
8 Minggu sejak menghilangnya Kim taehyung. Dorm masih sama seperti saat pemuda pemilik senyum kotak itu pergi. Mereka hanya berbicara seperlunya saja, Jimin dan hosoek yang slalu memaksakan diri untuk latihan, namjoon dan yoongi yang terus berada di studio mereka, dan sang maknae yang terus mengurung diri di kamar.
Jin hanya bisa menghela nafas, rasanya sangat sulit untuk menerima keadaan ini. Agensi meliburkan Bangtan dari segala kegiatan. Agensi benar benar tutup mulut tentang hilang nya taehyung bak di telan bumi.
"Taehyung punya alasan untuk pergi, aku tidak bisa menahannya."
"Tapi mengapa harus keluar?"
"Bersama kalian akan membuat dia semakin tersiksa. Tapi sungguh jika aku tau kejadiannya seperti ini, aku tidak akan mengijinkan nya." Pd-nim berucap lirih, sambil memalingkan wajahnya yang berurai air mata. Dia tidak bisa menutupi perasaan nya meskipun di depan para anak asuhnya.
Penggalan percakapan 5 hari lalu itu terus berputar diingatan nya. Agaknya bang Pd-nim, kasihan melihat anak asuhnya yang terlihat seperti mayat hidup. Dia mengatakan alasan yang sedikit bisa di terima. Perlu di tegaskan hanya sedikit saja.
Namun yang jin slalu inginĀ tanyakan adalah, Apa yang salah dengan mereka? Apa yang membuat taehyung tersiksa? Rasanya mereka baik baik saja mereka juga saling melengkapi. Rasanya taehyung bahagia bersama mereka.
Ahh,, untuk masalahnya dengan yoongi, mereka sudah saling memaafkan. Yoongi tidak pernah berusaha menyakiti siapapun termasuk taehyung, tapi salahkan saja mulutnya yang ceplas ceplos tanpa saringan.
Mungkin disini, yoongilah yang terlihat paling kacau, dia terlihat semakin kurus dari sebelumnya. Sebetulnya para member jarang memakan makanan nya. Jimin juga terlihat memforsir tubuhnya, bahkan sempat collapse di Minggu ketiga. Jungkook jadi sering menjelajah internet, berharap bahwa kematian Hyung kesayangannya itu hanyalah rekayasa.
Apa kalian tau, kematian Kim Taehyung?
Kim Taehyung di nyatakan meninggal tepat di hari dia meninggalkan dorm.
Kecelakaan kereta itu benar benar mengguncang mereka.
__ADS_1
Bayangkan, para member yang sedang saling perang dingin, mendapati telpon dari agensi untuk segera berangkat ke Daegu menggunakan pakaian hitam.
Para member sangat bahagia, binar cerah terpancar dari mata mereka, bahkan Jimin menangis terharu, apalagi saat perjalanan mereka mulai berbaikan. Setidaknya mereka berpikir Kim Taehyung merubah pikirannya.
Namun disitulah kesalahan mereka, mereka terlambat.
Saat turun dari mobil, mereka melihat banyak orang berbusana hitam. Mendung ikut menyuramkan suasana. Seorang pria paruh baya menghampiri mereka. itu ayah taehyung.
"Taehyung menunggu kalian. Mari masuk."
Mereka saling menggenggam, berjalan memasuki rumah tersebut. Tanpa di komando air mata turun dari kelopak mata ke enamnya. Tangan mereka yang bergetar saling menguatkan.
Yang di dapati mereka saat memasuki rumah tersebut adalah senyuman taehyung. Senyum kotak itu. Foto taehyung yang di pasang cukup besar di dekat sebuah peti mati.
Jimin jatuh berlutut di dekat peti mati tersebut, kedua kakinya benar benar lemas.
"Andwee! Ini bohong... Taehyung,, taehyung,, hikss,, tidak,,, mungkin,, hikss.."
Jungkook sesak, dia seakan lupa cara bernafas. Hoseok segera menjauhkan Jungkook dari sana.
Yoongi mendekat ke arah peti. Wajah taehyung, dia ingin melihatnya.
Grepp,,
__ADS_1
Sebuah tangan menahannya. Itu ibunya taehyung.
"Kumohon, jangan melihatnya,,, kalian,, kalian,, tak akan mengenalinya. Putraku,, putraku,, tidak akan dikenali lagi.." suara wanita paruh baya tersebut sangat bergetar,, matanya sangat sembab.
"Kumohon, kali ini saja! Setidaknya aku ingin melihatnya dengan mata kepalaku sendiri." Yoongi tak perduli penampilan taehyung sekarang, dia hanya ingin melihat pemuda tersebut dengan mata kepalanya. Hanya itu.
Tangan wanita tersebut melepaskan pegangannya. Membiarkan yoongi membuka kain penutup tersebut, wanita tersebut memalingkan wajahnya. Sungguh tak kuat melihatnya.
Brukk
Jimin kehilangan kesadaran, di bantu seokjin, soobin dan yeonjun. Mereka mengangkat Jimin ke dalam rumah, lebih tepatnya kamar taehyung, bersama dengan hoseok dan Jungkook yang tak sadarkan diri.
Ini bukan taehyung nya. Dimana wajah tampan itu? Kemana perginya senyum kotak itu?
"Taehyung di kenali karna kalung ini, dan juga DNA darahnya yang ada di bajunya." Ibunya menjelaskan sambil memberikan sebuah kalung pada yoongi.
Kalung ini, bukan kah itu pemberiannya? Hadiah Natal tahun lalu yang yoongi berikan pada taehyung.
Yoongi tak dapat menahan perasaan nya lagi,,
"Mianhae,, hikss,, jeongmal mianhae,, ak-aku,, aku tidak,, hikss,, bermaksud,, begitu,, hiks,, ak-" namjoon yang ada di sampingnya ikut menangis sambil memeluk yoongi.
Namjoon mengerti perasaan yoongi, bagaimanapun yoongi merasa bersalah setelah mengatakan hal tersebut pagi tadi. Tuhan mengabulkan doanya. Ia tak melihat wajah tampan taehyungnya.
__ADS_1
Apakah ini akhir segalanya?