"


"Aku memang pernah menjanjikan hal itu padamu. Tapi apa kau ingat dengan apa yang telah kau katakan saat di jeju waktu itu? " ucap jungkook hati-hati.


Terbelalak terkejut, chaeyeon menghapus air matanya lalu mundur selangkah, "Bisa tolong kau lupakan hal itu? aku sungguh malu untuk mengingatnya, dan aku tidak ingin mengulang." ucapnya lemah.


"Kalau begitu bersabarlah, sebentar saja. Aku dan sinb sudah sepakat. " jungkook berkata lembut.


"Kau yakin jika dia mau menyerah? " tanya nya lirih, chaeyeon mendongak lalu tersenyum kecut, "Kau yakin bersedia untuk melepaskannya? Aku lihat kau tidak bersedia untuk melakukan itu jungkook. "


Pemuda itu tidak kunjung menjawab, dia coba menarik chaeyeon untuk mendekat, namun chaeyeon membutuhkan kepastian.


Menghela napas lelah, gadis itu menyingkirkan tangan jungkook lalu menjauh darinya.


"Aku akan pulang. berhenti mengikuti ku! aku butuh waktu jungkook, tolong,,,, aku hanya ingin sendiri.!! "

__ADS_1


**To Be Continue**


__ADS_2