
"apa kau sudah baikkan Jim?" Tanya namjoon.
Jimin hanya mengangguk, menatap langit-langit rumah sakit.
"Apa menurut Hyung, kita bisa bangkit lagi?" Tanya Jimin tanpa mengalihkan perhatiannya.
"Tentu saja, kalau kau mau berusaha Jim." Jawab yoongi seadanya.
"Bahkan tanpa adanya Kim Taehyung? Apa Bangtan Sonyeondan sanggup kembali?" Tanya Jimin lagi, kini menatap para member yang memang duduk di sofa tak jauh dari bangsal tempat ia tidur.
"Hyung,,"
"Aku hanya bertanya, kook. Aku sungguh tidak yakin kita bisa melakukannya." Jimin menghela napasnya, ia tau dia sangat egois jika menginginkan Kim Taehyung terus bersama dengannya.
"Sudahlah, Jim. Tidurlah! Perbanyak istirahat."
Mereka akhirnya saling diam. Hingga ajakan sang maknae mengejutkan mereka.
"Ayo kita rilis album baru hyung! Album tentang kita, tentang perasaan kita yang belum sempat tersampaikan."
"Album? Apa kau sedang mabuk, Jeon?" Yoongi merespon ucapan jungkook dengan wajah kelewat datarnya.
"Aku hanya tidak ingin Army berpikir kita telah melupakan taehyung hyung. Seperti yang pernah jin hyung bilang, BTS itu bertujuh, selamanya akan tetap bertujuh. Aku harap dengan adanya album baru ini, dunia tau, betapa berharga Kim Taehyung untuk kita." Semua mata tertuju pada sang maknae yang akhir akhir ini lebih bisa mengutarakan perasaannya.
Hoseok menepuk nepuk pundak maknae kesayangan mereka dan tersenyum cerah, mungkin ini senyum pertamanya setelah terlalu lama berlarut dalam kesedihan.
"Aku setuju dengan ucapan jungkook, bagaimana pun kita adalah seorang musisi, kita menyampaikan perasaan kita melalui musik. Ayo kita tunjukan pada dunia. Betapa berharganya Kim Taehyung untuk kita,."
Berkat ucapan hoseok, api semangat mereka kembali berkobar.
__ADS_1
.
.
.
Album baru dirilis 7 bulan setelah kepergian salah satu anggotanya. Album yang berisi lagu lagu yang belum sempat dirilis. Dan lagu dimana semua orang masih dapat mendengar suara khas seorang kim taehyung.
Music vidionya juga dirilis. Menampakan kejadian2 di balik layar ketika mereka masih lengkap. Tak ada penyumbang terbanyak, pasalnya seluruh member memiliki kenangan mereka tersendiri.
.
.
.
Para wartawan yang tak kenal lelah terus saja memotret ke enam pemuda tersebut. Mereka tak ingin kehilangan satu momen pun.
"Album terbaru kali ini mengusung tema persahabatan kalian, apa itu benar?"
"Ya, seperti judul album kali ini, seven yang berarti tujuh, sama halnya dengan member BTS yaitu tujuh. Persahabatan 7 tahun kami."
"Tapi, bukan kah,,, maaf,,, ehmm,,, Kim Taehyung telah tiada? Mengapa kalian masih menyantumkan namanya sebagai member BTS?" Dengan seenaknya, para wartawan itu bertanya. Pertanyaan yang paling mereka hindari untuk tak menjawabnya.
"Bagaimana pun juga, di dalam album ini masih ada karya dan kerja kerasnya selama ini. Jadi kami masih mencantumkan namanya." Dan perlu saya tegaskan bahwa BTS itu bertujuh, selamanya tetap tujuh.
Tentu saja, untuk pernyataan yang terakhir itu hanya bisa namjoon ungkapkan dalam hati.
.
__ADS_1
.
Wawancara berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan, setidaknya itu yang terlihat.
"Terimakasih atas kerja kerasnya, hyung." Jimin berucap sambil memberikan sebotol air dingin untuk sang leader. Para member juga ikut duduk melingkar. Namjoon hanya tersenyum.
"Hyung, tak perlu khawatir. Semua akan baik baik saja." Sang maknae ikut menimpali.
"Betul kata, jungkook. Jangan terlalu di bebankan, joon." Hoseok menepuk pelan punggung namjoon. Memberikan semangat pada sosok leader yang telah tujuh tahun ini memimpin mereka.
"Maafkan aku, karna belum bisa menjadi leader yang baik untuk kalian. Kepergian taehyung adalah salahku. Seandainya,, aku tau-"
"Sstt,,, tidak perlu kau pikirkan. Ini adalah kesalahan kita bersama. Mari kita perbaiki. Kau adalah leader yang paling tepat untuk kami." Jin berusaha menyemangati namjoon.
"Kau bisa membagi keluh kesahmu jika kami terlalu membebankanmu. Hyung tau, betapa beratnya menjadi seorang leader sepertimu."
"Hmm,, aku tidak apa, tapi,,"
"Bisakah malam ini kita pergi kesana?"
.
.
.
.
"Tolong,, bertahanlah sedikit lagi, hyung."
__ADS_1