Our Path

Our Path
2


__ADS_3

"Hyung! Il-eona."


"Jin Hyung! ppalli il-eona!"


Jin yang terganggu dari acara tidurnya segera terbangun ketika guncangan dilengannya semakin brutal.


"Ada apa Jim? Kau tau, hyung masih mengantuk, hyung tertidur pukul 3 pagi, dan- masih jam 8 pagi, jim. Biarkan Hyung tidur lebih lama." Jin hanya menatap jam weker sebentar lalu kembali bergelung dalam selimutnya.


"Hyung!" Kali ini sang maknae ikut mengguncang tubuh member tertua Bangtan tersebut.


"Ya! Ya! Hyung bangun nih?! Kau lapar eoh?"


"Ani, kami sudah makan. Menunggu Hyung, sama saja membuat diriku tersiksa. Hyung susah di bangunkan, tidak seperti biasanya." Ucap sang maknae.


"Betul tuh, tak biasanya, Hyung telat bangun seperti ini. Tapi yang bikin heran tuh,,, sejak kapan taehyung bisa masak?"


"Hyung kemarin tidak bisa tidur, Jim, kook. Hyung baru tertidur pukul 3 pagi tadi. Taehyung?"


"Hu'um."


Entah kenapa saat jin mendengar Jimin menyebut taehyung, perasaan nya menjadi kacau. Apalagi mengingat obrolan nya semalam, dengan jurus seribu langkah, jin berlari ke kamar taehyung. Sementara Jimin dan Jungkook yang tak tau apapun hanya ikut berlari mengikuti jin.


Brakk


Jin membuka kasar pintu kamar taehyung. Sungguh, jin ingin menangis saja. Kamar taehyung sungguh rapi, perasaan nya kembali takut. Ia membuka semua lemari pakaian taehyung, dan tak menemukan apapun.


"Ada apa Hyung?"


Tanpa memperdulikan pertanyaan Jungkook, jin terus membuka semua lemari, mencoba mencari barang taehyung.


Perasaan Jimin kalut, ketika melihat kamar kosong taehyung. Entah kenapa, ia menjadi takut. Apa Hyung tertuanya tersebut, tau sesuatu?


Lagi pula kemarin Taehyung hanya pamit untuk pulang mengambil liburan. Bukan untuk pindah dorm sampai harus membersihkan seluruh barangnya tanpa terkecuali


"HYUNGDEUL! JIMIN! JUNGKOOK! TOLONG KEMARILAH! PPALLI!" sontak jin, Jungkook dan Jimin segera menuju ke arah sumber suara.


"Ada apa seok? Kenapa teriak, ini bukan hutan kalau k-" para member hendak memarahi hoseok, tapi berita di tv mengambil perhatian mereka.


"BREAKING NEWS, hari ini. Netizen sangat di kejutkan oleh pernyataan Bighit beberapa menit lalu. Tertulis dalam pernyataan nya bahwa V Bangtan Sonyeondan telah resmi keluar dari grup yang membesarkan namanya. Para ARMY bahkan berencana untuk mendemo agensi yang menaunginya."


"#Vout telah menjadi tranding di berbagai platfrom sosial media, bahkan belum genap 1 jam sejak pernyataan Bighit itu keluar."


"Jadi,, sebenarnya apa yang terjadi pada second maknae Bangtan Sonyeondan tersebut?"


"Berali-"


Klik.


Hoseok mematikan televisinya. Mereka sangat syok.


"I-ini tidak benar kan?" Sang maknae berucap dengan bergetar setelah mengecek kebenaran berita tersebut di platform bighit entertainment.

__ADS_1


"Pasti ini hoax kan, namjoon Hyung?" Jimin terlihat yang paling kacau di antara para member, air mata keluar dari ke lima pemuda tersebut. Yoongi memang tidak menangis, tapi jelas dimatanya bahwa dia sedang menahan amarah.


Kringg,, kring,,


"Seejin Hyung." Ucap namjoon.


Yoongi yang mendengar bahwa yang menelpon adalah sang manajer, segara merampas ponsel namjoon.


"Tidak usah basa basi, apa yang terjadi, huh?"


"Sungguh Yoon, Hyung bahkan tak tau, makanya Hyung tanya kalian, apa berita di tv itu benar, Hyung tadi memang mengantar taehyung untuk liburan atas perintah Bang Pd-nim."


"Taehyung tidak ada di dorm?" Tanya yoongi pada para member.


Jin menggeleng.


"Semua barang nya tidak ada, hanya ada kamar yang kosong, Hyung." Ungkap Jimin bergetar.


"Sial!" Umpat yoongi, apa yang di pikirkan dongsaeng alien nya itu.


"Hyung tadi mengantar taehyung ke stasiun kereta. Mungkin dia sudah di jalan, Yoon. Coba kau hubungi. Hyung akan menanyakan hal ini pada Pd-nim."


Sambungan terputus, yoongi segera mendial nomor taehyung.


Tut,,, Tut,, tanda sambung terdengar. Bercampur detakan jantung yang berpacu.


"Halo, Hyung!"


"Yak! Taehyung, kau gila eoh? Setelah membuat kehebohan kau berlagak seperti tidak ada apa apa?"


"Apa maksudmu, Jim?"


"Kau keluar setelah semua ini? Kau tak memikirkan perasaan kami?"


"Kau anggap apa 7 tahun ini, Tae?"


"Ahh, apakah pernyataan nya sudah keluar?"


"Hyung tolong katakan itu semua bohong." Ini sang maknae berucap dengan menahan isakan nya.


"Itu benar kook, aku keluar."


"Gurauanmu itu tidak lucu tae!"


"Aku tidak sedang bergurau Hyung!"


"Kenapa kau keluar?"


"Hyung, tidak perlu tau. Ini urusanku."


"Apa yang Hyung tidak tau tentangmu, tae? Apa kau meragukan kami hah?"

__ADS_1


"Hyung hanya melihatku, apa dengan melihatku saja, Hyung bisa tau segalanya?"


"Kau sungguh brengsek, Tae!" Yoongi lepas kendali.


"Hyung, tidak mengerti. Tapi setidaknya dengarkan aku kali ini. Ak-"


"Persetan denganmu, Kim! Jangan lagi kau tunjukan wajahmu di depan kami. Sungguh tak sudi aku melihatmu."


Klik.


Yoongi mematikan sambungan sepihak setelah mengatakan nya. sungguh dalam hati, yoongi tidak ingin menyakiti dongsaeng nya tersebut.


"Kau keterlaluan yoon." member tertua itu angkat bicara.


"Aku? keterlaluan? harus nya kemarin kau mendengarku! kau bahkan tak percaya padaku, kemarin. dan menganggap firasatku hanya omong kosong."


"Tapi kita belum mendengar alasan nya, yoon! kau memutuskan sambungan sepihak begitu saja! kau harusnya dewasa, kesampingkan egomu itu!"


"Sudahlah, tak usah mengharapkannya lagi! kita comeback sebentar lagi.."


"Terserah apa katamu, yoon! aku akan bawa taehyung kembali, BTS itu bertujuh selamanya itu tetap tujuh!"


Deg.


"Terserahmu." yoongi berbalik berjalan ke arah kamarnya dan membanting pintunya keras.


Blam.


"Seok, tolong bawa jimin dan jungkook ke kamar." pinta namjoon pada hoseok.


"h-hyung,, hikss,, tolong bawa,,, tae,, hikss,, t-tae,, kembali,,"


"iya jim, hyung akan usahakan." ucap namjoon.


tinggalah namjoon dan seokjin di ruang tamu ini. sungguh ini kali pertama mereka bertengkar hebat seperti ini. Melihat yoongi yang marah di luar kendali, jungkook dan jimin yang hanya bisa menangis melihat pertengkaran para Hyung nya. Hoseok juga memilih diam supaya keadaan tidak semakin panas.


"Hyung, maaf kan aku, aku merasa tidak berguna sebagai leader grup ini."


"Tidak apa Joon, ini bukan salahmu. Sebaiknya kita segera menyusul Tae. Setidaknya kita tau alasan apa yang membuatnya keluar."


Namjoon mengangguk dan berjalan keluar diikuti jin, mereka menelpon manager mereka untuk mengantarnya ke stasiun kereta.


Ting.


*Hai Hyung,


Maafkan aku karna memutuskan hal ini tanpa persetujuan kalian, kalian bahkan tak ingin mendengar alasanku. Asal kalian tau hyung, aku sama sekali tidak pernah menginginkan ini terjadi tapi aku memiliki alasan kuat untuk melakukannya. Jadi,,, kumohon, Hyung. Jangan membenciku.


Aku pergi, Hyung.


Selamat tinggal.

__ADS_1


Kim Taehyung*.


__ADS_2