Our Path

Our Path
5


__ADS_3

"Hyung makanlah." jungkook menyodorkan sepiring makanan pada hyung pucatnya itu.


"Nanti saja, hyung tidak lapar." 


"tapi hyung belum makan apapun dari pagi tadi. tolong jangan menolak makanan ku lagi, hyung."


"Tidak, hyung masih kenyang. Kumohon, kook. mengertilah."


jungkook menghela nafas dan berjalan keluar dari kamar yoongi, sambil membawa nampan berisi makanan itu kembali. jungkook mendapat tepukan di bahu kirinya, itu namjoon.


"Tidak apa kook. kau sudah melakukan tugasmu dengan baik, dari sini biar hyung saja. istirahatlah." namjoon mengambil alih nampan tersebut, jungkook hanya mengangguk, namun ia memilih untuk pergi ke kamar jimin. 


"Hyung?"


kamar jimin sangat gelap, tak biasanya hyung bantetnya tersebut mematikan lampu. namun samar samar ia mendengar suara gemricik air mengalir. jungkook sungguh kaget kala menyalakan lampu, kamar jimin yang biasanya lumayan rapi kini berantakan bak kapal pecah. 


"Hyung kau di kamar mandi?" jungkook bertanya sambil menggedor2 pintu kamar madi yang terkunci.


"Hyung jawab aku! Apa kau di dalam?!" jungkook berteriak sambil terus menggedor pintunya brutal.


"kenapa ter- eoh? kenapa semua berantakan?" Jin yang pertama tiba bertanya heran.


"kenapa teriak teriak?" seluruh member tiba di kamar jimin dengan ekspresi yang sama mereka seolah bertanya pada jungkook 'ada apa?'


"Jimin hyung sepertinya di dalam. Tapi dia tidak menyahut panggilanku. Airnya masih mengalir, aku takut ka-kalau hyung nekat."


"Bantu hyung dobrak pintunya, kook."

__ADS_1


**Brukk


Brukk**


Jin, namjoon dan jungkook, mendobrak paksa pintu tersebut.


Brakk


Betapa kagetnya para member melihat tubuh jimin yang berada di bathtub yang penuh air dingin, dengan tubuh membiru sambil memeluk foto selcanya bersama taehyung.


"Ppalli siapkan mobil, kita kerumah sakit."


.


.


.


"Kita tak boleh terus berlarut seperti ini, hyung! setidaknya kita bisa bangkit bersama, meskipun terasa sulit. aku yakin taehyung hyung, tidak suka melihat kita seperti ini." sang maknae membuka suara, maknae mereka mulai tumbuh dewasa.


"Aku setuju dengan jungkook, kita tak bisa terus terusan seperti ini, kita masih punya Army, aku juga masih punya kalian." hoseok menyetujui ucapan maknae mereka. bagaimanapun, mereka sudah cukup berlarut.


"Kita bisa saling melengkapi kekosongan ini, jimin hyung pasti sangat tersiksa, ia bahkan sangat terpuruk hingga seperti ini. kita juga jarang berkumpul lagi." lirihan sang maknae agaknya membuat para hyung nya mulai berpikir.


Ceklek


"Bagaimana keadaan nya dok?" tanya namjoon mewakili member lain.

__ADS_1


"Pasien cukup baik, hanya sedikit stress dan mengalami hipotermia."


"Apa kami bisa menjenguknya?"


"Ya tentu saja, setelah dia di pindahkan ke ruang rawatnya. ohh, satu lagi, kurasa kalian harus membawa seseorang bernama taehyung untuk menemuinya, dia terus memanggil namanya bahkan saat ia berada dibawah alam sadar." ucapan dokter tersebut membuat ke limanya tersenyum canggung.


"Terimakasih, dok."


Para member berjalan menuju ruangan jimin, tanpa perbincangan mereka berjalan cepat. sesampainya di ruang rawat, mereka sudah melihat jimin membuka matanya.


"Hyung,, Aku bertemu taehyung! dia tersenyum padaku, berbicara padaku seperti biasanya. kami lari larian di taman bunga, hyung.." jimin memalingkan wajahnya ke arah jendela, air matanya tak bisa di tahan.


"dia bahagia hyung! Aku,, Aku memelukknya hyung! Dia bilang dia menyanyangiku tapi kenapa dia tega meninggalkan ku, hyung!!"


"Aku ingin egois kali ini saja! bisakah Tuhan kembalikan taehyungie ku?"


"Aku tak pernah meminta banyak hal pada tuhan, tapi kali ini, kumohon kembalikan taehyungieku,," mata jimin yang berair menatap memohon pada para member. jungkook hanya memalingkan wajah, tak ingin berlama lama melihat bantet hyungnya dalam keadaan seperti ini.


"Hyung,,, Aku merindukannya.. Aku tidak sanggup terus seperti ini,,, ini menyiksaku, biarkan aku tidur lebih lama,, aku masih ingin menatapnya,"


"tolong panggilkan, dokter hyung! biarkan dia menyuntikan bius yang banyak padaku.. kumohonn hyung,, aku- aku- hiks,,"


"Jangan seperti ini hyung,, cukup taetae hyung saja. aku tidak mau kehilangan lagi,, kumohon hyung!!" jungkook memeluk jimin dan menangis keras di pundak jimin.


"Tolong bertahanlah hyung! jangan menyiksa diri hyung, seperti ini! Hyung bisa marahi jungkook, tapi jangan menangiss! Jangan pergi, Hyung!"


"Jungkook menyanyangi hyungdeul, cukup taetae hyung saja! tidak lagi, cukup taetae hyung saja! jungkook tidak mau kehilangan lagi,," tanpa sepatah kata yoongi ikut memeluk jungkook dan jimin, disusul yang lain.

__ADS_1


"Mari bertahan. Untuk taehyung dan Army."


__ADS_2