
"Good Boy,, kau makan dengan baik ternyata..? " jungkook berkata seraya mengelus rambut halus bam bam penuh dengan sayang.
"Sepertinya bam bam sangat senang anda pulang, tuan. " sahut pelayan rumah yang sengaja pemuda itu tugaskan untuk menjaga ban bam, jenis anjing dobberman hitam kesayangannya.
Jungkook tersenyum lebar, "Benarkah? "
Mengelus sekali lagi kepala bam bam, kini ia menoleh kearah sekeliling rumah, berharap dapat melihat sosok seseorang namun nihil.
"Dimana sinb, ahjumma? " tanya jungkook pada akhirnya.
"Nona muda baru saja bangun, dan kini sedang bersiap untuk pergi kesekolah, tuan. "
"Apa kemarin sinb pulang sesuai dengan jadwal?"
Ahjumma nampak ragu, "Bolehkah jika saya mengatakannya tuan? tapi nona muda pasti akan marah. "
Ucapan penuh ragu itu membuat jungkook memicing curiga. "Aku membayarmu disini memang untuk mengawasi tunangan ku. " balasnya.
"E, sa-saya bukan tidak mengawasi nona muda. Tetapi kemarin nona pulang sangat malam dan,,," meringis kecil, ahjumma yang sudah lama bekerja padanya itu menggumam, "Dan, saya tidak sengaja ketiduran saat menunggu nona pulang, begitu saya bangun nona sudah tidur di kamarnya, tuan. "
Menghela napas, jungkook tahu ia tidak berhak marah atas sikap sang tunangan yang tidak bertanggung jawab. Namun tetap saja, pergi semalaman dengan seorang pria, apalagi orang itu adalah eun woo sungguh benar-benar tidak bisa di maafkan.
"Kalau begitu katakan pada sinb, aku menunggunya di bawah untuk sarapan. " ucap jungkook lambat-lambat coba menahan emosi.
"Tapi tuan, itu... " jawab ahjumma ragu, "sarapan nona sinb sudah di bawa ke kamarnya. "
"Dia sarapan di kamar? " alis pemuda itu terangkat keatas.
"Nona bilang dia benci jika makan sendirian di rumah sebesar ini. Jadi karena tuan yang juga jarang pulang, nona memilih untuk makan didalam kamar. "
__ADS_1
Entah kenapa seketika pernyataan ahjumma barusan mampu meluapkan emosi jungkook. Berdehem kecil, pemuda itu meminta ahjumma agar menceritakan lebih banyak lagi tentang hal apa saja yang biasa sinb lakukan saat berada di rumah.
"Nona sinb lebih banyak diam, entah karena memang pembawaan nya yang seperti itu atau karena hal lain. Nona juga tidak melarang banyak hal pada kami, dia hanya melarang agar kami tidak cepat-cepat pulang ke paviliun belakang setelah pekerjaan selesai. Nona membebaskan kami untuk makan, menonton TV, atau melakukan apapun. Semua itu nona lakukan hanya demi.... "
"Hanya demi apa? " jungkook bertanya tidak sabar.
"Hanya demi nona tidak merasa kesepian saat sendiri di rumah. "
Jungkook sontak terdiam. percakapan ini sungguh sangat menyentuh hati, ia tidak pernah sekali pun membayangkan sinb akan merasakan semua itu. bahkan ia juga tidak pernah bertanya bagaimana perasaan tunangannya selama ini. Jungkook mungkin tahu tanggal berapa ulang tahun sinb, dimana gadis itu sekolah selama berada di Paris. Bahkan daftar teman-teman sinb ia tahu, namun jungkook tidak pernah tahu apa yang di lakukan tunangannya saat berada di Korea, apa gadis itu nyaman berada di rumah ini, apa yang selalu dia makan setiap hari, atau siapa orang yang menemani dia saat berbicara?
Tidak. Jungkook sama sekali tidak pernah tahu dengan semua itu.
"Apa tuan ingin saya memanggil nona sinb untuk turun sekarang? "
Menggeleng pelan, pemuda itu lantas menyerahkan tali bam bam pada ahjumma kemudian berdiri dari posisi jongkok nya. "Tidak perlu, katakan saja aku menunggu di luar. "
Jungkook segera menelepon pengawal Lee begitu ahjumma pergi meninggalkan ruang tamu.
"Hyung,, " panggil jungkook, "singkirkan semua mobil dari halaman sekarang juga. Sinb,,, dia akan berangkat ke sekolah dengan ku.!! " ucapnya dengan nada tegas.
"Ya? "
******
Gadis cantik itu mendengus sebal, ia tidak percaya saat tadi ahjumma berkata bahwa jungkook sedang menunggu dirinya. Namun kini, melihat pemuda itu berada di depan mata, sinb menjadi lebih tidak percaya lagi dengan omong kosong bahwa semua mobil tengah di service secara bersamaan, juga tentang jungkook yang terpaksa datang menjemputnya agar mereka berangkat kesekolah bersama.
"Kau mau naik atau tidak? " ucap jungkook bertanya seraya tersenyum penuh percaya diri.
Sinb makin berdecak kesal saat melihat betapa siap tunangannya itu menunggu di atas motor.
__ADS_1
"Berangkat bersama? kau pikir aku mau? " balasnya sinis.
Mengangkat kedua bahu acuh, jungkook menarik kembali helm yang sudah ia ulurkan pada sinb, "Aku menjemputmu kesini karena merasa kasihan, tapi kau malah begini? "
Gadis itu bersedekap lalu tersenyum sinis, "Tidak perlu repot-repot perduli padaku. "
"Ya sudah kalau tidak mau, kau bisa berjalan kaki mencari taksi, mungkin kau baru akan sampai di sekolah sekita____" dengan sangat menyebalkan jungkook menatap jam tangannya kemudian tersenyum mengejek, "40 menit lagi, aku rasa itu adalah waktu yang paling cepat dan itupun kalau kau beruntung bisa mendapatkan taksi, kau tentu tahu bahwa rumah di kawasan elit seperti ini sangat sulit menemukan taksi jika tidak di panggil lebih dulu. "
"Bahkan jika harus terlambat 1 jam pun, aku tidak butuh tumpangan mu.!! " balas sinb dengan nada yang sama-sama menyebalkan.
Namun bukannya segera pergi, jungkook malah bersedekap dengan santai, bersikap seolah tidak terlalu ambil pusing dengan penolakan keras yang di lakukan sang tunangan. "Apa salahnya berangkat bersama? toh kau bisa membayar ku jika tidak ingin gratisan. "
Sinb memandang tajam pada jungkook, seolah tunangannya itu baru saja melemparkan ide yang sangat gila. ia menoleh, bbertanya pada pengawal Lee yang sejak tadi hanya diam.
"Dimana semua mobilnya? "
"Di bengkel Nona. " jawab Pengawal Lee dengan wajah serius yang membuat jungkook sontak menyeringai kecil di belakang sinb.
"Pasti kau membawa mobil sendiri bukan? Kalau begitu antar aku, dimana mobil mu? "
Pengawal Lee berdehem dengan sangat berlebihan, ia menyentuh tenggorokan cepat kemudian terbatuk beberapa kali sebelum akhirnya menjawab, "Saya kebetulan sedang kurang enak badan nona, dan baru saja minum obat. Pasti akan sangat berbahaya jika saya menyeir. " jawabnya berbohong.
Sinb terperangah tidak percaya saat mendengar alasan tersebut, gadis itu merengut sebal kala melihat bagaimana jungkook mengulum senyum dengan ekspresi wajah penuh kemenangan.
Sekali lagi ia menawari sinb dengan gaya yang amat sangat berlebihan.
"Jadi bagaimana? Apa kita mau berangkat sekarang, tunangan? "
**To Be Continue**
__ADS_1