
"Army!" suara Namjoon sedikit bergetar ketika memanggil kekasihnya.
"neee!"
"Tolong tenang, nde? Jangan bersuara. kami ingin menyampaikan sesuatu."
Keheningan panjang itu, sungguh mencekam.
"Kami memutuskan untuk berhenti. Inilah akhir perjalanan kami." Kata kata yang bahkan tak mampu namjoon lontarkan tersebut telah terwakilkan oleh member tertua bangtan. Dalam sorotan cahaya itu, ke enam pemuda di atas panggung itu meneteskan air matanya, menahan isakan mereka untuk membuat para kekasihnya itu tidak khawatir.
"Yakk! Apa yang kau katakan jin. Berhenti berbic-" jin diikuti yang lainnya melepas ear monitornya, tak memperdulikan manajer mereka yang mengumpati mereka di balik panggung, walau nyatanya manajer mereka juga hanya bisa memandang sendu mereka di balik layar.
"Rasanya sulit untuk bertahan dengan kaki pincang seperti ini. Meskipun kalian mendukung kami, kami tetap tidak sanggup. Jika 'Dia' tidak ada, maka harusnya kami juga tidak ada bukan?" lanjutnya.
Lautan cahaya yang bergelombang itu, telah berhenti. Cahaya ungu itu, mengingatkan mereka pada pemuda tersebut. Isakan mulai terdengar dari arah para penonton.
"jangan menangis! 'Dia' tidak suka melihat kekasihnya menangis." Lirih jimin, air matanya masih menganak sungai.
"BTS itu bertujuh, bukan ber 6 atau ber 8. Kalian tau itu bukan?" Yoongi akhirnya bersuara setelah sedikit menetralkan suaranya.
"Kami kehilangan satu member, sangat berat untuk menjalani ini semua."
"Jika kami terus terpuruk seperti ini, aku menjamin 'Dia' kecewa pada kami. Meskipun tingkahnya aneh dan konyol, jujur saja, aku-ahh bukan aku saja, tapi kami. Kami merindukannya." Yoongi menenggadah, menatap langit berbintang yang terlihat di atasnya.
"Kami bertengkar cukup hebat sebelum kejadian itu,," kali ini hoseok yang berbicara.
"Kami bahkan saling mengumpat, tapi sungguh aku ingin tertawa ketika jungkook hanya diam dan menangis. Lihatlah maknae kita,, dia memang cengeng, karna dia adik kami." Hoseok berjalan menuju arah sang maknae yang berdiri di dekat jin.
"Kau sudah membuktikan dirimu, kau adalah dongsaeng yang baik, aku yakin 'Dia' bangga padamu." Ungkap nya sambil mengelus puncak jungkook.
Namun jungkook menepis tangan hoseok, lalu berlari kearah depan, namun di tahan namjoon dengan cara memeluknya dari belakang.
"Apa yang kau lakukan kook! Kau bisa terjatuh."
"Hyung!" jungkook berontak sambil berteriak tangannya mencoba menggapai sesuatu.
"Lepaskan aku! Hyung jangan tinggal kan aku!" jungkook masih berontak sambil terus menggapai. Penampilan nya sudah kacau, para member lain menatap sendu sang maknae.
Jimin mendekat menggenggam tangan jungkook yang masih berusaha menggapai kehampaan itu. Saat jungkook merasakan tangan yang menggenggam nya erat, jungkook berhenti berontak. Menolah kearah jimin yang tersenyum dengan air mata yang masih terus meleleh.
"h-hyungg,," panggil jungkook bergetar, para member lain berjalan mendekat kearah mereka.
"Ya, kook. Kami disini, jangan menangis." Ucap jimin bergetar.
"Aku melihat nya, hyung! 'Dia' disini,,, hikss,,, 'Dia',,, 'Dia' disini, hyung!" mendengar jungkook sesenggukan begitu para member segera memeluknya, mencoba memberikan kehangatan pada maknae mereka.
BTS
BTS
BTS
Suara suara penyemangat mereka menggema di Olympic stadion ini. Euphoria yang sama seperti saat mereka masih lengkap, meskipun sekarang tampak kurang.
"Ayo, berikan hadiah untuk anak singa itu." Ajak sang leader pada membernya, meskipun namjoon buka yang tertua, dia harus yang paling kuat karna dia adalah leadernya.
bogo sipda
ireohge malhanikka deo bogo sipda
neohui sajineul bogo isseodo, bogo sipda
neomu yasokhan sigan
naneun uriga mipda
ijen eolgul han beon boneun geosdo
himdeureojin uriga
"Kau liat, hmm? Kami menderita disini."
__ADS_1
yeogin ontong gyeoul ppuniya
palworedo gyeouri wa
maeumeun siganeul dallyeogane
hollo nameun seolgugyeolcha
ni son japgo jigu bandaepyeonkkaji ga
gyeoureul kkeutnaegopa
geuriumdeuri eolmana
nuncheoreom naeryeoya geu bomnari olkka
Friend
"Kami merindukanmu."
heogongeul tteodoneun
jageun meonjicheoreom jageun meonjicheoreom
nallineun nuni naramyeon
jogeum deo ppalli
nege daheul su isseul tende
nunkkocci tteoreojyeoyo
tto jogeumssik meoreojyeoyo
bogo sipda bogo sipda
bogo sipda bogo sipda
eolmana gidaryeoya
tto myeot bameul deo saewoya
neol boge doelkka neol boge doelkka
chuun gyeoul kkeuteul jina
dasi bomnari ol ttaekkaji
kkot piul ttaekkaji
geugose jom deo meomulleojwo
meomulleojwo
Mereka menyanyikannya dengan baik, mereka juga bergantian mengisi part kosong tersebut.
niga byeonhan geonji
niga byeonhan geonji
animyeon naega byeonhan geonji
naega byeonhan geonji
i sungan heureuneun siganjocha miwo
uriga byeonhan geoji mwo
moduga geureon geoji mwo
geurae mipda niga neon tteonassjiman
__ADS_1
dan harudo neoreul
ijeun jeogi eopseossji nan
soljikhi bogo sipeunde
iman neoreul jiulge
geuge neol wonmanghagibodan
deol apeunikka
"Tak bisakah kau kembali saja?"
sirin neol bureonae bonda
yeongicheoreom hayan yeongicheoreom
malloneun jiunda haedo
sasil nan ajik neol bonaeji moshaneunde
nunkkocci tteoreojyeoyo
tto jogeumssik meoreojyeoyo
bogo sipda bogo sipda
bogo sipda bogo sipda
eolmana gidaryeoya
tto myeot bameul deo saewoya
neol boge doelkka neol boge doelkka
Mereka sudah tak sanggup melanjutkannya, air mata terus berlomba keluar, suara mereka terus bergetar. Music masih terdengar disusul nyanyian para kekasihnya yang memenuhi stadion, terdengar pilu ketika mendengar part kosong tersebut dinyanyikan oleh mereka, sedangkan ke enam pemuda tersebut hanya bisa menangis sekarang, ahh, lebih tepatnya terharu.
You know it all
You're my best friend
achimeun dasi ol geoya
eotteon eodumdo eotteon gyejeoldo
yeongwonhal sun eopseunikka
beojkkocci pinabwayo
i gyeouldo kkeuti nayo
bogo sipda bogo sipda
bogo sipda bogo sipda
jogeumman gidarimyeon
myeochil bamman deo saeumyeon
mannareo galge mannareo galge
derireo galge derireo galge
chuun gyeoul kkeuteul jina
dasi bomnari ol ttaekkaji
kkot piul ttaekkaji
geugose jom deo meomulleojwo
__ADS_1
meomulleojwo
"kau lihat taehyung-a,, seberapa banyak kami merindukanmu? Apa kau sudah lebih baik?"