Our Path

Our Path
Prologue


__ADS_3

"Army!" suara Namjoon sedikit bergetar ketika memanggil kekasihnya.


"neee!"


"Tolong tenang, nde? Jangan bersuara. kami ingin menyampaikan sesuatu."


Keheningan panjang itu, sungguh mencekam.


"Kami memutuskan untuk berhenti. Inilah akhir perjalanan kami." Kata kata yang bahkan tak mampu namjoon lontarkan tersebut telah terwakilkan oleh member tertua bangtan. Dalam sorotan cahaya itu, ke enam pemuda di atas panggung itu meneteskan air matanya, menahan isakan mereka untuk membuat para kekasihnya itu tidak khawatir.


"Yakk! Apa yang kau katakan jin. Berhenti berbic-" jin diikuti yang lainnya melepas ear monitornya, tak memperdulikan manajer mereka yang mengumpati mereka di balik panggung, walau nyatanya manajer mereka juga hanya bisa memandang sendu mereka di balik layar.


"Rasanya sulit untuk bertahan dengan kaki pincang seperti ini. Meskipun kalian mendukung kami, kami tetap tidak sanggup. Jika 'Dia' tidak ada, maka harusnya kami juga tidak ada bukan?" lanjutnya.


Lautan cahaya yang bergelombang itu, telah berhenti. Cahaya ungu itu, mengingatkan mereka pada pemuda tersebut. Isakan mulai terdengar dari arah para penonton.


"jangan menangis! 'Dia' tidak suka melihat kekasihnya menangis." Lirih jimin, air matanya masih menganak sungai.


"BTS itu bertujuh, bukan ber 6 atau ber 8. Kalian tau itu bukan?" Yoongi akhirnya bersuara setelah sedikit menetralkan suaranya.


"Kami kehilangan satu member, sangat berat untuk menjalani ini semua."


"Jika kami terus terpuruk seperti ini, aku menjamin 'Dia' kecewa pada kami. Meskipun tingkahnya aneh dan konyol, jujur saja, aku-ahh bukan aku saja, tapi kami. Kami merindukannya." Yoongi menenggadah, menatap langit berbintang yang terlihat di atasnya.


"Kami bertengkar cukup hebat sebelum kejadian itu,," kali ini hoseok yang berbicara.


"Kami bahkan saling mengumpat, tapi sungguh aku ingin tertawa ketika jungkook hanya diam dan menangis. Lihatlah maknae kita,, dia memang cengeng, karna dia adik kami." Hoseok berjalan menuju arah sang maknae yang berdiri di dekat jin.


"Kau sudah membuktikan dirimu, kau adalah dongsaeng yang baik, aku yakin 'Dia' bangga padamu." Ungkap nya sambil mengelus puncak jungkook.


Namun jungkook menepis tangan hoseok, lalu berlari kearah depan, namun di tahan namjoon dengan cara memeluknya dari belakang.


"Apa yang kau lakukan kook! Kau bisa terjatuh."


"Hyung!" jungkook berontak sambil berteriak tangannya mencoba menggapai sesuatu.


"Lepaskan aku! Hyung jangan tinggal kan aku!" jungkook masih berontak sambil terus menggapai. Penampilan nya sudah kacau, para member lain menatap sendu sang maknae.


Jimin mendekat menggenggam tangan jungkook yang masih berusaha menggapai kehampaan itu. Saat jungkook merasakan tangan yang menggenggam nya erat, jungkook berhenti berontak. Menolah kearah jimin yang tersenyum dengan air mata yang masih terus meleleh.


"h-hyungg,," panggil jungkook bergetar, para member lain berjalan mendekat kearah mereka.


"Ya, kook. Kami disini, jangan menangis." Ucap jimin bergetar.


"Aku melihat nya, hyung! 'Dia' disini,,, hikss,,, 'Dia',,, 'Dia' disini, hyung!" mendengar jungkook sesenggukan begitu para member segera memeluknya, mencoba memberikan kehangatan pada maknae mereka.


BTS


BTS


BTS


Suara suara penyemangat mereka menggema di Olympic stadion ini. Euphoria yang sama seperti saat mereka masih lengkap, meskipun sekarang tampak kurang.


"Ayo, berikan hadiah untuk anak singa itu." Ajak sang leader pada membernya, meskipun namjoon buka yang tertua, dia harus yang paling kuat karna dia adalah leadernya.


bogo sipda


ireohge malhanikka deo bogo sipda


neohui sajineul bogo isseodo, bogo sipda


neomu yasokhan sigan


naneun uriga mipda


ijen eolgul han beon boneun geosdo


himdeureojin uriga


"Kau liat, hmm? Kami menderita disini."

__ADS_1


yeogin ontong gyeoul ppuniya


palworedo gyeouri wa


maeumeun siganeul dallyeogane


hollo nameun seolgugyeolcha


ni son japgo jigu bandaepyeonkkaji ga


gyeoureul kkeutnaegopa


geuriumdeuri eolmana


nuncheoreom naeryeoya geu bomnari olkka


Friend


"Kami merindukanmu."


heogongeul tteodoneun


jageun meonjicheoreom jageun meonjicheoreom


nallineun nuni naramyeon


jogeum deo ppalli


nege daheul su isseul tende


nunkkocci tteoreojyeoyo


tto jogeumssik meoreojyeoyo


bogo sipda bogo sipda


bogo sipda bogo sipda


eolmana gidaryeoya


tto myeot bameul deo saewoya


neol boge doelkka neol boge doelkka


chuun gyeoul kkeuteul jina


dasi bomnari ol ttaekkaji


kkot piul ttaekkaji


geugose jom deo meomulleojwo


meomulleojwo


Mereka menyanyikannya dengan baik, mereka juga bergantian mengisi part kosong tersebut.


niga byeonhan geonji


niga byeonhan geonji


animyeon naega byeonhan geonji


naega byeonhan geonji


i sungan heureuneun siganjocha miwo


uriga byeonhan geoji mwo


moduga geureon geoji mwo


geurae mipda niga neon tteonassjiman

__ADS_1


dan harudo neoreul


ijeun jeogi eopseossji nan


soljikhi bogo sipeunde


iman neoreul jiulge


geuge neol wonmanghagibodan


deol apeunikka


"Tak bisakah kau kembali saja?"


sirin neol bureonae bonda


yeongicheoreom hayan yeongicheoreom


malloneun jiunda haedo


sasil nan ajik neol bonaeji moshaneunde


nunkkocci tteoreojyeoyo


tto jogeumssik meoreojyeoyo


bogo sipda bogo sipda


bogo sipda bogo sipda


eolmana gidaryeoya


tto myeot bameul deo saewoya


neol boge doelkka neol boge doelkka


Mereka sudah tak sanggup melanjutkannya, air mata terus berlomba keluar, suara mereka terus bergetar. Music masih terdengar disusul nyanyian para kekasihnya yang memenuhi stadion, terdengar pilu ketika mendengar part kosong tersebut dinyanyikan oleh mereka, sedangkan ke enam pemuda tersebut hanya bisa menangis sekarang, ahh, lebih tepatnya terharu.


You know it all


You're my best friend


achimeun dasi ol geoya


eotteon eodumdo eotteon gyejeoldo


yeongwonhal sun eopseunikka


beojkkocci pinabwayo


i gyeouldo kkeuti nayo


bogo sipda bogo sipda


bogo sipda bogo sipda


jogeumman gidarimyeon


myeochil bamman deo saeumyeon


mannareo galge mannareo galge


derireo galge derireo galge


chuun gyeoul kkeuteul jina


dasi bomnari ol ttaekkaji


kkot piul ttaekkaji


geugose jom deo meomulleojwo

__ADS_1


meomulleojwo


"kau lihat taehyung-a,, seberapa banyak kami merindukanmu? Apa kau sudah lebih baik?"


__ADS_2