
"Astaga, hyung! Apa yang terjadi padamu? Sudah kubilang untuk menungguku, kenapa hyung tidak mendengarkanku sih!" Pemuda lain datang sambil melepas rangkulan jimin, dan mengecek tubuh pemuda buta itu.
"YAKK! Pasti kalian yang buat hyungku, jadi seperti ini! Ayo mengaku!"
"Aisshh,, bukan mereka Jio. Hyung tadi tidak sengaja terserempet pengendara mobil, mereka datang membantu, hyung kok. Ayo cepat minta maaf."
"Maafkan aku." Ucap pemuda yang di panggil jio tersebut pelan.
"Sekali lagi, hyung tidak dengar."
"Aishh,, iya iya,, jio minta maaf. Sudahkan?"
"Sekali lagi, yang tulus."
"Hmm,, maafkan aku, karna menuduh kalian."
"Ohh? Eh? I-iya, tidak apa." Namjoon yang pertama kali menanggapi dengan tergagap.
Para member masih memperhatikan pemuda buta yang memakai blindfold itu.
"Dan terimakasih karna telah membantu hyungku, kami pamit dulu." Jio menggantung salah satu lengan pemuda buta tersebut di bahunya. Lalu berjalan menjauh dari ke enam pemuda yang masih mematung tersebut.
"Hyung jangan banyak bergerak dong! Nanti kalau hyung jatuh lukanya tambah parah."
Pletakk,,
"Kirain mau bilang ntar kamu ikutan jatuh juga, kenapa malah khawatirin luka, hyung, sih?"
"Sakit tau! Hyung, jangan galak galak dong! Bilangin eomma, nih."
"Dasar pengadu."
"Biarin, jio gk perduli."
__ADS_1
"Wahh,, jio gk sayang hyung nih? aisshh,, sedihnya."
"Maksud jio gk gitu, hyung! Hyung mah gk asikk."
Kedua pemuda tersebut terus berjalan menuju kearah rumah mereka sambil terus mengobrol. Jio menoleh kala dirasa ada yang mengikuti mereka dari belakang.
"Astaga! Kalian ngapain ngikutin kami lagi!! Jangan jangan kalian mau culik kami ya?"
"Huss,, kalau ngomong itu di saring dong! Jangan ikut ikutan ngawur kayak jae, tetangga sebelah."
"Yaaa,, Kan mereka ngikutin kita sampe sini hyung, udah jauh loh dari daerah saat hyung jatuh tadi."
"Bener juga sih, hyung saja sudah bisa cium aroma japchae nya lee ahjumma."
"Hyung makanan mulu yang di pikirin."
"Hyung jadi laper, ji."
"Hyung tahan dulu lah! Ini loh, stalkernya hyung masih disini."
"Disini loh, hyung! Hyung salah noleh." Jio menuntun hansung berbalik.
"Aishh,, Malunya, hyung!!" Hansung terkekeh pelan, hal ini sering terjadi, dan jio memakluminya.
"Kalian lupa membawa belanjaan kalian, kami bantu membawakannya." Jungkook berujar sambil memperlihatkan kantung belanjaan di tangannya. Dan kantung yang lain di tangan hoseok.
"Tuh,, dengerin ji. Jangan prasangka buruk dulu. Mereka bantuin kita lagi loh, lagian kenapa kamu lupa sama belanjaan nya? Bagaimana kalau eomma marah, hmm?"
"Ya mau gimana lagi? Aku kan cuma prioritasin hyung! Jadi lupa deh sama belanjaan nya. Maafin jio ya, hyung."
"Karna rumah kami tidak jauh dari sini. Ayo mampir dulu."
"Aishh,, kenapa hyung malah mengajak mereka sih! Jio marah nih sama hyung." Jio berjalan lebih dulu sambil menghentak hentakkan kakinya.
__ADS_1
"Ya! Jio! Kau meninggalkan hyung, eoh? Yakk! Hyung tidak bisa melihat! Jioo!"
"Anak itu benar benar meninggalkanku." Pemuda tersebut melangkah namun hampir saja terjungkal, namun seseorang menahannya.
"Hati hati."
"Ahh,,, Kalian yang menolongku ya? Namaku hansung. Kurasa kalian tidak satu atau dua orang kan, aroma kalian berbeda dan itu lebih dari dua orang."
"Na-namaku jimin. Ka-kami datang ber enam." Jimin mengarahkan tangan hansung ke pipinya.
Hansung meraba wajah jimin dengan kedua tangannya. Menelusuri pahatan tuhan tersebut.
"Jimin ya? Namanya bagus, aku yakin kau pasti tampan, kalian juga tentunya."
"Hikss,,,"
"Kenapa menangis, ncim jangan menangis dong!" Hansung langsung menghapus air mata jimin, meskipun beberapa rabaannya salah namun ada beberapa bulir air mata yang berhasil hansung hapus.
Sementara jimin yang tak sengaja mendengar hansung memanggil nama panggilan yang biasa taehyung ucapkan pun. Memeluknya dan menangis keras di bahu hansung. Hansung hanya bisa menepuk nepuk punggung jimin.
"Sudahh,, sudahh,, jangan menangiss,, nanti kukasih japchae paling enak disini deh."
"Hikss,, meskipun,kau melupakan,, hikss,, kami,,, kenapa... kenapa kau... hikss... masih menyukai japchaeeee,,," bukannya berhenti tangisan jimin malah makin keras dan pilu, pelukannya juga kian mengerat.
"Jangan menangis dongg,, hansung jadi sedih nih,,,"
"H-hyung,, aku yakin,, hikss,, kau itu taehyung hyung!" Jungkook berujar sambil ikut memeluk hansung.
"Kenapa kalian malah menangis sih? Lagian siapa itu taehyung? Makanan yang bagaimana?aku sudah laparr T~T"
"Kau semakin rakus,, hyung."
Jimin, jungkook dan hyung yang lain pun tertawa, mendengar keluhan hansung. Mungkin ini kali pertama mereka tertawa lebar seperti ini sejak ditinggal taehyung.
__ADS_1
"Sini biar hyung bantu kamu jalan." Namjoon berujar sambil meletakan satu lengan hansung di pundaknya yang kokoh, sementara lengan satu nya lagi di pundak lebar seokjin.
"Kalian semua orang baik, aku berterimakasih." Hansung tersenyum, menampilkan senyum kotak yang sama dengan milik pemuda kelahiran daegu yang mereka rindukan tersebut.